KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 89. Tak sesuai


__ADS_3

Tak ada kata tidak jika Refan sudah bilang Iya, Sahila harus menuruti semua keinginannya, seperti saat ini ,Refan ,Sahila dan Ririn sedang jalan jalan ke sebuah mall besar, Sahila dan Refan menyusuri setiap toko hanya sekedar untuk melihat lihat saja, katanya sih cuci mata,


Namun Refan sedikit enggan mengikuti sang istri, karena menurutnya itu buang buang waktu saja, Sahila sama sekali tak membeli apapun,sedangkan Ririn jalan sendiri entah kemana,


''Sayang, perasaan dari tadi kamu cuma lihat lihat saja, sebenarnya apa yang kamu cari, apa di mall sebesar ini masih nggak ada juga yang kamu sukai?'' tanya Refan menghadang di depan Sahila.


Sahila membuang nafas kasar, ''Mas, aku memang cuma ingin lihat lihat saja, bukan mau beli, lagi pula bajuku di lemari banyak, bahkan tak terpakai semuanya, untuk apa beli lagi, ucap Sahila sambil menyingkirkan badan besar Refan.


''Come on Refan ,istrimu itu benar benar orang kampung yang tak suka dengan kemewahan, kamu harus bersabar menghadapinya, dia itu cintamu, gerutu Refan pada diri sendiri ,tak di sadari banyak pasang mata yang memandangnya.


Kembali lagi dengan tujuannya, apa lagi kalau bukan menjadi pengawal Sahila dari belakang. kali ini Sahila masuk ke sebuah toko baby shop,Sahila tersenyum melihat baju yang tergantung, itu sangat lucu membuat senyuman itu kembali hadir,.


''Mas, panggil Sahila saat Refan berada sedikit jauh darinya, dengan langkah cepat Refan menghampiri sang istri.


''Ada apa, apa sekarang kamu mau membeli sesuatu?'' tanya Refan berharap Sahila menjawab iya, dan ternyata benar ,Sahila menjawab iya, namun kali ini Refan yang diam saat melihat apa yang akan di beli Sahila.


''Sayang,sebaiknya kita ke toko yang lain saja,di sana lebih banyak baju yang bagus, Refan berusaha mengajak Sahila keluar dari toko itu, karena ujung ujungnya Sahila pasti mengharapkan kehamilan.


Sahila menggeleng dan menarik tangan Refan, supaya sang empu mendekat.


''Aku tau pasti kamu mikir kalau aku bersedih saat melihat ini kan ?'!ucap Sahila sambil menunjukkan baju yang di pegangnya.


''Sekarang mas nggak usah khawatir ,aku nggak akan bersedih karena aku belum hamil kok, aku cuma pingin beliin buat Nesya, dia pasti suka, ucapnya dan langsung tersenyum di depan Refan.


''Kamu nggak bohong kan?'' ucap Refan memastikan.


Sahila hanya mengangguk.


Meskipun dalam hatiku memang tak bisa di hubungi, namun aku akan tetap berpura pura percaya, aku tau kamu masih berharap segera hamil, dan kamu nggak bisa membohongiku, lirih Refan.


Setelah memilah milih perlengkapan bayi, Refan langsung saja membayarnya ,dan meninggalkan toko itu.

__ADS_1


''Mas aku lapar, tapi aku maunya makan di restoran mewah, ucap Sahila kembali sedikit membuat Refan bingung, Sahila yang biasanya suka makan di pinggir jalan, kini malah mengajak untuk makan di restoran mewah .


Tanpa ada jawaban Refan langsung saja mengangguk.


Sedangkan Ririn langsung saja menghampiri Refan dan Sahila setelah mendapatkan apa yang di carinya.


''Kalian dari mana saja, hampir saja membuatku bingung karena mencari, aku pikir kalian sudah pulang, ucap Ririn ngos ngosan karena berlari mengejar langkah Sahila dan Refan.


''Makanya cepet cari pasangan ,biar kamu ada yang jagain, lagian apa sih yang kamu tunggu, ucapa Refan asal membuat Ririn jengkel


''Kakak pikir cari pasangan hidup itu seperti cari jajan yang harus cepet dapat saat kita pergi ke warung, cari pasangan itu harus teliti, dan harus tau baik buruknya ,apa lagi jaman sekarang, kebanyakan cowok itu banyak yang playboy, cerocos Ririn tak mempedulikan semua orang yang melihat mereka.


Setelah sampai di restoran, Sahila memesan dua menu yang tak asing bagi Refan ,saat itu juga Refan bertanya,


''Tumben kamu suka makanan mewah, jangan jangan istriku ini sudah mulai berjiwa seperti orang kaya, ucap Refan membuat Sahila berdecak.


''Sudah lah mas, jangan mengejekku,meskipun aku kampungan kamu juga tetap cinta kan sama aku?'' Sahila merasa percaya diri mengucapkannya.


''Kalian benar benar so sweet, kayaknya aku harus belajar dari kakak ipar deh, bagaimana caranya menaklukan cowok yang sangat sombong dan angkuh seperti kak Refan?'',


Belum juga menjawab karena kesal, Makanan yang mereka pesan sudah datang membuat Refan mengurungkan niatnya.


Kali ini Sahila begitu antusias melihat menu makanan yang di pesannya, air liurnya seakan ingin menetes.


Bagaimana tidak, yang di pesan Sahila kepiting nanas kuah santan dan Yakiniku, di mana Yakiniku ini adalah olahan daging sapi yang di masak khas jepang,. sedangkan kepiting kuah nanas adalah masakan bersantan yang di padukan dengan buah nanas segar.


Dari kian banyak menu hanya itu yang di pilih Sahila,.


Kini Sahila mulai menyantap satu suapan, namun semua itu di luar ekspektasinya ,Sahila membayangkan makanan yang di pesannya itu enak dan menggugah seleranya, justru sebaliknya Sahila mengernyitkan dahinya,


''Kenapa sayang?'', tanya Refan seketika melihat ekspresi Sahila, yang tiba tiba saja diam.

__ADS_1


Terpaksa Sahila menelan makanannya yang sudah berada di mulutnya,


''Mas, ini nggak enak?'' ucapnya sambil menyodorkan kepiting nanas kuah santannya.


Dengan sigap ,Refan langsung mencoba makanan yang di bilang Sahila, tapi ekspresi Refan berbeda, Refan merasakan makanan itu enak, tak seperti yang di bilang Sahila.


''Rin, kamu coba deh, ini lidah siapa sih yang nggak berfungsi?'', ucap Refan sedikit menyindir.


Ririn ikut mecoba saat Refan menyodorkan padanya.


''Enak, dan ini tu rasanya pas banget, ucap Ririn memastikan bahwa memang tak ada yang salah dengan makanannya.


''Ya sudah, kalau gitu kamu coba lagi yang satunya, Refan menyodorkan kembali makanan yang di pesan Sahila.


Seperti yang tadi, Sahila langsung menyendok makanan itu, namun ekspresinya juga sama seperti yang tadi,


''Kenapa lagi, apa ini nggak enak juga?'',tanya Refan tepat di depan Sahila,


Sedangkan Sahila langsung mengangguk dengan pertanyaan Refan, kali ini Refan tak mencobanya, malah menepuk jidatnya sendiri.


''Baru saja Rin, aku bilang kalau jiwa istriku ini berubah jadi orang kaya, tapi aku salah, jiwanya masih saja kampungan, ucap Refan asal,.


Namun Sahila tak marah dengan ucapan Refan,.


''Iya, kenapa dengan lidah kakak ipar, apa kakak ipar kurang baik, namun dengan sigap Sahila langsung menepuk tangan Ririn yang memegangnya, serta membantahnya.


''Sembarangan, gini gini lidahku masih normal, aku cuma nggak suka saja sama makanan itu, ucap Sahila sambil menunjuk makanan yang di pesannya.


''Terus kenapa kamu memesannya sayang?''. tanya Refan serius


''Aku suka namanya saja, dan ternyata lidahku ini memang nggak akan menjadi lidahnya orang kaya, ucap Sahila melas, namun dengan kemelasannya Sahila mendapat hadiah ciuman dari sang suami.

__ADS_1


''Nggak apa apa ,lain kali pesan saja apa yang kamu suka, dan memang pernah kamu makan, Ucap Refan lembut dan membelai rambut panjang Sahila.


__ADS_2