
Hari ini pertama kalinya Refan harus bekerja dengan sekretaris Viola seorang janda muda , Semua karyawan memang menggunjingkan hal itu, karena sebelumnya tak pernah Refan bekerja dengan seorang wanita, namun sekali dapat, janda yang di tebak, ada pertanyaan yang terselip bagi para karyawan, kenapa janda ,?''mungkin itu yang ingin mereka katakan, namun itu hanya menjadi angan angan belaka, karena keputusan sang bos sudah final dan memang sekretarisnya seorang janda.
Dan hari ini pun Refan mengajak Sahila dan sang buah hati untuk ikut ke kantor, karena bayi kecil itu menangis di saat papa Refan sudah masuk ke mobil bersama pak Jono.
Di dalam kantor bayi mungil itu menjadi artis ,bagaimana tidak, semua berpose dengan bayi dan ibunya dengan gaya masing masing dan tak mempedulikan bosnya yang akan marah.
Semua kagum dengan Sahila yang terlihat semakin cantik setelah melahirkan.
Bahkan salah satu dari mereka sengaja mengungkapkan isi hatinya langsung.
Sedangkan Sahila tak mau banyak bicara ,hanya menanggapi dengan senyuman.
''Wah, kalau kaya gini terus para karyawan laki laki banyak yang jatuh cinta pada mama sayang, sambil mencium Kyara di saat mereka sudah masuk ruangan Refan.
Refan merasa di acuhkan oleh semua karyawan dengan kedatangan bidadarinya itu.
''Apaan sih mas, itu nggak mungkin, lagi pula siapa sih yang berani mendekat, kalau tau aku ini istri kamu, dan apa yang di lihat dariku, cantik juga nggak, merendah ucapnya dengan membawa Kyara ke kamar pribadi Refan.
''Siapa bilang, kalau saja waktu itu kamu mau, pasti salah satu temanku yang akan menjadi suami kamu, ucap Refan mengikuti Sahila dari belakang.
Sahila menidurkan Kyara di atas ranjang yang memang sudah tidur dari tadi.
Sahila mengingat ingat tentang masa lalu nya yang pernah di tembak sama Doni dan Iwan dan dengan berulang kali jawaban Sahila menolak dua duanya gara gara masih berharap pada orang yang sombong yang saat ini ada di depannya..
Sahila jadi tersenyum mengingat itu semua.
''Sudahlah ,lagi pula sekarang kan aku milikmu dan kita sudah punya Kyara dan semoga hubungan cinta kita semakin kuat,
Refan langsung memeluk Sahila dari belakang ,rasanya sudah lama dirinya tak bermesraan dengan sang istri,.
''Mas ingat, ini kantor, lagi pula sekarang mas kan kerjanya dengan mbak Viola, bukan tuan Mike, jadi mas nggak boleh kayak gini, Sahila mencoba mencengkal tangan Refan yang sudah melingkar di perutnya dengan erat.
Refan diam tak sekali pun ada niat untuk mengendurkan tanganya,
__ADS_1
''Mas kangen, jadi diamlah, Lagian kayaknya kita sudah bisa melakukan itu kan, Kini Refan mulai menggoda sang sitri.
Ucapan Refan membuat Sahila berdecak.
Nggak di rumah nggak di kantor sukanya kayak gini terus, batin Sahila.
Selang berapa menit ,kemesraan mereka buyar karena sebuah ketukan pintu yang menggema.
Refan segera keluar dari kamar meninggalkan Sahila dan membuka pintu.
''Kenapa?'', tanya Refan pada orang yang baru mengetuk pintu dan ternyata itu sekretaris barunya.
''Maaf pak, ada telepon atas nama Ibu Kania katanya ingin bicara dengan bapak, ucap Viola yang membuat Refan mengernyit.
''Apa dia mengatakan sesuatu selain ingin bicara denganku?'!, tanya Refan lagi.
''Tidak pak, Bu Kania hanya mengatakan kalau dia hanya ingin bicara dengan bapak itu saja.
Refan memikirkan sesutau yang akan di ambilnya menerima atau tidak, lagi pula itu tak terlalu penting.
''Baik pak, ucap Viola dan langsung berlalu.
Sedangkan Refan duduk di kursi kebesarannya sambil mendongakkan kepalanya dan memejamkan matanya,.
''Siapa mas?'' tanya Sahila yang baru saja keluar dari pintu kamarnya.
''Hei, bukan siapa siapa, Viola, katanya Kania telepon dan dia ingin bicara denganku, tapi aku belum bisa berbicara dengannya,
Sahila berjalan menghampiri Refan yang sedang duduk.
''Apa mas masih belum lupa tentang penghianatan Mbak Kania,? tanya Sahila.
Refan menggeleng, ''Bahkan aku sangat berterima kasih padanya, karena dengan penghianatan yang dia berikan, aku mendapatkan gantinya yang jauh lebih baik, Ucapnya sambil memutar kursi ,dan kini Sahila sudah jatuh ke dalam pangkuannya ,karena Refan dengan cepat menarik tubuhnya.
__ADS_1
''Kalau begitu mas harus terbiasa, jangan terlalu benci , dan mas nggak boleh seperti ini, aku yakin kalau mbak Kania itu benar benar sudah menyadari kesalahannya, siapa tau ada yang ingin di katakannya, Sahila mencoba untuk Membuat Refan berfikir kembali tentang keputusannya.
Setelah menimbang omongan dari Sahila, Refan langsung menelpon Viola.
''Vi, kalau Kania telepon lagi hubungkan ke ruanganku, ucapnya pada Viola.
Benar saja, setelah beberapa menit ,telepon pun berbunyi, dengan cepat Refan mengangkatnya, namun kali ini Refan menarik Sahila duduk kembali di pangkuannya karena tak mau bicara sendiri dengan Kania.
Halo Fan.. ucap Kania dari balik telepon yang langsung di dengar oleh Refan dan Sahila.
''Halo juga, ada apa kamu ingin bicara denganku, apa ada hal yang penting menyangkut tempat kerja kamu, tanya Refan tak mau basa basi,
Aku cuma ingin memberi tau kamu kalau aku akan menikah lagi, dan setelah aku menikah ,aku tidak bisa kerja disini lagi, icap Kania krmbali.
''Bagus, kalau gitu nggak apa apa, lagi pula lebih baik juga kamu menikah lagi supaya Bram tidak mengganggumu lagi, ucap Refan sambil menciumi punggung sahila ,yang membuat sang empu kegelian.
''Mas geli ... bisiknya,berharap Refan menghentikan tingkahnya.
Namun memang lagi lagi bukan Refan namanya kalau tak bisa membuat kejahilan pada istri dan orang terdekatnya.
Apa kamu sekarang sedang bersama Sahila Fan?'' tanya Kania, saat merasa kalau Refan saat ini tidak sendiri dan itu terdengar dari suara Refan yang sedikit tersenyum cekikikan melihat Sahila yang menggeliat karena kegelian.
Karena merasa tak enak, Sahila akhirnya angkat bicara.
''Maaf ya Mbak, aku ganggu ya, kalau gitu aku pergi saja, kata Sahila merasa bersalah.
Tidak usah Sa, Tiba tiba saja kata itu terdengar oleh Sahila dari Kania.
Sahila kembali duduk di pangkuan Refan dan kembali berbincang dengan Kania dan di sini malah beralih Sahila VS Kania bukan dengan Refan.
Setelah Sahila menutup teleponnya ,ia senyum senyum sendiri, membuat Refan langsung bertingkah, apa lagi kalau bukan mendaratkan sebuah ciuman.
''Kenapa senyum sendiri sayang?'', tanya Refan sambil membelai rambut panjang di depannya.
__ADS_1
''Akhirnya ya mas, Mbak Kania menikah lagi, dan ternyata calon suaminya itu sudah mempunyai anak, Sahila terlihat antusias bercerita dengan Refan, meskipun Refan masih tak peduli, tapi karena Sahila yang bicara, akhirnya Refan pun terpaksa menjadi pendengar setia dan sesekali mengangguk anggukkan kepalanya.