KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 54.Menebus kesalahan


__ADS_3

Kini pandangan Sahila mengarah pada orang yang terduduk di sampingnya, orang yang pernah mengisi kehidupannya dengan penuh kepahitan, namun semua itu terbayar sudah, dengan kesadaran dan ketulusan hatinya saat ini,Kini senyuman itu mulai merekah dari keduanya, Sahila merasa sangat bersyukur karena apa yang di takutkan tidak terjadi,


''Kenapa kamu mau pergi, aku kan sudah bilang, kalau kamu membenciku atau muak melihatku, kamu tinggal suruh aku pergi dari rumah papa, ucapnya lagi membuat Refan semakin merasa bersalah, lagi lagi Sahila mengingatkan keburukan Refan.


''Apa kamu akan mengingat keburukanku sampai mati, Refan menghela nafas panjang dan mengendorkan pegangan tangannya.


Refan mulai beranjak dari duduknya ,


''Jangan pergi lagi, aku minta maaf ,aku janji nggak akan mengulanginya lagi, sambil menarik pucuk jaket yang di kenakan Refan.


Refan kembali duduk, dan kini pandangan Refan tepat di depan Sahila.


''Sekarang katakanlah, aku harus berbuat apa untuk menebus kesalahanku padamu?'', ucapnya dengan jelas.


''Menikahiku, hanya itu jawaban Sahila yang membuat Refan membelalakkan matanya.


Refan tak langsung bicara ,namun dalam hatinya hanya membayangkan apa yang terjadi kalau dirinya menikahi Sahila.


''Jangan kaget begitu, kalau mas nggak mau nggak apa apa, aku tidak akan memintanya lagi, ucapnya sambil memunggungi Refan,.


Refan langsung saja berjalan memutari brankar dan kini mereka saling berhadapan .


''Hai, bukan begitu, maksud ku gimana dengan Iwan, bukankah kalian.. belum juga meneruskan ucapannya ,Iwan ,Doni dan Mike sudah masuk ke dalam ruangan.


''Kalian ngapain, belum nikah udah mau ciuman ,ucap Iwan asal,


Sedangkan Doni hanya berdecak, melihat Refan yang kini memegang tangan sahila.


Mike hanya diam dan duduk di sofa kamar, dirinya tak mau tau urusan asmara bosnya yang sombong dan **** menurutnya,karena sudah menolak wanita yang baik seperti Sahila demi Kania.


''Kakak bicara apa, aku bukan wanita seperti itu, yang mudah di cium laki laki yang bukan muhrim,


''Sa, kamu itu sangat polos, bisa saja kamu terkena rayuan maut Refan yang mematikan itu ,dia sangat handal dalam berciuman, ucapan Iwan membuat semua tertawa, namun Refan semakin geram.


''Kalian ini sahabat apa musuh ,sukanya menjelekkanku saja, gumamnya sedikit pelan, namun Sahila masih bisa mendengarnya..

__ADS_1


''Sorry bro, kita kesel aja sama kamu, lagian aku nggak nyangka kamu akan pergi, aku pikir kamu akan mati matian memperjuangkan Sahila ,


''Apa maksud kamu, bukannya aku nggak mau memperjuangkannya, tapi aku mau melihatnya bahagia, dan setelah aku tau dia sama kamu ,aku rela melepasnya dan melupakan semua masa laluku, aku bukan pria yang baik untuknya, Sahila yang tak senang langsung saja menarik tangan Refan,


''Mas diam, aku nggak mau kamu bicara lagi, ucapnya,


''Kamu salah Fan ,bahkan dia menolakku berkali kali ,dan ini memang semua renacanaku dan Doni, aku sengaja mendekatinya setiap hari, aku ingin membuktikan apakah kamu mencintainya atau tidak , ternyata kamu memang sangat mencintainya, dan aku sudah tidak ada perasaan cinta untuk nya, aku menyayanginya sebatas adik saja, dan Sahila juga tau itu,


''Kak Iwan ,ini bukan lelucon ,nggak perlu di ulang, apa kalian ingin membuatku malu ,Sahut Sahila, karena akan merasa malu jika Iwan dan Doni membongkar bahwa dirinya pernah menolak kedua orang di belakangnya itu dan masih mengharap Refan.


Doni dan Iwan tertawa dan saling pandang,


''Fan, kamu tau, aku dan Iwan pernah di tolak Sahila hanya demi laki laki brengsek yang sudah meninggalkannya demi wanita lain, aku lebih beruntung karena Nesya, sedangkan Iwan masih saja jomblo, pangakuan Iwan dan Doni membuat Refan dan Mike terpaku,


''Sialan, kenapa harus di katakan juga status jombloku, ucap Iwan tak terima.


''Untung saja aku belum mengutarakan cintaku, kalau sudah mungkin nasib aku sama seperti kalian, ucap Mike membuat Refan geram dengannya.


Kini semua mengarah ke arah sekretaris yang sedang asyik duduk dan memainkan ponselnya itu.


Refan meraih bantal dari tangan sahila dan memandang wajah nya saat ini,


''Apa semua yang di katakan mereka itu benar,


Sahila hanya bisa mengangguk.


Refan memandang lekat mata cantik Sahila mencari sebuah kejujuran ,


Refan mulai mengeluarkan air matanya, para sahabatnya pun heran ,Refan manusia yang sangat sombong bisa juga menangis, karena yang mereka tau Refan tidak lah orang yang mudah terpengaruh dengan kesedihan,


Mike pun ikut terharu melihat bosnya yang akhirnya bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada Kania.


''Mas Refan jangan nangis, aku kan ikut sedih,ucap Sahila pelan sambil mengelap air mata yang membasahi pipi Refan,


'Ini wanita atau peri yang di hadapanku, bahkan di saat aku menyakiti dan menghinanya pun dia masih setia menungguku, disaat aku merendahkannya pun dia tak pernah membalasku, terbuat dari apa hatinya, kenapa masih ada wanita yang seperti dia, aku berjanji mulai sekarang aku akan terus menjaganya dan mencintainya, paman terbuat putrimu persis sepertimu, dia begitu baik, aku berjanji akan menjaganya meskipun nyawaku taruhannya, lirihnya.

__ADS_1


''Kenapa mas Refan nangisnya mengalahkan ku, mas Refan laki laki, tak pantas menangis, harusnya mas Refan kuat ,bukannya cengeng,.


''Baiklah, dan besok saatnya aku akan menebus semua kesalahanku, itu yang kamu minta kan? ''


''Mike urus semuanya, besok aku akan menikah ,Dan bilang sama papa untuk mempersiapkan pernikahan kami, !''


''Kenapa harus buru buru Ref, apa kamu nggak akan memeriahkan peenikahanmu ini,


Refan melihat ke arah Sahila meminta sebuah jawaban,


Sahila menggeleng, dan tersenyum.


''Apa kamu yakin, ini adalah pernikahan kita ,apa kamu nggak ingin pernikahan yang mewah ?''


''Tidak, untuk apa pernikahan mewah, itu hanya membuang duwit saja, aku nggak suka ,lebih baik uangnya untuk masa depan kita, ucap Sahila.


''Kalau kamu mau pun aku bisa, jadi kamu nggak usah malu untuk memintanya ,


''Mas sudah diam, dari pada omongan kamu nggak guna ,ucapnya sedikit keras.


''Jadi gi mana bos, apa yang harus aku lakukan sekarang? '', Mike bingung.


''Urus semuanya sekarang, masih memandang wanitanya saat ini,.


''Terus apa tugas kita Ref, tanya Iwan yang masih mematung,


''Kalian cukup jadi penonton saja, aku nggak butuh bantuan kalian, ucapnya sinis, Keluar sekarang, aku tidak mau di ganggu !''


''Dasar nggak tau terima kasih, kalau bukan karena kita pasti kamu akan kehilangan Sahila untuk selama lamanya, ucap Doni,


Sambil berjalan menuju pintu, saat Iwan membuka pintu tiba tiba...


Brukk....... ada yang terjatuh tertabrak dada bidang Iwan,


''Siapa dia, hayoo.....! ''

__ADS_1


__ADS_2