
''Mike, kamu ke kantor hari ini ,dan kamu urus pembagian harta untuk Kania, dan kamu katakan pada pihak resort, aku tidak mau ketemu siapa pun selain kamu, dan kamu siapkan keberangkatan kita besok untuk ke Indonesia, pesan Refan panjang lebar,
''Baik Bos, apa perlu saya yang mengambil baju bos di apartemen?''
''Terserah kamu saja,
''Baik Bos ,saya permisi dulu,
Mike keluar dari resort untuk melakukan tugasnya dari Refan.
Setibanya di kantor Mike langsung memanggil pengacara Refan untuk membuatkan surat pembagian harta gono gini untuk Kania .
Setelah selesai dengan tugas kantor, Mike langsung melajukan mobilnya ke apartemen untuk mengambil baju Refan,
''Bi, saya ke sini untuk mengambil baju bos Refan, dan besok bos akan kembali ke Indonesia, untuk apartemen ini sudah di berikan untuk Kania, jadi kalau nanti Kania pulang, bibi tinggal katakan seperti apa yang aku katakan,
''Baik tuan, semoga tuan Refan mendapatkan istri yang lebih baik dan tulus mencintainya,
Mike mengangguk dan memberi sebuah amplop coklat untuk bibi,
''Ini apa tuan?''tanya bibi sambil menerima amplop dari Mike.
''Ini dari bos untuk bibi,
''Terima kasih banyak tuan, tuan Refan memang sangat baik ,dan semoga mendapatkan wanita yang baik juga.
Mike membawa koper besar yang berisi baju bos Refan,
Sedangkan di kamar mewah ,Refan hanya mencari cara untuk mengatakan pada sang papa tentang masalah yang menimpanya.
''Aku harus bilang apa sama papa, apa papa mau menerimaku kembali, aku sudah mengecewakannya,bagaimana kalau papa menjodohkan ku dengan gadis kampung itu lagi, terus alasan apa lagi untuk menolaknya, sedangkan sekarang aku sudah bercerai dari Kania, gumam Refan,
''Bos, lagian siapa yang mau di jodohkan dengan duda seperti bos, meskipun dia gadis kampung, saya yakin dia juga berpikir ulang untuk menerima bos, yang sekarang duda,.
''Sejak kapan kamu di situ, apa kamu mau jadi penghianat, karena sudah mengataiku, ucap Refan.
''Maaf bos, lagian kenyataan kan ,kalau bos memang duda? ''ucap Mike pelan.
''Berani kau mengatai ku lagi, aku lempar kamu ke laut besok ,biar di makan hiu.
Mike diam.
Ting tung... bunyi notifikasi dari ponsel Refan.
__ADS_1
✉️
''Pulanglah papa tau sekarang kamu lagi sedih, pintu rumah terbuka lebar untuk menyambut kedatanganmu, jangan kamu cari alasan macam macam papa sudah tau semuanya, papa tunggu!!
Ternyata pesan dari pak Cakra, setelah membaca isi pesan dari pak Cakra, Refan langsung melihat wajah Mike ,
''Apa kamu yang kasih tau papa? ''
''Maksud anda?tanya Mike balik.
''Sudahlah jangan pura pura, dari mana papa tau, jika bukan kamu yang ngasih tau,
''Bos, di sini mata mata pak Cakra banyak, bahkan di media juga sudah tersebar berita tentang hubungan Bos dan Kania, apa Bos masih mau menuduh saya?
''Baiklah, siapa pun itu, nggak masalah, yang penting papa masih mau menerimaku, jadi aku nggak pising pusing cari alasan.
-------------------------
Sedang di rumah pak Cakra Sahila memasukkan semua bajunya ke dalam koper, bukan maksud ingin pergi, hanya berjaga,
Sahila semakin gelisah, pasalnya Refan pasti akan segera pulang, mengingat pernikahan Doni tinggal sebentar lagi,
''Nah, kalau gini kan enak, nanti kalau mas Refan marah, aku tinggal pergi aja, nggak usah beresin.gumam Sahila sambil melihat sebuah koper besar di depannya.
Sahila yang mendengar langsung menyembunyikan kopernya di balik sofa,
''Sudah aman, gawat nih kalau sampai papa tau, pasti beliau akan marah,
Sahila membuka pintu dengan hati hati,
''Papa ada apa, kenapa nggak suruh bibi aja ke sini,
''Sa, Besok Refan pulang, karena besok papa mau keluar kota, jadi kamu harus tunggu di rumah,
Jantung Sahila berdetak dengan kencang merasakan hawa yang tidak enak, tapi apa daya ,Sahila tidak bisa melawan pak Cakra ,Sahila hanya bisa mengangguk saja.
Setelah pak Cakra meninggalkan Sahila ,Sahila mengunci pintu kamarnya,
''Aduh, gi mana ini, apa yang harus aku lakukan, aku minta tolong sama siapa, sebelum aku di usir mas Refan mendingan aku pergi dulu, tapi gi mana caranya, aku harus minta bantuan siapa?''
Di saat bingung, terlitas nama Sindi, Sahila tersenyum simpul.
''Ya, aku harus tinggal di rumah Sindi untuk sementara, biarin deh, papa Cakra mau marah, yang penting aku nggak ketemu sama mas Refan ,
__ADS_1
Akhirnya Sahila membongkar bajunya kembali, dan memgambil sebagian di taruh di tas rangsel kecilnya,dan baju yang lain di masukkan ke dalam lemari.
''Duh, ribet amat sih, andai saja kamu nggak membenciku mas, aku pasti sudah tenang hidup di sini,
Semalam suntuk Sahila tidak bisa tidur, dalam pikiran Sahila hanya gi mana caranya supaya tidak bertemu dengan Refan, orang yang sangat membencinya,
Sahila hanya berguling guling tanpa bisa memejamkan matanya hingga pagi menjelang,
''Ya ampun kenapa serumit ini sih, aku harus gimana coba, akhirnya Sahila turun untuk mengambil minum, karena hari pun sudah menjelang pagi, bibi pun sudah berada di dapur,.
''Non pagi amat bangunnya?'' tanya Bibi sambil mencuci sayuran.
''Bi, semalem aku nggak bisa tidur, aku juga nggak tau kenapa?'', ucap Sahila sedikit bohong ,padahal sudah jelas kalau dia sedang memikirkan cara untuk menghindari Refan.
''Non nggak usah bohong sama bibi, pasti non kepikiran gimana caranya untuk menghadapi den Refan kan?''
Kurang tepat bi, yang lebih tepatnya jangan sampai aku ketemu dia, rasanya masih terasa saat dia memakiku di depan umum bi, apa lagi saat dia menghina aku dan Ibu, rasa itu masih terngiang ngiang, batin Sahila.
Tak lama Pak Cakra keluar dari kamarnya dengan baju yang sudah rapi sambil membawa koper .
''Kamu sudah bangun Sa?''tanya pak Cakra.
Sahila mengangguk.
''Papa sudah siap, kok sepagi ini?'',
''Iya Sa ,soalnya kota R itu jauh, jadi papa harus berangkat pagi, oh iya Sa ,pak Jono kan pergi sama papa, nanti kalau kamu mau keluar tunggu Refan pulang, biar dia yang antar, ucap pak Cakra dengan santainya.
Antar, lihat aku saja nggak mau pa, apa lagi ngantar ,duh papa ini pura pura nggak tau atau memang sengaja sih ,batin Sahila.
Sahila langsung mencium punggung tangan pak Cakra dan mengantarnya di depan pintu.
''Papa hati hati ya? ''pak Jono pelan pelan saja yang penting selamat, ucap Sahila sambil teriak.
''Baik Non,
Pak Jono keluar dari gerbang menuju jalan raya,
''Pak, kita ke hotel!''
''Apa tuan, bukannya tuan mau keluar kota?tanya pak Jono bingung.
''Nggak, kita ke hotel setelah itu pak Jono antar saya ke kantor, untuk beberapa hari ini ,pak Jono jangan pulang dulu, tetap di hotel bersama saya,
__ADS_1
Ternyata semua itu rencana pak Cakra ,entah berhasil atau tidak, pak Cakra berusaha mendekatkan Sahila dan Refan,