KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 48.Niat pergi


__ADS_3

Hari hari Sahila selalu saja menyanjung kebaikan Iwan di depan Refan maupun pak Cakra, Sahila terlihat sangat ceria dan senang, karena perhatian Iwan untuknya,


Namun di balik itu ada yang merasakan sesak dalam hatinya seperti tersayat pisau,


Sakit tak berdarah, Refan selalu menjadi pendengar setia Sahila dengan cerita cerita konyolnya, namun saat sendiri, barang harang di kamarnya menjadi pelampiasannya.


Setiap berangkat dan pulang kampus pun Refan sama sekali tak pernah menjemputnya, ataupun mengantarnya, karena sudah ada Iwan yang selalu siap untuk Sahila .


Seperti pagi ini, Refan dan Mike yang sudah siap pun kalah dengan Iwan yang sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah pak Cakra.


''Mas aku berangkat dulu ya, pamit Sahila


Refan hanya mengangguk saja.


''Bro aku pamit, ucap Iwan sambil berteriak.


''Hati hati, jawab Refan sedikit miris,yang di angguki Iwan dan Sahila.


Mike pun juga menyaksikan adegan itu dengan tenang.


Dan selalu menjadi tempat curhat bosnya itu.


''Mike, apa aku akan bertahan dengan keadaan yang seperti ini, setiap hari Sahila selalu menceritakan kemesraannya dengan Iwan sahabatku sendiri, hatiku merasa kesal, ingin sekali aku pergi dan tak mau mendengarnya, namun aku bisa apa, aku sudah berjanji tidak akan menyakitinya lagi,


''Aku tau posisi bos saat ini sangat sulit, mungkin aku juga belum tentu bisa untuk menjalaninya, tapi aku punya solusi untuk itu, kalau bos berkenan ,kita pergi dari kota ini, supaya bos lebih tenang,


''Maksud kamu kita pindah, dan aku menjauh dari Sahila.


Mike mengangguk.


Refan diam dan meresapi kata kata sekretarisnya itu,


'Ada benarnya juga,lebih baik aku menjauh darinya dari pada aku dekat tapi aku merasa sakit, jika melihatnya dengan Iwan, batinnya.


''Kalau begitu kita akan kembali ke negara L saja, aku akan menetap lagi di sana, dan kamu siapkan semuanya! ''.


''Kalau di sana kita pasti akan ketemu wanita ular itu lagi bos.


''Nggak apa apa, lebih baik aku ketemu dia, dari pada aku ketemu Iwan dan Sahila setiap hari, itu lebih menyakitkan, Aku akan memulai hidup baruku lagi, dan semoga ini memang jalan yang terbaik,


Tubuh Refan memang di kantor, tapi fikiran dan raganya seakan melayang entah kemana,


Terkadang Mike juga ikut kalang kabut karena harus mengambil alih semua pekerjaan bosnya itu, untung saja Mike sudah ahli waktu di negara L, kalau tidak, mungkin perusahaan akan mengalami penurunan .

__ADS_1


''Mike kita pulang saja, kita selesaikan di rumah, ucap Refan pada Mike,


''Tapi bos,


''Jangan membantah, kamu datang saja ke rumah dan selesaikan di rumah .


Akhirnya Mike nurut apa kata Refan, ingin sekali Mike mengeluh dengan beratnya pekerjaan kali ini, namun apa daya ,Mike sangat setia dengan orang yang menjadi bosnya sejak di luar negeri itu.


Sesampainya di rumah ,Mike maupun Refan langsung saja menuju ke ruang kerja.


Sahila yang melihat Refan dan Mike langsung mengambil minuman dan juga cemilan di bawa ke ruangan mereka.


''Permisi, Ucap Sahila sambil membuka pintu yang sedikit terbuka.


Refan dan Mike menoleh, melihat siapa yang datang.


''Ini minumnya, tumben pekerjaannya di bawa kerumah?''


''Biasa ,ada yang lagi frustasi, ucap Mike namun mata Mike masih fokus dengan laptopnya.


Sedangkan Refan menatap Mike tajam.


''Siapa yang lagi frustasi ?''


''Wah, ini kayaknya aku juga bisa mas, sambil melihat ke arah laptop.


Mike dan Refan mengernyitkan dahinya.


''Kalian tidak percaya, aku beneran ,papa sering mengajariku soal ini,


''Kalau begitu kerjakan saja, itu akan sangat membantuku, ucap Refan mendekati Sahila.


Jari Sahila mulai menari nari di atas tombol laptop membuat Refan kagum, dan setelah beberapa lama, Refan hanya menjadi penonton saja, sedangkan Mike sesekali melirik cewek kampung bosnya itu,


''Sudah selesai deh, ucap Sahila sambil memutar laptop ke arah Refan,


Refan langsung memeriksa satu persatu semua yang di kerjakan sahila dan ternyata tak ada kesalahan sedikit pun.


''Wah, nggak salah papa mengajarimu.,ternyata kamu pintar juga,


''Calon istri Iwan ya harus begitu,


''Bos kalau mau nyari calon istri yang seperti Sahila juga, jangan seperti Kania lagi. ucap Mike pelan.

__ADS_1


Namun Kemarahan Refan tiba di ubun ubun.


''Mike apa itu tugasmu selalu saja meledekku?'' sambil berdiri,.


''Sudah lah mas, ngapain mas mendengarkan tuan Mike, itu kan cuma bercanda ,kalau mas sering marah marah nanti cepat tua, siapa yang mau menikah dengan duda tua, sambil memegang kedua lengan Refan dan mendudukkannya.


''Sejauh mana hubunganmu dengan Iwan? ''tanya Refan.


''Ya gitu gitu aja, aku juga belum tau pasti, kata papa aku harus sukses dulu, baru boleh memikirkan soal menikah. jawabnya santai.


''Kenapa begitu?''


,


''Dulu papa kan ingin aku jadi menantunya, tapi karena itu nggak mungkin ,papa ingin menjadikan aku wanita yang sukses ,supaya aku tetap bisa bekerja di perusahaannya, itu saja sih, awalnya aku juga nggak minat, tapi papa selalu membujukku, akhirnya aku nurut deh supaya beliau senang,


Papa memang nggak salah pilih, tapi sekarang sudah terlambat ,kamu memang bukan untukku, batin Refan.


''Baiklah, jadi mulai sekarang aku nggak khawatir lagi meninggalkan papa sendiri, kan sudah ada kamu yang menemaninya,


''Apa maksud kamu?, Sahila memastikan


''Nggak apa apa, jawab Refan kembali, sambil tersenyum.


Aku nggak mungkin jujur sama kamu, kalau aku punya niat untuk pergi dari kota ini, semoga kamu menjadi penggantiku untuk menjaga papa. batinnya.


Setelah selesai, sahila langsung keluar dari ruangan.


''Bos, cewek kampung tapi otaknya encer juga ya,ternyata Iwan nggak salah pilih.


''Terus saja ulangi kata katamu itu Mike, kalau kamu sudah nggak betah bekerja denganku?'', ucap Refan sinis .


''Sorry, aku cuma bercanda, lagian kenapa harus marah sih, nanti cepat tua, lagi lagi Mike selalu menirukan kata kata Sahila.


''Tapi kamu benar, orang yang selama ini aku remehkan, ternyata pintar ,dan itu di luar pemikiranku, aku kira Sahila sama dengan wanita di luaran sana, yang hanya kuliah untuk mendapatkan status saja, tapi aku salah, bahkan belum selesai pun dia sudah menguasai pekerjaan ku.


sambil geleng geleng.


''Aku juga mau punya istri seperti Sahila, kalau nanti dia menjadi jandanya Iwan, aku langsung akan melamarnya, ucapnya santai sambil melirik bosnya itu.


''Kamu diam saja ,celotehmu itu nggak berguna, nikah saja belum, janda kamu fikirkan .


Hati Mike cekikikan melihat bosnya yang selalu emosi dengan kata katanya itu, .

__ADS_1


Ingat, jangan lupa like koment serta votenya ya, supaya Author lebih semangat


__ADS_2