
Lambat laun ,semua masalah pasti ada solusi, semua pertanyaan pasti ada jawaban, dan semua keputusan pasti akan terjadi, meskipun akan menyakitkan, hari ini Mike merasa sangat pusing memikirkan keputusan apa yang akan di ambilnya.
Di satu sisi ,cintanya pada Nia masih sangat besar ,meskipun sudah berpisah lama, Tapi Mike tak bisa melupakan masa indahnya bersama Nia, dan di sisi lain ada Ririn yang sudah pernah membicarakan tentang keseriusannya, Namun Mike tak tau perasaan apa yang ada pada dirinya.
''Kamu kenapa?'' ucap Refan saat menghampiri Mike di ruangannya.
''Bos, nggak mungkin aku diam saja seperti ini, aku harus mengambil keputusan secepatnya, aku nggak mau kalau masalah ini semakin menyakitkan untuk semua,.
''Tapi aku bingung dengan pilihan ini, pasti mereka akan ada yang tersakiti, dan aku akan merasa sangat bersalah, ucap Mike sambil menjambak rambutnya sendiri.
Refan juga diam, karena menurutnya, Refan tak jago kalau urusan milih memilih.
Refan garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.
''Mike, kenapa kamu malah membuatku ikut pusing dengan urusanmu ini, apa kamu nggak bisa memilih dua duanya?'', ucap Refan asal membuat Mike terbelalak
Mike berdiri dan mendekat ke arah Refan ,sedangkan Refan masih mematung di tempatnya, wajahnya terlihat bingung, dengan Mike yang berjalan mendekatinya.
''Stop... ucap Refan seketika sambil tangannya mengarah kedepan.
''Kamu mau ngapain, kenapa kamu mendekatiku,!'' ucap Refan.
''Bos menyuruh aku memilih dua duanya, solusi macam apa itu, apa bos mau menjerumuskanku, dengan menikahi mereka berdua, Mike mengulangi.
Refan mengangguk dengan cepat dan tersenyum.
''Kalau bisa ,nggak mungkin aku menceritakan masalah ini pada bos, lagi pula percuma aku curhat sama bos, karena bos juga sama bodohnya seperti ku.
''Hai, kenapa kamu mengataiku bodoh, dasar sekretaris sialan, ucap Refan mengumpat karena marah di katai Mike.
Namun Mike hanya diam dan duduk kembali.
''Ya sudah ,kalau gitu kamu pikirin saja sendiri, aku mau ke ruanganku, jangan minta bantuanku lagi ,ucap Refan ketus dan langsung berlalu meninggalkan Mike,
__ADS_1
Akhirnya Mike mengambil jasnya dan keluar dari kantor karena jam istirahat.
Seperti hari kemarin, hari ini Mike ingin sekali melihat wajah ayu Nia, Mike melajukan mobilnya ke arah cafe, namun kali ini ada yang beda,
Mike merasa tak melihat batang hidung wanita yang di carinya.
Mike masih saja clingak clinguk mencari Nia, namun tak ada juga, akhirnya Mike menghampiri manager dan menanyakannya,
''Maaf pak, Nia di mana ya, kenapa dari tadi saya nggak melihatnya?'', tanya Mike ramah pada sang manager.
''O.. Nia hari ini tidak masuk pak, saya juga tidak tau kenapa, tapi, tadi pagi dia minta izin, ucapnya kembali dan mendapat anggukan dari Mike.
Akhirnya dengan wajah kekecewaan Mike kembali ke kantor.
Sesampainya di ruangan, Mike memikirkan kenapa Nia nggak masuk kerja, Mike semakin penasaran ,tapi Mike tak bisa melakukan apa apa selain menunggu waktu pulang.
Selang beberapa jam, Mike mengantarkan Refan untuk pulang.
''Bos aku lansgung pulang, ucapnya setelah Refan turun, tapi kali ini Mike tak langsung pulang melainkan ke rumah Nia, setelah menempuh waktu yang sedikit lama ,kini mobil Mike sudah memasuki halaman rumah Nia.
Mike berjalan dengan pelan menghampiri pintu rumah itu, betapa terkejutnya saat mendengar suara orang yang muntah muntah, tanpa pikir panjang,Mike langsung saja mendorong pintu yang tak terkunci itu.
''Din, ucapnya lantang dan menghampiri Nia yang duduk di kursi sambil memegang sebuah kantong kresek.
Nia tak menjawab, karena badannya yang begitu lemas,
''Kamu kenapa? ''tanya Mike sambil jongkok di depan Nia dan membantu memijat tengkuk lehernya.
Nia menggeleng.
''Kenapa mas ke sini jam segini, tanya Nia dengan suara lemahnya, karena melihat jam yang sudah hampir malam.
''Kamu belum menjawabku, kamu kenapa,? tanya Mike mengulang.
__ADS_1
''Aku cuma pusing saja, besok juga pasti sembuh, lagi pula aku sudah beli obat kok tadi, ucap Nia serius ,berharap Mike tak khawatir dengannya.
''Apa kamu sudah periksa ke dokter? '', tanya Mike dengan muka yang sangat cemas,
''Belum, ini cuma pusing biasa, besok juga aku sudah kerja, kamu nggak usah khawatir gitu, aku sudah biasa, ucap Nia santai.
''Apa kamu biasa pula sendirian dalam keadaan sakit kayak gini, dan kamu nggak pernah periksa ke rumah sakit?''
Nia menggeleng membuat Mike terenyuh.
Kamu wanita yang sangat kuat, apa kehidupan kamu memang seperti ini setelah ayahmu meninggal, apa kamu memang sendirian meskipun sakit, kenapa sekian lama aku tinggal di sini tak bertemu denganmu lebih awal. batin Mike,
Mike masih saja memandang wajah yang pucat dengan badan yang di senderkan itu.
''Kita ke rumah sakit, aku nggak mau terjadi apa apa sama kamu ?''ucap Mike sambil berdiri.
Namun Nia menarik tangan Mike, akhirnya Mike berbalik dan duduk di samping Nia.
''Nggak usah, aku nggak mau ngerepotin mas, lagi pula ini sudah malam, mendingan mas pulang, aku nggak mau kalau warga menuduh mas yang nggak nggak ,kata kata Nia membuat Mike semakin nggak tega untuk meninggalkannya.
Mike keluar dari rumah Nia tanpa bilang apa apa ,dan tak berselang lama, Mike bersama Ibu ibu yang tak lain adalah tetangga Nia.
''Ya ampun Nia ,kamu kenapa? ''sang tetangga pun heran, melihat kondisi Nia yang lemas, Nia di kenal gadis yang selalu ramah dan ceria, meskipun Nia jarang sekali berkumpul dengan tetangga, tapi mereka tau kalau Nia adalah gadis baik baik.
''Kenapa Ibu ke sini, aku nggak apa apa?'', ucap Nia terkejut melihat tetangganya yang tiba tiba saja ke rumahnya.
''Aku yang memanggil Ibu ini untuk kemari, karena aku akan menginap di sini, jadi biar tidak ada fitnah .ucap Mike dari belakang.
Sang tetangga mengangguk dan tersenyum, ''Iya Nia, mas ini benar, biar Ibu tidur di sini, takutnya kalau cuma kalian berdua, nanti pasti akan di curigai oleh tetangga, ucapnya.
Akhirnya Nia tidur di temani tetangganya ,sementara Mike tidur di kursi depan yang sangat sempit, bahkan untuk merubah posisi pun Mike tak bisa ,sesekali Nia melihat Mike pun kasihan, orang yang sudah terbiasa tidur di ranjang yang luas nan mewah itu rela tidur di tempat yang sangat sempit demi dirinya, bahkan Nia pun tak pernah mengira bahwa orang yang di rindukannya itu masih saja setia menemani harinya setelah lama berpisah.
Bahkan untuk malam ini bukan Mike yang tak bisa tidur karena tempatnya yang sempit, melainkan Nia yang selalu saja melihat Mike yang kesusahan,
__ADS_1
Ternyata kamu masih sama seperti dulu mas, kamu selalu perhatian pada orang di sekeliling kamu, tapi aku yakin kamu sudah nggak sendiri lagi, wanita mana yang beruntung mendapatkanmu, batin Nia,