KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 210. Habis tempur


__ADS_3

Baru bekerja kurang lebih satu jam, Refan terus saja menguap ,itu di karenakan semalam tidak tidur sedetik pun, namun Refan malah senyum senyum sendiri saat mengingat semalam bahwa dirinya memang benar benar puas dengan sang istri.


Menurutnya memang tak ada duanya jika melakukan semua itu dengan cinta.


''Vi, tolong buatkan kopi sekarang!''perintahnya pada sang sekretaris lewat telepon.


Karena sudah tak tahan ,Refan menyenderkan punggungnya sambil memejamkan matanya.


''Kayaknya aku nggak bisa kerja deh hari ini, meskipun berulang kali ke kamar mandi membasuh mukanya, betul betul ngantuk itu sudah bersemayam dalam dirinya.


Tak berselang lama, Viola datang dengan membawa secangkir kopi yang di minta Refan.


''Ini pak, ucap Viola sambil menyodorkan kopi tepat di depan Refan.


''Apa hari ini ada rapat atau meeting penting ?''tanya Refan.


''Tidak pak, saya sudah melihat jadwal bapak, cuma hari ini ada banyak masukan proposal untuk bapak tanda tangani, tapi belum saya bawa, ucapnya ramah dengan posisi berdiri di samping Refan yang sedang duduk di kursi kebesaraannya.


Refan hanya mengangguk saja, ''Ya sudah ,nanti kalau ada tamu kalau tidak penting amat bilang saja kalau aku lagi sibuk, kayaknya aku kurang enak badan. bohong Refan.


Apa ini gara gara semalam pak Refan pulang telat dan terlalu capek. batin Viola.


Padahal kalau saja saat ini kepalanya itu berpapasan dengan bantal ,mungkin matanya sudah tertutup rapat.


''Baik pak, setelah mendegar semua perintah Refan ,Viola pun kembali ke ruangannya.


Meskipun meminum secangkir kopi tak juga menyurutkan kantuknya yang sudah menjalar ke seluruh tubuh,.


''Argh.... mendingan aku tidur saja, toh juga nggak ada yang penting .gumamnya berjalan menuju kamar pribadinya dan langsung membaringkan badannya,


Sedangkan Mike seperti orang yang kebakaran jenggot saat menelpon Refan beberapa kali yang tak ada jawaban.


''Kenama sih ,nih orang ?''gumamnya bertanya tanya .


Nia yang melihat kegusaran suaminya itu pun langsung menghampirinya.


''Kenapa mas? ''tanya Nia duduk si samping Mike.


''Ini, si bos aku telpon dari tadi nggak di angkat juga ngapain saja sih tu orang?''.


''Mungkin lagi sibuk mas, coba aja telpon Nona,saran Nia.


Mike menimbang sejenak, ''Nggak usah, mendingan mas datang ke kantor saja,


Akhirnya Mike melajukan mobilnya menuju kantor Refan.


Setelah beberapa menit membelah jalanan yang sedikit macet ,kini mobil Mike tiba di depan gedung yang menjulang tinggi itu.

__ADS_1


Karena dirinya yang masih dalam masa cuti membuatnya sedikit santai.


''Selamat ya pak, atas pernikahannya, ucapan para karyawan yang mengiringi jalannya.


Mike hanya mengangguk saja, tak ada perubahan sama sekali.


Tiba di depan ruangan Refan ,Mike menoleh ke arah ruangan yang dulu menjadi tempatnya untuk bekerja,sekilas melihat Viola yang terlihat sibuk dengan pekerjaannya.


Tanpa mengetuk pintu ,Mike langsung saja masuk.


''Kok sepi kemana dia?'', gumamnya kecil melihat meja kerja yang kosong.


Mike terus berjalan menghampiri meja Refan, dan melihat pintu kamar yang terbuka.


Menghampirinya dan menghela nafas panjang.


''Tidur''.ucapnya perlahan,


''Apa apaan dia ,jam segini sudah ngorok .sambil melihat jam yang melingkar di tangannya


''Kayak pengantin baru saja habis lembur. gumamnya lagi.


Mike menghampiri ranjang dan melihatnya dari dekat.


Pulas banget ni orang ,apa yang terjadi padanya, Mike malah terlihat khawatir.


belum juga berbalik, suara serak khas bangun tidur itu mengagetkannya.


''Siapa yang sakit, aku cuma ngantuk, ucapnya sambil memiringkan badannya memunggungi Mike yang berdiri di sebelah ranjangnya.


Masih dengar juga ucapanku tho, batinnya.


''Ngapain kamu ke sini?'', ucap Refan ketus karena Mike sudah mengganggu ritual tidurnya.


''Kalau kamu mau pamer sudah gol, aku juga semalam habis tempur, jangan Pamer, belum juga Mike mengatakan sesuatu, Refan sudah lebih dulu menyerocos.


Mike tertawa keras saat mendengar omongan bosnya, membuat Refan langsung mengangkat kepalanya.


''Kenapa, apa ada yang lucu? ''.


''Kok tau kalau aku mau cerita itu, lagian bos ngalahin pengantin baru saja, bertempur sampai lembur, celetuk Mike masih mode tertawa kecil.


''Harus dong, terus Apa lagi ,aku sudah hafal sama mulut embermu itu, Refan semakin ketus dan beranjak menuju kamar mandi,.


''Ternyata bos indigo juga, katanya melihat punggung Refan.


''Bukan indogo,aku hanya mencium bau kemesumanmu itu.

__ADS_1


Setelah keluar dari kamar mandi ,Refan kembali duduk di ruang kerjanya dan kembali memanggil Viola lewat telepon untuk membuatkannya dua kopi.


Viola yang tidak tau kedatangan Mike hanya menggeleng karena di kira itu hanya untuk bosnya.


Sebenarnya kamu mau bicara apa sampai datang ke sini ?'',tanya Refan kembali dengan nada serius.


''Aku cuma khawatir ,masa iya aku telepon dari pagi tak di jawab juga, ucap Mike ikut serius.


''Lebay...


Hening sejenak karena Refan kembali membuka dokumen di depannya.


''Gi mana acara bulan madu kamu, rencananya kemana? '', tanya Refan di sela sela kerjanya.


''Ikut mama dan papa, mereka ingin aku ikut pulang ke sana, ucapnya jutek.


Sedang Refan hanya mengangguk saja,.


''Terus kenapa kok kelihatannya kamu nggak suka gitu?''tanya Refan melirik wajah Mike yang terlihat kusut.


''Apa nggak apa apa kalau aku ikut pulang ?'',ucap Mike sedikit ragu.


Refan tersenyum dan menghentikan kegiatannya ,menutup sebuah map di depannya.


''Mike, tidak selamanya kita itu dekat, terkadang juga bisa kita jauh, andai saja Mr Wilson memang menyuruhmu pulang, nggak apa apa, pasti papa juga nyari orang untuk memegang perusahaan itu, jangan perusahaan papa kamu jadikan alasan untuk tetap disini, lagi pula bukankah apa yang kamu cari di sini sudah kamu dapatkan?'', tanya Refan.


Kini giliran Mike yang mengangguk.


''Pasti papa juga nggak memaksa kamu untuk disini, jadi jangan di berat beratkan masalah yang ringan ini, aku nggak mau kamu terbebani ,los saja,


Omongan Refan membuat Mike lega karena banyak pilihan untuk kedepannya.


Di sela sela pembicaraannya yang mulai serius ,Viola masuk dengan membawa dua kopi panas,.


Oh.. ternyata ada pak Mike. batin Viola.


Viola memajukan langkahnya menuju meja kerja Refan.


Namun belum juga menaruh kopi di atas meja, Viola tersandung kaki meja dan membuat kopi yang di bawanya itu tumpah mengenai jas Refan.


Awww...Refan merasakan panas saat kopi mengenai tangannya.


Viola yang panik langsung saja mengambil tisu di atas meja dan mencoba mengelap jas Refan yang sudah kotor, sedang Mike hanya menjadi penonton saja.


''Maaf pak, berulang ulang kata itu yang keluar dari mulut Viola..


''Nggak apa apa, aku yakin kamu juga nggak sengaja kok''.kata Refan santai.

__ADS_1


Belum juga acara lap mengelap itu selesai, tiba tiba saja di depan pintu sudah ada yang menyaksikannya.


__ADS_2