
Di kantor yang menjulang tinggi itu ,Mike mengerjakan semua pekerjaan Refan dengan sangat tenang dan lancar, itulah kelebihan dari seorang Mike, tak ada yang luput dari pandangan karyawan pada sang sekretaris ini, setelah mereka mengetahui bahwa presdirnya sudah menikah, kini mereka mulai fokus mencuri pandang pada sang sekeretaris kece itu, bahkan salah satu dari mereka selalu saja mencari perhatian, meskipun Mike tak pernah menggubris tingkah para karyawan itu, mereka selalu saja mengeluarkan jurus jurus marmutnya demi mendapat perhatian dari Mike,walaupun terkadang mereka mempermalukan dirinya.
''Kamu heran nggak sih dengan dua pejabat di kantor ini, gumam salah satu karyawan, karena saat ini mereka sedang istirahat dan makan di kantin sambil bergumam mengenai Mike , karena itu sudah menjadi topik dalam berkumpul .
''Heemmm.. Kenapa,?'' ucap salah satu karyawan lagi, sambil mengaduk jus di depannya.
''Kenapa mereka bisa klop banget, bahkan mereka itu bisa di bilang serasi, meskipun pak Refan sudah menikah,tapi mereka masih saja bersama setiap saat, tapi apa pak sekretaris itu sudah punya pacar, atau sudah beristri?''. kini mereka saling penasaran, karena tak pernah mendengar berita dari orang terpandang itu ,meskipun mereka tak tau siapa sejatinya Mike ,mereka sudah mengenal Mike adalah orang yang hebat.
''Hizz.... diamlah, nanti ada yang dengar dan lapor pada pak Mike ,kita bisa di hukum, dia itu kan sudah menjadi bayangan dari pak Refan, ucap salah satu karyawan lagi,''
''Kalau kalian ingin tau ,follow aja medsosnya ,pasti kalau dia punya pacar akan di post, nggak mungkin kan di sembunyikan, akhirnya mereka memilih membuka ponsel masing masing ,setelah beberapa saat ,akhirnya mereka saling melihat ponsel satu sama lain.
''Ini kan, ucap nya sambil memperlihatkan foto Mike yang sangat tampan,namun masih ABG.
''Betul sekali, tapi mereka sedikit heran karena tidak ada satu foto wanita sama sekali, melainkan hanya fotonya sendiri, bahkan di akhir mereka melihat foto Mike dengan Refan,
''Apa jangan jangan mereka gay, salah satu karyawan mengucapkan dengan sangat keras hingga penghuni sebelahnya itu ikut menoleh.
''Sssttt... jangan keras keras, nanti kalau ketahuan yang lain kita bisa di massa, apa mau kita hari ini di pecat dan menjadi pengangguran.
Setelah makan siang itu usai ,semua berpencar menduduki tempat masing masing.
Tak seperti biasanya mereka selalu saja mencari perhatian, kini para karyawan itu hanya diam saja saat Mike lewat di depan mereka, meskipun Mike tak pernah peduli dengan sapaan para karyawan itu,tapi saat ini Mike merasa ada yang aneh dengan tingkah mereka yang diam.
Mike mengernyitkan dahinya saat melihat para karyawan wanita itu hanya diam dan menundukkan kepalanya alih alih melihat sesuatu yang ada di mejanya.
__ADS_1
Kenapa mereka, tak biasanya mereka membisu, batin Mike namun langkahnya tetap berlalu ke ruangannya.
Langkahnya yang gontai itu semakin menambah ketampanannya.
''Tunggu, ucap Mike pada salah satu karyawan laki laki yang sedang berpapasan dengannya.
''Iya pak, jawab laki laki berbadan sedikit pendek dan sedikit tua dari pada Mike.
Mike membicarakan sesuatu yang pelan ,karena sepertinya itu sangat rahasia, sedangkan karyawan itu hanya menjawabnya dengan anggukan saja.
Setelah pembicarannya itu cukup , Mike kembali melanjutkan kangkahnya menuju ruangannya.
Beberapa menit sudah lewat ,Karyawan laki laki yang sempat di tahannya itu pun muncul tepat di balik pintu ,entah punya berita apa, sampai membuatnya cengar cengir dan tak berjalan mendekati Mike.
Karyawan itu pun sedikit menjauh, bahkan kali ini hanya berdiri di depan pintu.
Karena semakin penasaran, mike mencium baju yang di kenakannya.
Wangi .batinnya .
''Berita apa yang kau bawa,?'' akhirnya Mike memilih untuk langsung pada intinya.
''Maaf pak ,mungkin berita ini akan sedikit menyinggung bapak, tapi alangkah baiknya kalau bapak menjelaskan pada mereka sendiri kalau sebenarnya apa yang mereka lihat itu tak benar, ucapan karyawan kali ini semakin membuat Mike bingung, pasalnya apa yang harus di jelaskan, Mike memutar otaknya, mungkin saja dia melakukan sesuatu yang membuat para karyawan wanita itu takut dan menjauhinya.
''Jangan basa basi ,cepat jelaskan, kenapa mereka telihat sinis padaku, ucap Mike sekali lagi, karena cepat ingin tau sebenarnya apa yang terjadi''.
__ADS_1
''Ka.... kata... mereka, bahkan karyawan itu menggantungkan kata katanya, belum berani untuk melanjutkannya lagi ada rasa takut dan menggelitik.
Karena semakin penasarannya, Mike beranjak dan menghampiri karyawan laki laki yang semakin gemetar.
''Apa, Mike pun ikut sinis, bahkan Mike seakan ingin marah, namun tetap di tahannya demi sebuah fakta yang terjadi.
Setelah mengumpulkan semua keberaniannya, akhirnya karyawan laki laki itu mengucapkan kata yang sudah menghantui hatinya dari tadi, ''Kata mereka bapak Gay, ucapnya lantang ,sehingga membalikkan badan besar Mike yang hampir saja sampai di meja kerjanya.
''Apa., sontak suara Mike pun ikut keras. sambil menggebrak meja yang membuat karyawan itu terkejut. namun karyawan itu masih saja mematung, dan tak bergeming sedikit pun.
''Mereka dapat berita dari mana,?'' tanya Mike sekali lagi ,kalau berita yang mereka dengar itu bukan dari mulut orang yang sinis padanya.
''Medsos, hanya itu yang bisa di ucapkan nya.
''Maaf pak saya permisi .ucap karyawan yang sudah ketakutan itu dan langsung membuka pintu,
Selamat, batinnya tepat di depan pintu,
Sedangkan di dalam ruangan itu, Mike semakin penasaran ,bagaimana bisa para karyawannya kali ini membuatnya jengkel dengan hanya dengan sebuah kesimpulan saja ,bahkan Mike sudah lama sekali tak membuka sosmednya,tapi dengan adanya berita ini Mike membuka kembali demi sebuah fakta.
Dengan cepat Mike mengambil benda pipih itu di atas meja dan membolak balikkannya, dengan tenang, Mike membuka sosmed akun miliknya dan menggeser beberapa foto yang terpampang.
Tak ada yang aneh, batinnya saat melihat beberapa gambar dirinya sendiri.
Bahkan sesekali Mike tersenyum melihat dirinya yang sangat tampan dan cool itu, sampai pada poin terakhir, barulah Mike terbelalak melihat fotonya dengan Refan, mereka berangkulan dan sama sama tersenyum ,bahkan dalam foto itu terlihat jelas Mike melirik Refan ,bukan mengarah ke arah kameranya,dan itu bukan cuma satu foto yang di post, ada beberapa foto dengan gaya yang berbeda,namun terlihat akrab.
__ADS_1
Ternyata ini yang membuat mereka berburuk sangka padaku. batinnya kembali.
Namun Mike tetap menghadapinya dengan santai dan tak emosi seperti tadi, karena baginya ini sangat menguntungkan supaya para karyawan itu tak mencoba mencari perhatian lagi.