
Mike masih berdiri di depan pintu kamar Nia menunggu sang empu keluar, namun beberapa kali mengetuk tak ada sahutan ataupun tanda tanda Nia untuk membuka pintu ,.
Sedangkan Refan dan Sahila yang baru turun dari kamarnya hanya bisa mengatakan sabar,
Sahila ikut sedih dengan masalah yang menimpa Mike saat ini.
Melihat mantan sekretarisnya duduk di ujung tangga sambil memegang kedua dagunya, Refan pun hanya bisaa melihat saja dan sesekali menguatkan untuk terus berjuang.
''Tenang, kamu bisa jelaskan kalau kita cuma bercanda, dan aku akan bantu kamu, kini keduanya dalam mode yang serius.
Mike menghela nafas, ''Bagaimana menjelaskannya, ponselnya saja tidak aktif, terus ini orangnya tak bisa di temui, bagaimana coba, Mike seakan tak terima dengan sikap Nia kali ini padanya.
Belum juga berdiri ,pintu kamar Nia terbuka dengan pelan,.
Ada senyuman yang menghiasi wajah Mike kali ini melihat kekasihnya keluar dari kamar.
''Sayang, akhirnya kamu mau menemuiku. ucapnya sambil memeluk Nia.
Setelah lama tak ada balasan ,Mike mengendurkan pelukannya dan melihat sesuatu yang mengejutkan ada di belakang kekasihnya itu.
''Apa ini ?''tanya nya menggeser tubuh Nia.
Mike memegang koper yang ada di belakang Nia, membolak balikkanya sambil sesekali melihat Nia dari belakang.
''Kamu mau kemana ?''tanya nya lagi sedikit penasaran.
''Aku mau pergi. ucap Nia terbata tanpa menoleh ke arah Mike.
''Pergi?'' Mike kembali melihat wajah Nia yang mulai berlinang air mata.
Mike merasa seakan jantungnya berhenti berdetak saat mendegar kata pergi dari bibir Nia, karena itu tak pernah terbayang olehnya, apa lagi mengingat kesalahannya yang semalam pun tak terlalu besar.
''Pergi kemana, apa kamu mau ninggalin aku,?'' Mike bertanya lagi karena saking penasaran.
Dengan cepat pula Nia mengangguk.
Melihat adegan di depan pintu kamar Nia ,semua ikut terbawa suasana, Apa lagi Sahila yang sudah menangis di pelukan Refan.
__ADS_1
''Hai tenanglah ,duduk, mas akan bantu jelaskan pada Nia. ucap Refan memegang kedua lengan Sahila.
Dengan gontainya Refan menghampiri Nia dan Mike yang masih berdiri di depan pintu, Sedangkan pak Cakra hanya menjadi penonton dan tak ingin ikut campur ,bukan maksud cuwek, berharap pemuda itu bisa mengatasi masalahnya sendiri.
''Nia aku akan jelaskan, kalau tadi malam itu cuma bercanda ,dan kamu jangan menanggapinya dengan serius, Refan ikut menjelaskan.
Nia sama sekali tak bergeming, hanya diam dan masih mematung, satu patah kata pun tak keluar dari mulut nya, akan tetapi air matanya itu sukses membuat suasana semakin mencengkam, semua ikut sedih menyaksikannya.
Melihat Mike hanya menunduk, kini Nia menoleh melihat kekasihnya.
Mike pun ikut menatap manik mata kekasihnya.
''Jangan pergi, aku mohon, !''ucapnya sambil menangkup kedua pipi Nia.
''Maaf, tapi aku tetap akan pergi dan keputusanku ini tak bisa di batalkan, dan terima kasih karena selama ini kamu sudah mencintaiku, sedangkan aku tak bisa membalas apa apa untuk mu, Nia mengucapkannya dengan tangis dan memegang tangan Mike.
Mike pun tak bisa mengatakan apa apa lagi, mulutnya mulai terkunci dan jiwanya ambyar,
Setelah puas melihat wajah Mike, Nia langsung menarik koper keluar rumah ,meskipun berulang kali Refan dan Mike mencegahnya, Nia tak peduli dan terus berjalan masuk ke dalam taksi.
Tak terasa Mike mengeluarkan air mata saat mobil yang di tumpangi Nia itu menghilang.
''Tapi dia sudah pergi, dan aku tidak tau harus bagaimana, pernikahan kami sudah siap, mama dan papa akan tiba hari ini, tapi kalau Nia pergi aku akan menikah dengan siapa,?'' ucap Mike menjambak rambutnya.
Seakan tak punya tujuan hidup, itulah Mike saat ini, berulang kali Nia meninggalkannya ,tapi kali ini Mike merasa sangat hancur berkeping keping, karena ini adalah kesalahannya.
Kini bukan hanya Mike yang merasa bersalah, Refan pun ikut bersalah, apa lagi Saat Sahila memukul dadanya dan menangis.
''Tenang lah sayang, mas akan mencoba lagi, semoga Nia mau mendengarkan mas, oke, Refan menenangakan Sahila yang terus saja menangis, bahkan Sahila tak sempat berpamitan dengan Nia.
''Memangnya mas tau Nia pergi kemana? ''pertanyaan Sahila membuat Refan dan Mike terbelalak karena dari mereka tak ada yang menanyakan kemana Nia pergi.
''Mungkin ke rumah pak lek Hajir, ucap Refan dengan santainya.
Mike menghela nafas panjang karena fikirannya pun sama seperti Refan.
__ADS_1
''Tapi jangan sekarang kamu ke sananya, biarkan dia tenang dulu, dan aku akan menemanimu ke sana besok atau mungkin lusa, Refan mencoba membuat Mike tenang..
Akhirnya Mike memutuskan untuk pergi ke bandara menjemput Mr Wilson dan Nyonya nya.
''Makanya kalau bercanda jangan keterlaluan, kalau aku belum punya anak,aku juga akan ikut Nia, Sahila kembali menggertak Refan.
''Maaf ,''hanya itu yang bisa di ucapkan Refan saat ini.
Di dalam mobil ,Mike masih memikirkan tentang kepergian Nia dan mencari cara mengatakan pada Mama dan papanya tentang kepergian Nia.
Karena pasti yang di cari nyonya Wilson pertama kali adalah Nia.
Mudah mudahan saja mama tidak menanyakan Nia sampai aku berhasil membawanya kembali ,fikirnya dan kembali fokus menyetir.
Setelah mobil berhenti, Mike berlari menghampiri mama dan papanya yang sudah mematung menunggunya.
''Ma... panggilnya sambil memeluk wanita yang sudah melahirkan dan membesarkannya.
Tanpa kata Nyonya Wilson melihat arah belakang Mike.
''Mana calon menantu mama ,kok dia nggak ikut? '', tanya nyonya Wilson seketika.
Emm.....mode memikir ''di rumah, jadi sekarang kita pulang mama istirahat dulu, pasti mama capek kan, dan besok baru mama akan bertemu dengan Nia, Mike mencoba mengalihkan pembicaraannya ,berharap sang mama lupa dengan Nia.
''Tapi tidak biasanya lo Mike, biasanya dia yang selalu antusias dengan calon mertuanya, tapi kali ini kenapa dia tidak mau ikut,?'! papa Wilson kembali membahas tentang Nia.
Mike hanya diam, bingung ,alasan apa lagi yang akan di katakannya, pasti nyonya Wilson pun tidak akan sampai disini, sampai apartemen pun pasti akan menanyakan Nia lagi dan lagi, karena tak ingin menjadi beban ,akhirnya Mike memilih untuk jujur.
''Nia pergi, ucapnya yang membuat Nyonya Wilson langsung menarik lengan Mike dari belakang.
''Apa ,pergi, kemana, bukankah hari pernikahan kalian sudah dekat, kalau sampai dia nggak kemabli gi mana, semua sudah siap, nyonya Wilson sedikit marah dengan apa yang terjadi.
Mike menatap wajah wanita di depannya itu.
''Mama tenang saja, besok aku akan bawa dia kembali, jadi mama tidak usah khawatir .meyakinkan.
''Tapi kalau Nia nggak mau kembali lagi, kamu gi mana, kamu harus mau menikah dengan wanita pilihan mama, karena mama tidak mau di permalukan, ucap nyonya Wilson.
__ADS_1
Dengan terpaksa dan pasrah Mike pun mengangguk menuruti apa kata mamanya.