KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 21.Viral


__ADS_3

Setelah beberapa jam Refan akhirnya membuka matanya dan mendapati Kania yang masih tertidur pulas di sampingnya.


Refan menghadap sang istri dan membelai rambutnya.


''Ternyata kamu sudah tidak perawan ,siapa orang yang pertama kali menjamah dirimu, Refan sambil tersenyum sinis,


''Kenapa gue jadi ingat sama Doni, katanya dia mau nikah, emang beneran dia udah mendapat jodohnya? ''gumam Refan.


Refan mengambil ponselnya, dan langsung mengirim pesan untuk Doni, karena takut mengganggu Kania jika bicara lewat telepon.


✉️


'Hai Bro, apa kabar,?


✉️


''Gue baik, Wah pengantin baru apa nggak lembur, sempat sempatnya kirim pesan, Doni sambil bercanda.


✉️


''Sialan lo, bercanda aja terus, Iwan di mana? tanya Refan.


✉️


''Nih, ada di samping gue, lo kenapa sih nggak ngomong langsung aja, ngapain pesan pesanan kayak gini, kayak orang pacaran aja, ✉️


''Kania lagi tidur, gue takut bangunin dia ,


✉️


''Wah, pasti habis belah duren nih, gi mana Bro rasanya, boleh minta bocoran nggak, bentar lagi gue nikah nih?''


✉️


''Lo serius mau nikah, cewek mana yang mau sama lo,


✉️


''Wah, lo nggak usah ngeledek ya, nih gue lagi sama dia ,kita lagi jengukin temannya yang lagi sakit.


✉️


''Iwan juga ikutan di situ, emang kalian kenal juga? ''


Itu pesan terakhir dari Refan yang belum sempat di balas oleh Doni, karena Nesya memanggilnya.


Doni menghampiri Nesya yang duduk di dekat Sahila, sementara hari sudah mulai gelap, Sindi dan Rendy pun pamit, sedangkan Pak Cakra pergi ke kantor karena ada urusan, kini Iwan, Doni dan Nesya yang menunggu Sahila di rumah sakit.

__ADS_1


''Kenapa Nes, apa perlu bantuan?''


''Nggak, cuma heran aja, mas Doni kelihatannya sibuk banget sama ponsel ,emang mas Doni lagi chatingan sama siapa?''


''Siapa lagi kalau bukan pengantin baru si Refan itu, jawab Doni.


Apa yang pak Refan katakan?tanya Nesya.


''


''Nggak ada, cuma nanya keadaan aku dan Iwan ,dan nanya kita di mana gitu aja.


''Terus kak Doni bilang apa, kali ini Sahila yang angkat suara, membuat semua memandangnya lekat, apa lagi Nesya yang tau akan sikap Refan padanya.


''Kalian kenapa, kok melihatnya gitu, aku kan cuma nanya, apa nggak boleh?''


''Ya aku bilang, aku dan Iwan di rumah sakit,


''Terus, tanya Sahila semakin penasaran.


''Udah, itu aja,aku belum jawab lagi, tapi Nesya sudah memanggilku,


Sahila menghela nafas panjang membuat Nesya semakin penasaran.


''Kenapa dengan Sahila, sebenarnya apa yang di tutupinya, pak Refan sangat membenci Sahila, tapi sekarang dia tinggal di rumah papanya pak Refan, dan papanya pak Refan sangat menyayangi Sahila, apa jangan jangan Refan adalah calon suami yang ninggalin Sahila, apa mungkin semua itu benar, apa aku harus tanya mas Doni,


''Nes kamu kenapa kok bengong? ''


''Nggak kok Sa,siapa yang bengong, aku lagi lihatin kamu,


''Oh, iya kak Iwan, mana oleh olehnya ?''tanya Sahila sambil mengeraskan suaranya.


''Ya, ampun Sa, pesta Refan aja belum kelar, dan Om Cakra sudah ngajak kita pulang, mana sempet aku beli oleh oleh, kamu tau nggak ,Om Cakra itu sangat khawatir sama kamu, jadi kita itu juga belum istirahat sama sekali, Iwan meyakinkan.


''Maaf, aku sudah bikin kalian susah. Sahila melas.


''Sudah, nggak usah di pikirin ini kan musibah, lagian aku cuma bercanda kok, kapan kapan, kita ke sana bareng bareng ya, Iwan sambil menaik turunkan alisnya.


------------------------


Di Negara L


''Sayang kamu sudah bangun?'' tanya Kania yang mulai membuka matanya dan melihat Refan, yang sedang memainkan ponselnya.


''Hemm, hanya jawaban singkat dari Refan,


Kania mengambil ponsel dari tangan Refan, karena Refan sibuk dengan ponselnya dan Kania merasa di acuhkan.

__ADS_1


''Kamu kenapa sih sayang, dari kemarin sepertinya kok cuwek banget sama aku, tanya kania yang masih dengan sifat manjanya.


Refan hanya tersenyum simpul,


''Aku nggak apa apa, aku lagi capek aja ,sini ponselnya, Aku mau bicara sama sekretarisku kalau aku belum bisa masuk hari ini,


''Kamu nggak bohong kan sama aku?''


Refan menggeleng,.


Aku nggak mungkin jujur sama kamu Ka, aku takut kamu tersinggung,Aku kira kamu dengan para lelaki cuma sebatas ciuman dan nggak lebih, tapi aku salah, meskipun Aku bukan orang pertama bagimu, tapi aku akan memperjuangkan cintaku untukmu, batin Refan.


''Sayang, kita jalan jalan yuk, aku bosen nih dari kemarin di kamar terus,


Refan mengangguk.


Kini mereka sudah berada di pusat perbelanjaan negara L yang sangat terkenal, namun kemunculan pengantin baru ini sudah menjadi pusat perhatian media, banyak wartawan yang meliput sepasang pengantin baru ini.


Kania yang selalu menjawab pertanyaan, sedangkan Refan lebih banyak diam.


Berita Refan pun langsung tersebar di seluruh nusantara,


Iwan dan Doni langsung membuka ponsel masing masing.


''Wah, hebat, artis kita lagi viral nih, kata Iwan sambil menarik narik layar ponsel .


''Kenapa mereka udah keluar aja sih, apa mereka nggak lembur lagi, kata Doni yang langsung mendapat pukulan dari Nesya .


''Aduh... kenapa kamu pukul aku, apa aku punya salah sama kamu? ''tanya Doni sambil mengelus lengannya yang sedikit panas,


''Mas, kalau bicara di lihat kanan kiri depan belakang, jangan nyerocos aja, mas pikir ini kamar mandi dan omongan mas nggak bisa di dengar siapa siapa? Nesya jengkel.


Doni melirik ke arah Sahila dan meminta maaf,


''Sa, kamu nggak pingin lihat sepupu kamu lagi viral?'' Iwan sambil berjalan menghampiri Sahila yang tiduran di atas ranjang.


Sepupu, Doni kaget,


Sahila tersenyum manis seperti gula,


''Boleh, siapa sih yang nggak pingin lihat saudaranya bahagia dengan istrinya. Jawab Sahila dengan wajah penuh kepalsuan.


Mas, kelihatannya kamu sangat bahagia, pantas saja kamu menolak perjodohan ini, ternyata Kania lebih cantik, dan kalian adalah pasangan yang serasi, aku akan mencoba mulai kehidupanku yang baru dan akan mencoba tidak mengharapkanmu, namun untuk saat ini akau belum bisa untuk mencintai orang lain selain dirimu, kekasih kecilku. Ya Tuhan kuatkanlah aku, semoaga aku bisa melewati kehidupan yang pahit ini ,dan akan mendapatkan kebahagiaan. Batin Sahila miris,


Sementara Nesya mulai tidak fokus untuk melihat video yang di tunjukkan Doni, dan kini Nesya melihat ke arah Sahila yang mulai mengeluarkan air matanya.


Sekarang aku semakin yakin Sa, kalau kamu dengan pak Refan ada hubungan yang lebih serius, dan pasti kalian bukan sepupu, aku sudah bisa melihat dari wajah kamu, kamu bisa bohong dengan ucapan kamu, tapi kamu nggak bisa membohongiku dengan wajah kamu yang selalu bersedih ketika menyangkut pak Refan, setelah kamu sembuh aku akan langsung menanyakan sama kamu, aku nggak mau kamu merasa bersedih sendirian. batin Nesya.

__ADS_1


Sedangkan Di atas ranjang, Sahila hanya menyeka air matanya yang sesekali jatuh membasahi pipinya, dan itu tak di sadarai Iwan maupun doni.


__ADS_2