KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 239. Mencari cara


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, tak ada yang bersuara termasuk Ana sang baby sister, apa lagi princes Kayra yang sedang tidur membuat suasana mobil semakin hening, Sahila masih teringat kejadian di Villa Refan yang membuatnya jengkel,


Kenapa lama banget sih marahnya, aku kira kemarin pas bukain pintu dia memaafkan aku ,tapi kenapa sekarang diam lagi, batinnya.


Sesekali Refan menoleh ke arah Sahila yang sedang sibuk menilik layar ponselnya.


Tiba tiba saja ponsel Refan berdering memecahkan suasana.


Refan melihat ternyata dari Mike ,namun Refan tak mengangkatnya karena hatinya saat ini terasa kacau dan tak fokus untuk bicara, apa lagi dirinya sedang mengemudikan mobilnya.


''Kenapa nggak di angkat?'', tanya Sahila dengan nada datar.


Refan menggeleng, ''Nanti bisa ketemu langsung.


Sudah tak ada lagi yang perlu di omongin ,sebenarnya Refan penuh penekanan saat di diamkan seperti itu, tapi apa daya butuh kesabaran untuk membuat Sahila kembali tersenyum,


Kita menikah sudah lama, tapi baru kali ini aku melihat kamu benar benar marah padaku, apa ini kemarahan yang selama ini terpendam yang ada di dirimu, bicara dalam hati.


Beberapa jam berlalu, kini mobil Refan pun sudah terparkir di depan rumahnya.


Sahila langsung saja keluar dari mobil, sedangkan Refan sedikit marah malah membentur benturkan kepalanya di setir lalu memandang punggung Sahila yang membuka pintu rumah.


Ana tau kalau kedua majikannya itu sedang bertengkar pun ikut turun membuntuti Sahila.


Di dalam rumah ,Sahila melihat ke arah pintu,


''Mas Refan kok belum masuk juga sih kemana dia? '',gumamnya.


''Ana, panggilnya saat Ana lewat di sampingnya.


Ana mendekat.


''Apa mas Refan masih ada di depan?'', tanya nya namum pandangannya masih fokus ke pintu yang sedikit terbuka.


Ana tak mau berkata panjang lebar hanya mengangguk saja ,meskipun Ana masih sempat lihat kalau Refan terlihat frustasi ,baginya itu bukan urusannya yang harus ikut campur.


''Permisi Bu, pamit Ana lalu berjalan meningglkan Sahila yang masih mematung dan terlihat khawatir.

__ADS_1


Ngapain mas Refan lama di mobil, nggak biasanya, heran.


Kerena tak kunjung datang juga, Sahila langsung pergi ke kamarnya karena capek.


''Nanti juga masuk sendiri ,terus ngapain juga aku susul, gumamnya kecil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, membersihkan diri lalu membaringkan tubuhnya.


Sedangkan Refan dengan pelan membuka pintu mobil dan berjalan pelan seperti tak berdaya menuju pintu utama.


Memandang sudut ruangan dasar sepi ,hanya para pelayan yang terlihat wara wiri melakukakn aktivitasnya.


''Kelihatannya capek sekali den?'', tanya Bibi.


Mengangguk pelan itulah jawabannya saat ini.


''Apa aden perlu sesuatu?'', tanya kembali karena melihat wajah Refan yang terlihat lesu.


''Tidak Bi, terima kasih. ucapnya karena tak mau larut tenggelam dalam masalah, Refan langsung berjalan menuju kamarnya, ingin rasanya saat ini juga menjelaskan dan menanyakan sebenarnya apa yang ada dalam hati Sahila saat ini.


Ceklek.


Refan membuka pintu dengan pelan, namun saat pandangannya menagkap Sahila yang sudah terlelap dari balik selimut, Refan mengurungkan niatnya ,menuju kamar tamu dan membersihkan dirinya.


''Bi bos mana?'', tiba tiba suara familiar itu terdengar sampai kamar tamu yang ada di lantai dasar.


Refan langsung saja beranjak keluar kamar untuk menemui Mike ,takut kalau memanggilnya ke kamar.


''Cepet banget, apa tadi kamu nelpon aku sudah perjalanan ke sini?'', tanyanya sambil berjalan menuju ruang kerja.


Mike melihat ada muka masam yang di tampilkan bosnya.


Kenapa dia, apa sedang berantem dengan Nona ? Memprediksi dalam hati.


Saat kedunya sudah duduk, Refan langsung mendongakkan kepalanya dan memejamkan matanya.


''Ini pasti ada masalah, Mike mengucapkannya dengan lantang dan penuh percaya diri yakin kalau apa yang di duga itu benar.


''Dari mana kamu tau?'', tanya Refan pun dengan mata masih terpejam.

__ADS_1


''Haha... apa aku harus tertawa dengan kebodohanmu yang belum juga bisa menilaiku, bahkan aku tau saat ini bos sedang berantem dengan Nona ,


Mendengar ucapan Mike ,Refan langsung saja melemparnya dengan pulpen yang ada di depannya.


''Sialan, bukan hakmu untuk menertawakanku, kamu hanya boleh membantuku bagaimana caranya untuk minta maaf, Melepaskan suara dengan santainya.


Mike kembali menahan tawa yang sudah berada di pucuk bibirnya demi keselamatannya,


''Tergantung, bahkan ucapan Mike kali ini mengingatkan tentang kesalahannya saat masih berada di Villa.


Akhirnya Refan menceritakan semuanya, apa yang di lakukan sampai membuat Sahila marah dan tak mau berbicara dengannya.


Mike menjentikkan jarinya,.


''Nah, itu lah keberuntungan bos ,ucapan Mike membuat Refan menahan emosi kali ini ,meskipun rasa hati ingin menonjok karena di bilang beruntung, Refan masih bisa menahannya demi sebuah bantuan dari Mike.


''Kalau aku jadi Nona, aku akan minta cerai, mengucapkan sambil mengangkat lima jarinya berharap Refan tak memotong pembicaraannya, meskipun Amarahnya sudah di ubun ubun,


''Lagian siapa suruh bos membuat Nona marah, meskipun itu bercanda ,tapi bagi nona nggak lucu kalau mengenai wanita, dan aku yakin minta maaf saja tidak cukup karena menurutku kesalahan bos ini sangat fatal, Sambil menunjuk ke arah meja.


Refan diam sambil berkelana memikirkan memang benar kalau ucapannya itu sangat lah salah, Sahila wanita yang lembek itu takkan sanggup lagi jika harus lagi lagi mengeluarkan air mata untuknya.


''Terus apa yang harus aku lakukan sekarang?'', tanya nya.


''Sekarang bos harus ke kamar, bikin puisi pantun atau lagu, pokoknya yang romantis yang membuat nona luluh lah, Seperti mengejek sambil menghitung dengan jarinya .


Dengan seketika Refan langsung menggebrak mejanya degan keras,dan mencondongkan kepalanya.


''Aku bukan seniman yang bisa bikin karya seperti itu, aku ini pembisnis apa tidak bisa membujuknya menggunakan profosal.


Itu tu blo onnya minta ampun, masa iya nona di kasih profosal langsung memaafkannya itu, Cih suami macam apa, tidak bisa membuat istrinya senang .batinnya mengumpat.


''Terserah ,kalau bisa menurut apa kataku ,aku jamin rumah tangga bos akan tentram ,tapi kalau bos mau merayu nona dengan profosal, aku yakin kali ini nona akan benar benar minta cerai ,sudah aku pulang dulu, nanti kalau nyonya Wilson nyariin mati aku, bisa di bilang anak durhaka, semoga sukses, sambil menepuk bahu Refan seperti tak ada akhlak untuk ukuran sekretaris.


Seperginya Mike, Refan masih saja diam sambil memejamkan mata kembali memilih cara apa untuk meminta maaf pada Sahila yang sedang memarahinya saat ini.


''Apa semua yang dikatakan Mike itu benar, gumamnya kecil, ''Tapi bagaimana kalau itu semua tidak berhasil, cara apa lagi yang harus ku lakukan, masih dengan kebingungan.

__ADS_1


Akhirnya tanpa fikir panjang, Refan langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kerjanya menuju kamarnya.


__ADS_2