
Kedatangan Mike dan Nia membuat Refan melupakan masalahnya sejenak,masalah yang dari tadi membuatnya pusing, karena dari keduanya hanya membahas kebersamaannya dengan sang istri masing masing, apa lagi Mike yang pamer memperlihatkan kemesraannya di depan Refan.
Dan Refan yang tak mau kalah pun terlihat sangat mesra membuat para pembantu yang bekerja ikut senyum senyum sendiri melihat tingkah konyol majikannya.
Apa lagi saat ini Kyara yang sedag tidur di kamar sangat membantu Refan untuk tidak kalah mesra dari pasangan pengantin baru di depannya.
Meskipun Mike laki laki yang sangat romantis tapi jangan di tanya, Refan jauh lebih dari kata itu, bahkan bisa di bilang romantis tingkat dewa.
''Princes mana sih, kok nggak bangun bangun, nggak tau apa kalau pacarnya datang?'', kata Mike dengan lantang,karena Mike yang memang sudah kalah romantis dengan mantan bosnya.
Sahila yang merasa kalau Kyara memang sudah lama tidurnya ,karena dari perjalanan pun Kyara sudah tertidur pulas.
Kini dirinya beranjak menuju kamarnya setelah Mike mengingatkannya tentang sang buah hati.
Dan ternyata kali ini Kyara sudah mulai aktif dengan pergerakannya pun sudah tengkurep dan sudah tidak dalam tempatnya semula.
''Anak mama, ujarnya sambil berjalan menghampiri Kyara.
Sedang si bayi Mungil itu hanya bisa cengar cengir saja merasa senang kalau ibunya sedang menghampirinya,.
Sesampainya di bawah, Nia langsung mengambil alih Kyara dari tangan Sahila.
''Tuh, Nia sudah cocok, dan aku harap kamu juga cepat hamil ya, ucap Sahila memegang perut rata Nia.
''Pastinya dong Nona, dan kalau anak ku nanti laki laki, pasti akan menjadi suaminya Princes Kyara, ucapan Mike membuat Refan langsung menghentikan kunyahan cemilannya dan menatap lekat Mike.
''Tidak... ucapan itu langsung saja meluncur dari mulut Refan dengan spontan.
''Kenapa, aku kan tampan ,pasti anakku juga tampan seperti ayahnya, terus apa masalahnya, Mike terlihat protes dengan penolakan Refan.
Nia dan Sahila kini malah menjadi penonton kekanakan suaminya masing masing.
''Ya nggak suka saja, memangnya kenapa,aku kan ayahnya, aku dong yang berhak memilihkan suami untuknya, kenapa jadi kamu yang repot .ucap Refan mulai dengan nada sinis.
__ADS_1
Sahila dan Nia yang sudah tidak sabar dengan suaminya itu langsung mengulurkan tangan di tengah tengah kedua laki laki dewasa itu.
''Kalian kalau mau ribut mendingan buat ring, dan tempat khusus untuk beradu mulut, kalian nggak kasihan sama Kyara yang harus mendengar ocehan nggak penting, ucap Sahila kesal pada suaminya dan juga Mike.
''Iya, lagi pula kamu juga mas, aku saja belum hamil, kamu sudah main jodoh jodohin segala, iya kalau anak kita nanti laki laki, kalau perempuan juga, apa kamu mau jodohin mereka, Nia menimpali karena sudah bosan mendengar pertengkaran keduanya.
Aduh... inilah wajah istri yang sesungguhnya, sungguh mereka itu akan cerewet pada kami para suami ,karena itu memang sifat asli mereka yang baru di keluarkan saat kesal, batin Mike sambil menggaruk tengkuk lehernya.
''Iya, iya, kami minta maaf, ucap Refan dan Mike bersamaan.
Kebersamaan mereka memang selalu di penuhi dengan kericuhan kecil, meskipun begitu, rasanya memang tidak afdhol bagi Mike untuk tidak membuat masalah pada mantan bosnya itu.
Begitu juga Refan, rasanya kurang lengkap jika belum memaki Mike dengan mulutnya sendiri.
Apa lagi sekarang dari keduanya itu selalu saja ada hal hal yang di rebutkan.
Pertemuan terakhir Refan dan Mike itu sangat lah berarti dan banyak pesan dari keduanya, meskipun jauh, Refan maupun Mike berharap dari mereka untuk tidak saling melupakan, apa lagi Refan mengingat jasa Mike yang sangat besar untuk dirinya pribadi dan perusahaan pak Cakra ,membuat Refan berulang kali mengucapkan terima kasih.
''Salam untuk Mr Wilson dan nyonya, maaf kalau aku tidak bisa menemuinya saat ini, ucap Refan sambil merangkul Mike.
''Selamat jalan ya Nia, aku pasti akan merindukanmu, ucap Sahila dan memeluk Nia.
Sempat ada rasa haru dari keduanya saat Nia maupun Sahila menitikan air matanya.
''Kita memang akan berpisah, tapi kita masih bisa bertemu lagi ,kamu jangan sedih, ucap Sahila melepaskan pelukannya.
''Nona jaga diri baik baik ya, aku pasti akan merindukan Nona juga, apa lagi Kyara yang cantik, Nia mencium pipi gembul Kyara yang ada di gendongan Refan.
Setelah mereka berpisah ,Mike kembali ke apartemennya dan mempersiapkan keberangkatannya.
Sedangkan Refan dan Sahila masuk ke dalam rumah, dan acara kali ini memang benar benar untuk istirahat,
Namun di dalam kamar ,Refan tak langsung istirahat melainkan membuka lemari pakaiannya.
__ADS_1
''Mas kamu tidurlah dulu, biar aku yang siapkan, lagi pula kamu pasti capek, dan siapkan diri kamu saja, kalau kita jauh, aku nggak bisa membantumu lagi,
Refan yang mendengar ucapan Sahila langsung saja naik ke atas ranjang, dan kini giliran melihat Sahila yang membuka koper dan menata pakaiannya.
''Berapa lama perginya mas?''. tanya Sahila di tengah tengah kegiatannya melipat baju Refan.
''Sedikit lama sayang, tapi mas akan usahakan cepat pulang kok, mana mungkin mas betah kalau harus jauh dari kamu dan Kyara.
Ucapan Refan mengingat ,selain hanya meninjau, jika tempatnya memang cocok untuknya, Refan akan membuat persiapan untuk membangun proyek secepatnya , dan mestinya itu memang membutuhkan waktu yang cukup lama baginya berpisah dengan istri dan anaknya.
Refan memeluk bayi kecil yang ada di sampingnya.
''Memangnya jauh ya mas, tapi nggak sampai ke luar negeri kan?'', Sahila semakin penasaran saat Refan mengatakan lama.
Huh... helaan nafas Refan.
''Jauh sih nggak terlalu, biasa saja , cuma tempat itu baru permulaan di buka ,dan tempatnya itu di pulau, jadi mas nggak bisa janji, karena mungkin masih jarang telekomunikasi dan transportasi, dengan terpaksa Refan mengucapkan hal yang memang akan di alaminya selama di tempat tujuan.
Dan Refan pun harus memasang kesabarannya di depan,karena ini pertama kalinya harus keluar kota tanpa Mike,
''Bajunya mau bawa berapa?'', tanya Sahila lagi,.
''Cukup, jawab Refan setelah melihat Sahila memasukkan beberapa baju untuknya.
''Jaket juga sayang, pasti di sana dingin, Entah kenapa kata itu membuat Sahila langsung menghentikan kegiatannya dan melihat kembali Refan yang asyik memainkan rambut lembut Kyara.
''Kenapa?'', tanya Refan melihat Sahila yang juga menatapnya.
Sahila menggeleng.
Kenapa aku merasa nggak tega ya, melihat mas Refan, apa ini memang cuma perasaanku, atau aku memang belum terbiasa di tinggalnya, batin Sahila.
Sahila menutup koper milik Refan dan kembali naik ke atas ranjang, membaringkan tubuhnya di samping Kyara,
__ADS_1
Karena sudah saking lelahnya, Refan kini sudah menutup matanya, Sahila pun ikut memejamkan matanya di samping Kyara.