
Refan langsung membuka satu persatu chat ,ternyata semua itu dari Mike yang ingin mengatakan apa yang di perintahnya sudah siap.
Setelah menunggu beberapa waktu, Sahila keluar dari kamar mandi,
''Mas, sebenarnya kita mau ke mana, apa itu jauh, ucap Sahila sambil mencari baju yang akan di bawa, namun dengan cepat Refan menutup lemarinya,
''Sedikit jauh, dan kamu nggak usah membawa baju, biar kita beli saja di sana. ucap Refan yang kini sudah berdiri tepat di depan Sahila.
''Tapi kenapa harus beli, aku nggak apa apa kok, kalau harus bawa dari rumah,.
''Hai ,mulai sekarang kamu nggak boleh membantah, kamu harus dengarkan apa kata suami kamu, ucap Refan serius sambil memegang kedua lengan Sahila.
Sahila hanya mengangguk dan tak membantah sedikit pun apa kata Refan.
Kamu memang sangat berbeda dengan Kania, aku nggak tau apa yang kurasakan saat ini, dulu aku kira Kania adalah orang satu satunya yang aku cintai, sampai aku mengabaikan siapapun yang ada di dekatku, tapi saaat aku memilikinya rasanya biasa saja, tapi sekarang saat aku di dekatmu, aku merasakan ada yang aneh, meskipun dulu aku sangat membencimu, tapi aku nggak tau apa aku hanya merasa bersalah padamu dan paman, ataukah aku benar benar menyukaimu, tapi aku akan tetap membahagiakanmu bagaimanapun caranya, batin Refan,
Sahila mengerutkan alisnya ,melihat tatapan Refan yang mengarah padanya.
''Kamu kenapa mas, apa ada yang aneh dengan wajahku?' ucap Sahila sambil mengusap pipinya.
Refan tersenyum, ''Ada, nih, kecupan langsung mendarat di pipi Sahila yang membuat sang empu malu.
Sesampainya di bawah, pertanyaan langsung muncul dari pak Cakra,
''Kalian mau kemana, sedikit heran melihat Refan dan sahila dengan penampilan rapi.
''Bulan madu, Aku akan mengajak sahila ke pulau A, maaf aku belum bilang sama papa, aku akan memakai jet pribadi papa, dan paling aku akan seminggu di sana.
''Pergilah ,dan papa ingin kabar baik dari kalian setelah pulang nanti, kanapa hanya ke pulau A, kenapa kalian nggak keluar negeri saja!''
''Aku bosan, kalau harus kesana, lagian di pulau itu lebih nyaman dan panoramanya juga tak kalah dengan luar negeri.
''Pilihan kamu tepat, papa harap kalian akan merasa senang, dan kamu Sa, nikmati saja ,kalau kamu pingin sesuatu, langsung bilang saja pada Refan pasti dia akan mengabulkan semua permintaanmu. ,
Sepanjang perjalanan, Sahila tak menghiraukan Refan yanhg berbicara, Sahila hanya melihat luar ,menikmati indahnya kota, sampai di pesawat pun Sahila masih tetap dengan pandangannya, apa lagi kalau bukan luar, mata Sahila terpana, karena ini pertama kali baginya, dan ini adalah momen yang tidak akan di lupakan. .
Refan hanya bisa melihat punggung Sahila,
__ADS_1
''Apa kamu sangat menyukainya ,sampai melupakan aku, bisik Refan,
''Maaf, aku hanya merasa takjub, baru kali ini aku melihat pemandangan sebagus ini,.
''Baiklah nikmati saja, dan nanti akan masih banyak pemandangan yang lebih bagus lagi,
Ucap Refan.
Refan memang memilih pergi sendiri tanpa Mike, karena di kantor Mike juga sangat di butuhkan.
Setelah mereka sampai, mereka langsung di sambut dengan ramah, karena setelah kepergian Refan pak Cakra sudah menyuruh body guart untuk melayani dan menjaga mereka ,
Refan tak heran, dan sudah menduga, karena ini pasti ulah sang papa,
Sedangkan Sahila merasa bingung melihat beberapa orang yang berbadan besar, dan memakai baju hitam mengikuti mereka sampai ke hotel,
''Mas, siapa mereka, kenapa ngikutin kita terus, apakah mereka orang jahat?'',
Refan hanya menggeleng dan tak mau memberi tau Sahila.
''Kalian beli baju untuk kita, dan setelah itu aku mau mengajak istriku ke pantai, kalian siapkan semuanya, perintah Refan pada body guart.
Setelah beberapa saat menunggu, semua perlengkapan baju Refan dan Sahila pun sudah sampai, Sahila merasa sangat lelah dengan perjalannanya,
''Mas, aku capek, aku mau tidur, ucap Sahila sambil menguap.
''Tidur lah, aku akan menjagamu di sini, ujarnya.
Setelah Sahila tidur, Refan keluar dari hotel meninggalkan Sahila untuk bertemu dengan body guart suruhan sang papa.
''Kalian persiapkan, aku akan mengajak istriku ke pantai nanti sore, aku nggak mau dia sampai mecewa, jangan ada yang kurang, dan lakukan sekarang,
''Baik tuan ,semua perintahmu akan kami lakukan, ucap sang body guart dan langsung pergi meninggalkan Refan .
''Aku tidak tau apa kesukaanmu, tapi aku akan selalu memberimu sesuatu yang belum pernah kamu rasakan, batinnya.
Setelah hari hampir sore ,Refan terpaksa membangunkan Sahila yang masih setia dengan mimpinya,
__ADS_1
''Sayang, apa kamu masih benar benar ngantuk, ucapnya sambil mengusap usap pucuk kepala Sahila.
Sahila menggeliat dan mulai membuka matanya dengan perlahan.
''Mas, kenapa, apa aku terlalu lama tidurnya?'' sampai kamu membangunkanku,
Refan menggeleng,
''Aku hanya ingin mengajakmu jalan jalan ke pantai, tapi kalau kamu nggak mau ya sudah,
''Siapa bilang aku nggak mau, aku akan senang ,ayo, Sahila langgsung menarik tangan kekar Refan,
Sahila merasa tertegun melihat air laut yang berwarna biru, pantai yang sangat indah ,ombak yang menerjang bibir pantai pun kini mengenai kakinya,awalnya Sahila hanya melihat saja, tapi Sahila terhanyut dengan air, tapi Sahila hanya bisa melirik Refan yang berdiri di sampingnya,
''Aku tau kalau kamu ingin main air, Bermainlah,aku akan menunggumu di sini, jangan jauh jauh,
Karena sudah mendapat izin ,Sahila langsung berlari, dan kini baju Sahila sudah basah ,
Cukup lama Sahila bermain air sampai bibirnya berwarna biru pun tak di rasa,
''Kamu terlihat kedinginan, tapi kenapa kamu masih betah, kita kembali saja ke hotel, aku nggak mau kalau kamu sakit!'',
Sahila hanya menggeleng,
''Aku masih pingin di sini?'',
Akhirnya Refan memberikan jaketnya dan kini Sahila merasa sedikit hangat,
''Kamu lihat itu, ucap Refan sambil menunjuk sunset,
''Wah....apa kita hanya bisa melihatnya di sini, dulu waktu di kampung aku juga ingin melihatnya, tapi itu harus ke bukit yang sangat jauh ,dan sampai sekarang pun tak pernah kesampaian, dan hari ini aku baru bisa melihatnya, dan ternyata di luar dugaanku ,bahkan kenyataannya jauh lebih indah dari yang aku bayangkan,
Kini keduanya menikmati indahnya sunset sambil duduk di atas paair, keduanya terhanyut dalam indahnya alam itu.
''Mas, tapi aku kok nggak lihat satu orang pun di sini, apa memang pantai ini nggak pernah di kunjungi orang? ''
''Sampai kita pulang nanti ,tempat ini hanya untukmu, dan nggak akan ada satu orang pun yang akan berada di sini, ucapnya santai.
__ADS_1
''O.......Mas, aku kedinginan, kita balik, ajak Sahila merengek.
Refan langsung berdiri dan kini mereka berdua meninggalkan pantai dan kembali ke hotel tempat penginapan.