
Semenjak di nyatakan hamil ,Sahila merasa dirinya lebih sempurna sebagai seorang wanita, itu di tunjukkan dari wajahnya yang selalu tersenyum di depan semua orang.
Meskipun sang buah hati itu belum sepenuhnya hadir ke dunia, namun tak bisa di pungkiri kalau hatinya benar benar merasa bersyukur.
Sama halnya dengan Sahila, Refan pun begitu selalu saja memanjakan sang istri ,permintaan apapun sebisa mungkin di wujudkan,
''Mas, sepertinya hari ini aku mau jalan jalan, aku sedikit bosan di rumah, ucapnya manja.
''Apa sih yang nggak buat kamu, mas akan mengantarmu, dengan santainya Refan menjawab.
''Kayaknya nggak usah, aku mau pergi sama Nia aja, aku nggak mau mas repot, ucapnya kembali., melihat Refan yang sibuk dengan laptopnya semakin membuat Sahila tak tega kalau harus mengganggunya.
''Apa kamu yakin, mau pergi dengan Nia sendiri. ?''
Sahila mengangguk.
''Memang mau jalan ke mana.?'' Refan memastikan.
''Aku juga belum tau, nanti aku hubungi kamu kalau aku sudah sampai tempatnya,
''Baiklah, kamu hati hati mas ke kantor dulu, ucap Refan pamit karena Mike sudah menunggunya.
Tak berselang lama Sahila pun pergi dengan Nia di antar pak Jono.
Setelah mobil berjalan beberapa menit, Sahila belum juga mengatakan tempat yang akan di tujunya, akhirnya pak Jono membuka suara.
''Jadi kita mau ke mana Nona?'', tanya pak Jono.
''Ke Mall aja deh pak., ucap Sahila.
Sahila turun di temani Nia masuk ke dalam mall besar, karena sudah beberapa kali masuk Sahila sedikit hafal dengan semua. tempat itu.
''Nia, apa kamu nggak mau beli baju atau sesuatu? '', tanya Sahila memegang tangan Nia.
Nia menggeleng.
__ADS_1
''Kenapa,?'' tanya Sahila ramah.
''Nggak kenapa napa Nona, aku nggak suka saja beli baju banyak banyak .ucap Nia.
''Baiklah, aku juga nggak suka, aku ke sini beberapa kali, itu juga cuma lihat lihat saja, sampai mas Refan bosen menemaniku, ucap Sahila teringat saat Refan mengeluh gara gara menemaninya di mall hanya muter muter saja.
Tak terasa sudah dua jam Sahila dan Nia di dalam mall, Sahila berbelanja keperluannya saja, dan tak membeli sesuatu yang menurutnya tidak berguna.
Sahila menghubungi Refan beberapa kali, namun tak di angkat juga, akhirnya Sahila mengirim pesan untuk Refan bahwa sekarang dirinya berada di mall.
Sedangkan di kantor, setelah rapat Refan baru membaca isi pesan dari Sahila, dan itu sudah satu jam yang lalu .
''Mike ke ruanganku sekarang !''ucapnya dari balik telepon.
Tak lama sekretaris tampan itu pun datang.
''Setelah ini apa jadwalku?'' tanya Refan.
''Tidak ada, hanya ada beberapa file yang harus bos tanda tangani, itu saja,
Mike mengangguk,
''Nia, kan kamu mengenal tuan Mike lama, dan kenapa kalian bisa berpisah.?'! pertanyaan Sahila membuat Nia tersenyum
''Mungkin kalau aku cerita dari awal akan terlalu panjang, hanya inti saja, mas Mike ada di saat aku membutuhkannya, di saat dunia menolakku dia datang bagaikan malaikat penolong, aku juga nggak nyangka pertemuanku dengannya membuat hubungan ini sampai sekarang, bahkan aku pernah meninggalkannya dengan membawa banyak uang darinya, dan aku kira itu adalah akhir dari hubungan kami, tapi tidak, ternyata dia masih memperjuangkan cintanya untukku, meskipun aku sudah nggak berharap mendapat cinta tulus darinya. karena aku merasa aku tidak pantas lagi mendampingi nya, ucap Nia panjang lebar.
Sahila memegang tangan Nia, dan tersenyum
''Perjalanan hidup orang memang berbeda ,mungkin jalan kamu memang seperti itu, tapi kalau yang namanya jodoh ,mau kita terpisah lama pun kalau memang dia jodoh kita pasti akan di pertemukan kembali.
''Maaf kalau aku lancang, kalau nona sendiri bagaimana bisa bertemu dengan tuan Refan.?''
Sahila tertawa lepas mendengar pertanyaan dari Nia.
''Aku nggak mau membuka aib suamiku, tapi yang jelas dengan kesabaran kita bisa bersatu, awalnya kami dijodohkan, tapi karena ada halangan, kami terpisah dan mas Refan menikah dengan wanita lain, dan seperti apa yang ku katakan tadi, jodoh tidak akan kemana, mau lari sampai ke ujung dunia pun pasti akan ketemu dan itulah ceritaku, aku menikah dengan mas Refan setelah dia bercerai dengan istri pertamanya, dan sampai sekarang aku merasa dangat bahagia, bahkan kebahagiaan ku ini tak bisa di miliki wanita lain, Sahila pun bercerita panjang lebar sampai matanya itu terbata membendung air mata yang ingin keluar.
__ADS_1
''Tanpa mereka sadari, dua pria yang tampan itu menjadi patung dan mendengar cerita dari keduanya.
''Bos dengar, Nona sama sekali tak pernah menyinggung sikap bos yang kasar padanya, dan Nona itu sebenarnya terlalu baik untuk bos, ucap Mike, tanpa sadar ucapan Mike itu menusuk hati seorang Refan, namun kali ini Refan tak mau marah pada sekretarisnya itu karena itu memang benar adanya .
''Aku juga tau, tapi kamu dengar kan, apa katanya tadi?'',
''Dengar apa,?'! Mike benar benar nggak tau atau pura pura bodoh.
''Jodoh, itu yang di ucapkan istriku, jadi bagaimana pun diriku, aku jodohnya dan selamanya kita akan bersatu. ucap Refan sambil berlalu meninggalkan Mike dan berjalan menuju Sahila dan Nia.
Tumben nggak marah, batin Mike.
''Sayang, ternyata kamu disini?'', dengan sebuah kecupan, ucap Refan pura pura ,padahal Sudah dari tadi Refan melihat dan mendengar sahila bercerita dengan Nia.
''Mas, ngapain kamu ke sini, aku kan nggak minta kamu kesini, aku nggak mau ganggu kamu, ucap Sahila balik.
''Kamu tidak pernah menggangguku, aku yang minta maaf karena tidak bisa menemanimu jalan jalan,
Sedangkan Mike dan Nia hanya jadi penonton kemesraan mereka berdua.
Mereka sangat romantis, apakah mas Mike juga romantis seperti itu setelah kita menikah nanti.?'' batin Nia bertanya tanya.
''Aku akan romantis juga seperti bos saat kita sudah menikah nanti., kamu tenang saja, tiba tiba Nia di kejutkan dengan ucapan Mike yang sedang berbisik di telimganya .
Nia pun jadi terbelalak menatap dengan pandangan kosong ke arah jauh.
Setelah beberapa saat, Nia menoleh ke arah Mike yang tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya dengan cepat.
''Mas tau isi pikiranku?'', tanya Nia tetap dengan berbisik
''Taulah, aku nggak akan pernah lupa apapun itu di diri kamu, termasuk pikiranmu. ucap Mike,
Akhirnya Nia memilih untuk menunduk karena malu, meskipun Refan dan Sahila tak tau, tapi Mike selalu saja tau sifat Nia yang mudah menghayal dengan apa yang di lihat di depannya.
Mike tau dengan sikap Nia yang menunduk karena malu, akhirnya Mike memilih merangkul pundak kecil Nia.
__ADS_1
''Jangan malu, cuma diriku yang tau., ucap Mike kembali.