KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 185.Kompak


__ADS_3

Melihat wajah putranya yang selalu terlihat lesu itu nyonya Wilson memutuskan untuk tidak membawa Nia kembali ke negaranya, dan meninggalkannya untuk tetap tinggal di rumah pak Cakra.


Bukan cuma Mike saja ,Nia pun terlihat tak bersemangat saat tinggal dengannya ,maka dari itulah nyonya Wilson beirinisiatif untuk mempersatukan mereka kembali.


Dan bukan cuma itu, karena semuanya pun tau kalau sepulang bulan madu Ririn pun akan pindah tinggal di rumah dokter Hasan, jadi Nia ingin menemani Sahila.


''Terima kasih mamaku yang paling cantik, memujinya sambil meraup kedua pipinya menciumnya bagaikan anak kecil.


''Ingat ya, jangan pernah bawa Nia ke apartemen, sebelum janur kuning melengkung jangan sampai kamu menyentuhmya, bisik nyonya Wilson di telinga Mike.


Sedangkan Mike pun hanya menjawabnya dengan senyuman kecil saja.


''Mama tau kamu lebih senang kalau Nia tinggal disini., jadi sekarang mama ngalah, lagi pula yang terpenting adalah kebahagiaan kamu. ucapnya sebelum nyonya Wilson dan Mr Wilson masuk ke dalam pesawat meninggalkan mereka berdua.


Setelah keduanya berpisah, Mike pun melajukan mobilnya membawa sang kekasih.


''Langsung pulang mas, aku khawatir dengan nona, kasihan kalau dia butuh apa apa harus naik turun sendiri, ucap Nia.


Di rumah itu memang banyak pembantu, namun Nia seakan ingin melayani Sahila.


Akhirnya Mike pun melajukan mobilnya ke arah Rumah Refan.


''Tu mereka, ucap Sahila saat melihat mobil Mike baru saja masuk gerbang,


Sahila tersenyum melihat Nia yang tersenyum dan berjalan ke arahnya.


''Kamu beneran nggak ikut nyonya Wilson pulang? ''tanya Sahila,


''Tidak Nona, aku akan disini sampai Nona nanti melahirkan, ucapnya dan langsung duduk di samping Sahila. Sedangkan Refan sibuk dengan ponsel di tangannya.


Melihat keakraban sang istri dan Nia membuat Refan tersenyum renyah ,''Kok mas nggak di ajak nimbrung , lagi ngomongin apa sih, Refan penasaran melihat Sahila yang terlalu serius dengan obrolannya.


''Kita lagi ngomongin kalian. ucap Sahila sambil menunjuk Refan dan Mike secara bergantian.


Keduanya sama sama mengernyitkan dahinya.


''Kita. jawab Mike dan Refan bersamaaan.

__ADS_1


Sedanagkan Nia dan sahila pun mengangguk.


''O... mas tau, kamu pasti bilang sama Nia kan, kalau mas ini sangat tampan, ucap Refan narsis sambil melipat kedua tangannya.


Sedangkan Mike malah tertawa setelah mendengar omongan bosnya,.


''Wah, wah apa bos nggak tau kalau disini ada keturunan bule yang juga sangat tampan ini, Kini Mike sambil mengangkat kedua alisnya membuat Refan berdecak.


Keduanya saling adu bicara membuat Sahila Bingung dan akhirnya diam melihat kedua pria di depannya itu saling unjuk gigi.


''Stopp.... Sahila langsung berdiri. karena semakin tak betah dengan keduanya yang saling mengeraskan suaranya .


''Sayang kamu belain mas dong, masa dia bilang kalau dia itu lebih tampan, nggak mungkin kan, Refan medekati Sahila meminta bantuan.


Sedangkan Mike pun sama, mendekati Nia


berharap Nia membelanya.


''Nia, kayaknya di dunia ini cuma kita deh yang punya suami seperti ini, ucap Sahila di tengah tengah Mike dan Refan.


Sedangkan Nia hanya mengangguk saja,


Refan menirukan gaya pak lek Hajir ,sambil menyungut nyungutkan kepalanya ke arah Mike.


''Iya,apa Nona nggak tau kalau di dunia pria seperti bos ini sudah langka, bahkan mungkin tidak ada yang seperti dia, Mike pun ikut menimpali membuat Refan berdecak kesal , ''Nggak gitu juga kali Mike ,kamu mau menghinaku di depan istriku . Refan mengucapkannya dengan nada sinis.


Sahila berdiri menghampiri Refan yang terlihat masih kesal dengan ucapan Mike padanya.


''Hai ,jangan gitu dong, meskipun kamu di bilang langka, aku pun akan tetap istrimu, ucap Sahila.


Sahila mendekati sang suami karena saat ini dalam otaknya terselip sesuatu yang mungkin sedikit menggelikan jika benar benar dia lontarkan, namun saking tak sabarnya, Akhirnya sahila memanggil Mike berdiri di samping Refan.


Dengan cepat Mike pun mengikuti yang di perintah Sahila, berjejer dengan bosnya itu.


''Nah, kalau kayak gini kan kelihatan kompaknya, sekarang kalian masakin kita ya, aku pingin banget ngerasain mas dan tuan Mike itu masak bersama, nggak cuma kerja oke,.!''Nada memerintah.


Jangankan membantah, ingin bilang sesuatu saja nggak bisa karena Sahila dan Nia langsung meninggalkan mereka berdua yang masih mematung

__ADS_1


''Ini semua gara gara kamu, kalau saja kamu nggak ke sini, istriku tidak akan menyuruhku masak.Refan pun menyalahkan Mike.


Mike yang merasa tidak terima di salahkan pun langsung membantah


''Enak saja, masa iya ini gara gara aku, lagi pula memang kan Nona pingin masakan kita ,ya terima saja lah, Ayo buruan, Mike manarik tangan Refan menuju dapur.


Sesampainya di dapur ,Mike dan Refan pun langsung mengambil celemek, dan Refan pun sedikit bingung karena tidak ada satu pelayan pun di sana..


Pintar juga dia ,pembantu pun di suruh sembunyi, awas saja kalau sampai kita berduaan ya ,batinnya licik.


Sedangkan Mike sibuk mencari menu yang akan di masak kali ini,.


''Ini saja ya bos, tanya Mike saat melihat menu yang tak terlalu susah, Refan pun hanya mengangguk saja tanpa melihat apa yang di tunjukkan Mike.


Keduanya sibuk mencuci sayur dan memotong bumbu dapur, mereka terlihat sangat kompak, namun Refan terlihat tidak bersemangat saat menoleh ke sana kemari tak melihat istri tercintanya.


''Mas yang semangat dong, tiba tiba saja suara yang di carinya itu terdengar ,membuatnya langsung semangat untuk memasak.


Sahila dan Nia serta pembantu yang lain pun dengan tiba tiba menjadi penonton dua pria tampan yang menjadi chef dadakan itu.


''Sayang ,kalau nanti masakan mas ini enak pastinya ada hadiahnya dong, ucap Refan menggoda Sahila.


Tanpa ragu, Sahila langsung menjawab.,''Iya dong mas ,di mana mana kalau berhasil pastinya dapat hadiah, tapi kalau nggak enak, awas saja ya ,kalian berdua pasti akan mendapatkan hukuman.


Setelah beberapa menit, keduanya pun menyiapkan masakannya di meja makan,


''Siap... tinggal di makan ''Nona ,silahkan, !''ucap Mike masih memakai celemek.


''Wah, kayaknya enak nih, ucap Sahila karena melihat tampilannya yang sungguh sangat menggoda.


''Kalian memang pria pria yang sangat kompak., aku nggak nyangka Nia ,kalau calon suami kamu ini juga pinter masak.


Loh.. loh.. loh... Bukan hanya Mike sayang, tapi mas juga pinter lo, kok nggak di puji sih .Refan merasa iri.


Sahila mulai menyendok masakan yang sudah tersaji di piringnya, sedangkan Mike dan Refan pun melihat, menanti kata yang akan terucap dari mulut Sahila.


Enak ,mungkin itu yang ingin di dengar dari Mike dan Refan.

__ADS_1


Setelah satu suapan, Sahila mengernyitkan dahinya membuat yang lain ikut menelan ludahnya dengan susah payah,


''Wah, masakan kalian benar benar enak, ucap Sahila seketika membuat Refan dan Mike bernafas lega.


__ADS_2