KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 207.Suami idaman


__ADS_3

''Pak lek ,pasti Nia akan kangen banget sama pak lek, ucap Nia di sela sela tangis ,karena hari ini adalah hari kepulangan pak lek Hajir dan Bu lek ke kampung kediamannya.


Pak lek Hajir membalas senyuman dan masehat nasehat yang harus di lakukan Nia sebagai seorang istri yang baik, dan semua itu langsung di resapi Nia .


''Maaf pak lek, kami tidak bisa mengantar pak pek, pak lek hati hati ya di jalan, ucap Refan.


Mike tak mengatakan suatu apapun, hanya merangkul pria paruh baya yang kini resmi menjadi pak leknya itu.


''Ini untuk pak lek,Memberikan amplop berwarna Coklat, maaf aku tidak bisa ikut mengantar pak lek pulang ke kampung, Mike terlihat sedikit tidak enak.


''Tidak apa apa, lagian kalian kan baru saja menikah, jadi pak lek sarankan jangan ke mana mana dulu, dan sekarang pak lek sepenuhnya titip Nia sama kamu, ingatkan jika dia salah ,dan tegur jika dia lupa dengan kewajibannya, dan kamu harus selalu mengawasi dia jangan sampai dia itu melewati batasannya sebagai seorang istri ,ucap pak lek panjang lebar pada Mike.


Setelah semua berpamitan dan Karena waktu terus berjalan pak lek dan bu lek segera masuk ke mobil yang sudah di siapkan Refan.


''Pak Jono hati hati ya, teriak Refan saat pak Jono masuk ke mobil.


''Kalau begitu aku ke kantor dulu, kalian nikmati saja masa masa ini, ucapnya sambil menaikkan kedua alisnya secara bersamaan .


''Kamu fan, bisa saja, mungkin saja Mike sudah melakukannya tak terhitung pada Nia ,celetuk nyonya Wilson.


Mike yang kesal langsung saja mengutarakan isi hatinya.


''Apanya sih ma, tanya saja sama nih orang, Sambil menunjuk ke arah Nia.


''Aku belum pernah menyentuhnya ma, karena dia lagi tanggal merah, ucapan Mike sukses membuat semuanya tertawa.


Apa lagi Refan, terlihat paling bahagia di antara yang lain.


''Kayaknya Kamu senang banget melihat Mike mederita sih fan, tanya nyonya wilson.


Refan langsung saja mengangguk .


''Iya nyonya, soalnya biar 50:50 kita sama sama nganggur ,tak bisa menyentuh apa yang kita punya saat ini ,bisik Refan di telinga nyonya Wilson.


Karena tak mau panjang lebar, Refan langsung berlari masuk mobil yang sudah siap mengantarnya ke tempat kerja.

__ADS_1


Dasar papa muda jaman now ,kelakuannya aneh aneh saja. batin nyonya Wilson.


Berbeda dengan Mike yang masih menikmati masa pengantin barunya, Refan kini sudah mulai bergulat dengan laptop dan dokumen kembali.


Apa lagi kesibukannya semakin bertambah karena sekretaris Viola tak secanggih Mike.


''Vi.. apa saja jadwalku hari ini ?''tanya Refan.


Viola langsung membuka ponsel miliknya dan memberi tau Refan.


''Nanti siang ada pertemuan dengan klien di restoran X ,dan nanti malam ada jadwal meeting dan makan malam juga di luar pak,


Refan mendengarkannya hanya dengan mangut mangut saja.


''Baiklah ,sekarang lanjutkan pekerjaanmu, setelah mengatakan itu, Refan langsung masuk ke ruangannya, begitu juga dengan Viola.


Dengan sigap pekerjaan itu satu persatu di tanganinya penuh dengan ketelitian dan Refan memang bukan orang yang mudah ceroboh jika mengenai pekerjaan.


Tanggung jawabnya yang bertambah membuatnya lebih semangat untuk bekerja, apa lagi saat dirinya melihat walpaper ponselnya adalah gambar Sahila dan Kyara, itu salah satu penyemangatnya saat Refan berada di kantor.


Dan itu langsung di maklumi Sahila mengingat posisi suaminya adalah seorang Ceo.


''Kamu memang the best, kenapa aku malah ingin pulang jika melihat wajahmu sayang, sambil mengelus foto Sahila di layar ponselnya.


Refan melihat wajah gambar itu dengan intens,


Kehidupan ini memang aneh, dulu aku sendiri tang menghinamu, tapi sekarang aku juga yang tidak bisa hidup tanpamu, lirih hatinya.


''Pak, tiba tiba saja suara Viola membuyarkan lamunannya.


''Iya Vi, ada apa,?''Refan.


''Ini sudah jam rapat, dan saya sudah menyiapkan semuanya, kita tinggal berangkat


Refan melihat jam yang melingkar di tangannya ternyata memang benar,karena asyik melamun istrinya sampai membuatnya lupa waktu.

__ADS_1


Akhirnya Refan beranjak dari duduknya merapikan jasnya dan keluar.


Sedangkan Viola hanya mengikutinya dari belakang.


Tak butuh waktu lama untuk sampai ke restoran tempatnya rapat, Refan menemui kliennya yang sudah menunggunya.


''Siang pak Refan, sapanya pertama kali dari Kliennya yang bernama pak Dirga.


''Siang ,bisa kita langsung to the poin ke permasalahan saja, ucap Refan tanpa basa basi langsung memulai pembicaraannya.


Refan dan Dirga sangat serius membicarakan perencanaan kerja samanya membangun sebuah proyek di sebuah pulau yang terpencil, dan Refan memang menyukai tempat yang masih sepi dari hal hal yang modern, karena itu akan mendobrak perusahaannya sebagai salah satu perusahaan yang menciptakan berbagai kawasan hiburan maupun pusat perbelanjaan dan yang lainnya untuk pertama kali di tempat tersebut.


Setelah semua serius ,dengan percakapannya kini usai sudah meetingnya dengan hasil yang saling sepakat dan menyetujui untuk bekerja sama.


''Apa nggak sebaiknya kita sekalian makan siang pak??'', ucap pak Dirga saat melihat Refan beranjak.


Refan melihat jam yang melingkar di tangannya dan ternyata memang sudah waktunya makan siang, karena hari ini sudah bilang pada Sahila akhirnya dirinya menyetujui untuk ikut makan siang bersama.


''Bapak kelihatannya sekarang lebih muda,cool dan ceria, apa karena sekretarisnya ini cantik ?'',goda Dirga pada Refan.


Refan tertawa renyah mendengar rekan bisnisnya yang mulai bercanda.


''Anda bisa saja pak, sekretaris wanita ataupun pria sama saja,yang penting bagi saya itu mereka cekatan dan bisa mengatasi pekerjaannya tepat waktu, yang membuat saya awet muda dan cool adalah istri saya, dia yang selalu berdiri di balik semua ini, dan tidak ada hubungannya dengan Viola. ucapnya menjelaskan supaya Dirga tidak salah faham padanya.


Pak Refan memang suami idaman, andai saja aku bisa mempunyai suami sepertinya, mungkin hidupku akan lebih bahagia, batin Viola.


Seteah beberapa menit ,prosesi makan siang pun selesai ,Dirga pamit terlebih dahulu dan kini tinggal Refan dan Viola.


''Maaf ya Viola ,jangan tersinggung, aku jawab apa adanya, ucap kembali Refan karena merasa tidak enak dengan sekretarisnya.


''Tidak apa apa pak, justru saya yang minta maaf, karena saya bapak mendapat ejekan seperti itu, jawab Viola.


''Nggak apa apa Vi, ini dunia bisnis, kita harus kuat mental, apa lagi jika soal wanita ,kebanyakan mereka itu tidak cukup istrinya yang di rumah, tapi tidak semuanya,ada juga sebagian dari mereka yang tetap setia dengan istrinya, karena ada yang berfikir logis bahwa istri adalah sumber kekuatan suami untuk melakukan segala hal, tapi bagi mereka yang berfikir pendek, wanita adalah hiburan saat lelah, dan aku harap kamu juga pintar memilih suami nanti.


Viola kagum dengan bosnya kali ini yang memberi perhatian padanya.

__ADS_1


Bapak memang benar benar suami idaman batinnya lagi.


__ADS_2