
Setelah mengatakan keinginannya untuk tinggal di rumah Sindi, Sahila melewati hari harinya dengan penuh senyuman, tiada lagi rasa takut dan gelisah,
Seakan beban dalam pikirannya musnah begitu saja,
''Sa, jalan yuk, aku bosan nih ,di rumah nggak punya kegiatan apa apa!''
''Kalau gitu nanti kita mampir ke rumah papa ya ,aku kangen,''
''Oke, setelah kita jalan ,nanti aku antar deh ke rumah kamu,
Sahila dan Sindi masuk ke sebuah mall besar niatnya sih hanya untuk mengusir kebosanan,
''Sin, kalau kita hanya jalan saja, ngapain sih harus masuk ke mall, tanya Sahila yang sudah lelah karena Sindi hanya mengajaknya keliling saja, ntah sudah berapa kali putaran membuat Sahila bosan.
''Ya ampun Sa, kita ini bukan cuma muter, tapi sambil cuci mata, kamu nggak lihat cowok cowok ganteng di sana, kata Sindi sambil menunjuk segerombolan cowok keren,
''Kalau yang kayak gitu mah di kampus juga banyak ,bahkan lebih tampan .ucap Sahila cuek.
''Tapi kalau cowok di kampus itu masih kekanak kanakan, mereka itu belum dewasa seperti mereka, masih dalam pandangannya.
''Iya ,ya udah yuk kita pulang katanya kamu mau nganter aku ke rumah papa?!!
Sindi mengangguk.
''Sa, gimana kalau nanti kita ketemu dengan Tuan Refan ?''
''Aku hanya pingin lihat dari luar aja kok, lagi pula aku nggak mau kalau mas Refan terganggu, aku nggak mau membuatnya marah lagi,
''Kamu begitu baik Sa, kalau aku di posisi kamu ,mungkin aku akan membenci tuan Refan itu sampai mati.
''Sin, kita hanya manusia biasa ,meskipun mas Refan nggak pernah minta maaf, tapi dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku sudah memaafkan dia,tapi kok aku nggak lihat istrinya mas Refan ya, apa dia nggak ikut mas Refan pulang?'',
Sindi hanya mengangkat kedua bahunya.
Setelah beberapa menit ,kini mobil Sindi terparkir di tepi jalan dekat rumah pak Cakra.
Sahila mengeluarkan ponselnya.
✉️
''Pa, Sahila ada di depan rumah, apa papa ada di rumah, aku hanya ingin lihat papa .
isi pesan Sahila untuk papa Cakra
✉️
Masuklah, Refan sedang keluar dengan Mike, kayaknya lama,
Setelah mendapat balasan dari pak Cakra ,Sindi memarkirkan mobilnya di halaman rumah pak Cakra, Sahila langsung mengetuk pintu untuk masuk.
''Apa kabar Non, tanya Bibi saat membuka pintu untuk Sahila.
__ADS_1
''Aku baik Bi, bibi sendiri apa kabar?tanya Sahila balik.
''Bibi mah juga baik non, tuan sudah menunggu di ruang keluarga, kata Bibi setelah di beri tau pak Cakra akan kedatangannya.
Sahila dan Sindi berjalan menghampiri pak Cakra di ruang keluarga
Sahila dan Sindi langsung mencium punggung tangan pak Cakra secara bergantian.
''Kamu apa kabar Sa, apa kamu betah tinggal di rumah Sindi?''
''Aku baik pa ,dan aku sangat betah tinggal di rumah Sindi
''Apa kalian sudah makan?'' tanya pak Cakra
Sahila menggeleng, Sedangkan Sindi hanya diam.
''Kalau gitu ,kalian mau kan temani papa makan ?''
Sahila mengangguk.
''Boleh, tapi kalau nanti mas Refan keburu pulang gimana pa? ''
''Nggak ,kalau dia keluar dengan Mike biasanya lama,
Akhirnya Sahila dan Sindi menemani papa Cakra makan,
Tin.. tin.... suara klakson berbunyi di depan rumah ,membuat Sahila san Sindi terkejut di tengah tengah makannya.
''Kalian kenapa, apa makanannya nggak enak?''
Sahila dan sindi menggeleng.
Karena panik Sahila dan Sindi berlari ke lantai atas dan masuk ke kamar Sahila.
''Mike, mobil siapa ini, apa papa punya tamu hari ini? tanya Refan pada Mike sang sekretaris plus plusnya itu.
''Tapi ini kayaknya mobil cewek bos, kata Mike ,karena melihat bodi dan warna mobil yang kebanyakan di sukai kaum hawa..
.Refan mengernyitkan dahinya,
Refan dan Mike masuk dan melihat papa Cakra masih berada di meja makan.
''Kalian sudah pulang, dari mana saja,sebelum balik makan dulu Mike, titah Pak Cakra yang di angguki oleh Mike,
Refan terkejut melihat dua piring dengan nasi dan lauk yang masih separo,
''Bi, tolong bersihkan ini,dan ambilkan piring untuk mereka berdua !''ucap papa Cakra dengan santainya.
''Baik tuan.
Papa habis makan dengan siapa, kenapa belum habis sudah di tinggal, batin Refan menerka.
__ADS_1
Namun tak berani bertanya pada papa Cakra,.
''Pa, di depan mobil siapa, apa ada tamu?''tanya Refan .
''Iya, tapi mereka sudah pergi karena mobilnya mogok, jadi di tinggal dan tamunya pulang naik taksi, jawab pak Cakra bohong.
Sedangkan Mike hanya menikmati makanannya.
Di dalam kamar ,Sahila dan Sindi semakin bingung memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari rumah papa Cakra.
''Gi mana ini Sin, aku takut kalau mas Refan sampai tau, pasti dia akan marah, ucap sahila sambil mondar mandir,
''Kamu sih Sa, ngapain larinya ke kamar, kalau kita terkurung di sini gi mana?'!
''Maaf, aku tadi kan panik ,dan yang ada dalam pikiranku hanya kamar ini,
''Ya udah mendingan kita tidur aja, kamu sudah kunci pintunya kan ?''
Sahila mengangguk.
Akhirnya Sahila dan Sindi merebahkan tubuhnya kerena sudah capek dengan acara jalan jalannya.
''Terima kasih Om makan siangnya, dan aku langsung pamit pulang.
Pak Cakra mengangguk.
''Makanya cepat cari istri biar ada yang masakin!'' celetuk pak Cakra.
Mike hanya tersenyum dan garuk garuk kepala.
Setelah kepergian Mike ,Refan langsung berjalan menuju kamarnya,
Apa papa serius dengan ucapannya ,di lihat dari mobilnya sih benar apa kata Mike, itu mobil cewek, tapi siapa, Didalam kamar Refan masih saja menerka nerka.
Setelah beberapa waktu, Refan kembali keluar dari kamarnya menuju ruang keluarga, karena hari libur Refan selalu mengisi waktu dengan santainya saat berada di rumah.
Kali ini Refan memilih film Action untuk menemani santai siangnya.
''Sin, apa nggak sebaiknya kita coba keluar ,siapa tau mas Refan nggak ada di luar, jadi kita bisa pulang ,
''Tapi aku juga takut Sa, gi mana kalau kita ketahuan, aku aja belum lupa saat dia memarahimu di pernikahan kak Doni.
''Terus gi mana dong, apa kita nunggu nanti malam sampai mas Refan tidur.?''
''Mungkin kita akan terjebak di sini sampai nanti malam, bahkan sampai besok. Sindi dengan mengerucutkan bibirnya melihat Sahila makin panik dengan ucapannya.
''Itu artinya malam ini kita akan tidur di sini?''
''Heemmm, emang kenapa di sini lebih nyaman dari pada di rumahku, dan aku suka, ucap Sindi sambil tiduran di ranjang besarnya Sahila.
''Maksud aku bukan itu Sin, aku hanya takut kalau sampai ketahuan mas Refan itu saja.
__ADS_1
''Kalau gitu jangan berisik ,kamu diam dan sekarang kita tidur, supaya tuan Refan nggak tau kalau kita ada di sini, ucap Sindi sambil menarik Sahila yang masih mematung.