KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 52.Kepergian Refan


__ADS_3

Dengan wajah lelahnya Refan menyusuri setiap anak tangga rumahnya, Perasaan yang teramat sedih yang dia rasakan saat ini membuatnya putus asa, ingin rasanya menghilang dari muka bumi, seketika itu juga, melihat wajah Sahila yang begitu ceria membuat hatinya semakin pilu,


Hanya ada senyum paksaan yang Refan tampilkan saat bertemu dengan Sahila.


''Mas baru pulang, tanya Sahila saat tak sengaja berpapasan dengannya.


Lagi lagi hanya anggukan tanpa suara.


Sahila pun sedikit merasa aneh dengan sikap Refan,


Kenapa dengan mas Refan, apa dia ada masalah di kantor, nggak biasanya dia seperti ini, batinnya sambil melihat Refan dari belakang.


Sesampainya di Kamar, Refan mengambil koper besarnya dan mengemas semua baju yang ada di lemarinya,


''Ini adalah malam terakhirku tinggal di kamar ini, gumamnya sambil melihat setiap sudut kamar, perjalanan hidup yang di harapkan tak sesuai dengan kenyataan.


Merebahkan badan dan memejamkan mata itulah satu satunya jalan untuk melupakan sejenak masalah yang dia rasakan saat ini.


'',Bi, menurut bibi apa mas Refan nggak terlihat aneh tadi, tanya Sahila pada bibi, karena takutnya dia salah sangka.


''Iya sih non, den Refan lebih pendiam, biasanya kalau bibi buka pintu den Refan langsung bercandain Bibi, nah Tadi cuma diam saja, mungkin ada masalah kantor non.


Sejak pulang sampai malam Refan tak keluar kamar sama sekali, membuat Sahila semakin bertanya tanya, dengan inisiatifnya Sahila membawakan makan malam ke kamarnya.


Refan terkejut saat mendengar ada yang mengetuk pintu, karena kopernya yang besar itu, namun dengan banyak akalnya Refan menyembunyikan tepat di samping ranjang dan di tutupi dengan kain,


''Sahila, ngapain kamu repot repot bawa makanan ke sini, aku kan bisa turun, lagi pula aku belum lapar, ucapnya meyakinkan Sahila.


''Jangan bohong, aku tau kamu ada masalah, dan tidak baik meninggalkan makan malam, nanti kamu bisa sakit, kalau kamu ada masalah bilang saja, siapa tau aku bisa bantu, ucapnya sambil menaruh makanan di atas meja Kamar.


Sedangkan Refan hanya mematung dan melipat kedua tangannya,

__ADS_1


Sahila menghampiri dan melihat lekat laki laki yang ada di depannya itu ,


''Mas, apa kamu yakin nggak mau menceritakan masalah kamu ?''Sahila meyakinkan sambil memegang tangan Refan,


''Ini nggak terlalu penting, dan kamu nggak perlu tau , lagi pula aku baik baik saja, dan kamu nggak usah khawatir seperti ini. ucapnya sambil berjalan meninggalkan Sahila menuju sofa. ,


Sahila terus mengikutinya dari belakang.


''Ayolah mas, kalau mas menganggapku orang lain atau mungkin masih orang yang mas benci, tapi untuk saat ini lupakanlah itu semua, dan anggaplah aku sebagai tuan Mike, orang terdekatmu Sahila terus memaksa,


'' Jangan bilang begitu, bahkan saat ini kamu adalah orang yang sangat penting, dan aku tidak mau kamu terlibat dengan masalahku, masih dengan nada keras,


''Baiklah kalau mas nggak mau cerita ,aku akan pergi, tapi jangan lupa makan, aku nggak mau kamu sakit, ucapnya sambil berjalan menuju pintu keluar.


Ingin rasanya Refan menceritakan semua isi hatinya saat ini, namun itu di urungkannya,


''Aku nggak mungkin menceritakan semuanya sama kamu, aku tau kamu pasti sangat kecewa dengan sikapku ini, tapi inilah yang terbaik, gumamnya.


Sedangkan Sahila pun sama, merasa ada yang aneh dengan Refan, dan Sahila bukan tipe orang yang selalu diam akan masalah orang terdekatnya,


Pagi sekali, Refan sudah rapi dengan panampilannya, Refan menyeret koper dengan Pelan, Refan melihat pintu kamar Sahila masih tertutup rapat ,


Dengan helaan nafas panjangnya Refan turun menuju kamar pak Cakra,


''Kamu beneran mau kembali ke luar negeri?'', tanya pak Cakra,


''Iya pa, dan kali ini Refan akan bisa pergi dengan tenang, karena Sahila pasti akan menjaga papa dengan baik, ucapnya mata Refan sudah mulai berkaca kaca,


''Papa tau ini sangat berat untuk kamu, tapi kamu harus kuat, ini hanya masalah wanita ,perusahaan besar saja kamu taklukan, masa hanya karena wanita kamu lemah seperti ini, papa Cakra menguatkan, karena pak Cakra tau saat ini Refan sedang patah hati,


Refan mengangguk dan merangkul papanya yang sudah mulai menua itu,

__ADS_1


''Refan pamit pa, ucap Refan saat mendengar bunyi klakson dan itu pasti Mike,


'Sepagi ini ada bunyi klakson, siapa yang datang, batin Sahila masih berada di kamarnya,Sahila langsung berlari menuju balkon dan melihat Mike mematung dan bersender di mobilnya ,dan tak lama Refan keluar membawa koper.


Mas Refan mau kemana, kenapa dia membawa koper besarnya, batinnya.


''Mas Refan tunggu, teriak Sahila membuat Refan dan Mike mendongak, sedangkan Sahila langsung saja berlari dari kamarnya dengan tergesa gesa,


''Mas Refan dan tuan Mike mau kemana, kenapa membawa koper, dan kenapa harus sepagi ini?''cerocosnya.


Refan tersenyum dan mendekati wanita yang saat ini sudah mengisi ruang hatinya,


Seakan terasa berat hanya untuk mengucapkan satu kata, namun Refan tetap mengatakannya.


''Sa, aku mau pergi ke luar negeri ,dan aku akan menetap di sana lagi, kamu jaga papa dan diri kamu baik baik, mungkin aku akan sedikit lama untuk pulang, tapi aku janji, aku akan menyempatkan waktu untuk pulang,


Bagaikan di terjang ombak dada Sahila saat ini terasa sesak mendengar pernyataan dari Refan, Sahila hanya bisa meneteskan air matanya, dan melihat wajah orang yang di sayanginya itu,


''Apakah mas Refan pergi karena muak melihatku, aku akan pergi dari rumah ini kalau memang itu penyebabnya, aku memang orang tidak berguna, dan aku ini gadis kampung yang sangat menyusahkan, aku tidak pantas di tempat mewah seperti ini, ucapnya asal sambil menangis,


Refan hanya mendengar apa yang di ucapkan Sahila, karena itu memang ucapannya dulu, pada wanita di hadapannya itu,


''Sudah ngomongnya, aku tau kamu menyindirku, tapi aku pergi bukan karena itu, sudah nanti aku keburu telat, sambil melihat jam yang melingkar di tangannya,


''Jangan pergi, tetaplah di sini, meskipun aku hanya bisa melihatmu, aku nggak akan minta apapun, dan apapun yang kamu minta akan aku penuhi, sambil menarik lengan Refan dari belakang,.


''Tidak bisa Sa, aku akan tetap pergi, dan inilah keputusanku, tapi aku akan punya satu permintaan untukmu, tetap berbahagialah ,dan sekarang hentikan air matamu itu, aku nggak suka milihatnya!''.


''Tapi kebahagiaanku ada sama kamu, kalau kamu membawanya pergi, bagaimana aku bisa bahagia?'' ucapan terakhir Sahila membuat Refan tak bisa berkata dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


''Jalan Mike, perintahnya,

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya ya! ''


__ADS_2