
Sepanjang perjalanan pulang Refan lebih banyak diam, entah apa yang di fikirkan.
Sahila pun ikut diam karena ketakutannya akan kemarahan Refan lebih besar di banding keberaniannya.
Meskipun diam bukan berarti Refan mengabaikan Sahila begitu saja, Refan selalu bertanya pada Sahila apapun yang di inginkannya.
''Sayang ,tumben kamu nggak minta sesuatu, biasanya kamu selalu lapar, ucapnya sambil mengelus rambut panjang Sahila.
Karena Refan yang memulai bicara ,kini Sahila ikut angkat suara.
''Mas, kenapa mas diam saja, aku tau mas belum bisa melupakan mbak Kania, tapi aku mohon, aku ini istri mas, meskipun mas nggak mencintaiku setidaknya mas tau posisiku saat ini, bukan aku melarangmu untuk melupakan mbak Kania, tapi aku hanya ingin di anggap saja ,ucapnya pelan dan memegang tangan Refan.
''Apakah kamu merasa cukup, hanya berstatus istri saja,? ''Refan memastikan yang langsung di jawab dengan anggukan.
''Kamu benar benar wanita yang luar biasa, wanita lain mencari suami kebanyakan harta yang utama, tapi kamu hanya membanggakan laki laki sombong sepertiku, Kamu masih ingat kan aku pernah bilang apa sama kamu, jangan sebut wanita itu lagi dengan mulutmu, aku tidak mau mendengarnya, aku diam, karena aku memikirkan bagaimana caranya supaya Kania tidak mengganggumu saat dia pulang nanti, dan aku sengaja tak memberi tau pernikahan kita, karena aku takut, kalau dia tau kamu istriku pasti dia akan selalu mengincarmu untuk mendapatkan ku lagi.
Dan satu lagi, aku sudah tidak mencintainya lagi saat tau dia menghianantiku dengan pria lain, bahkan sebelum aku menikahinya, dia sudah tidak perawan, ucap Refan jujur yang membuat Sahila terkejut.
''Apa mas serius dengan semua kata kata mas, mbak Kania nggak perawan saat menikah dengan mas, kok bisa, kasihan sekali ya, pasti mbak Kania hancur karena ada yang merenggut keperawanannya saat dia belum menikah, ucapan sahila membuat Refan tertawa begitu keras.
''Lagi lagi kamu menertawakanku, apa aku itu terlalu lucu untukmu, sambil menepuk lengan Refan.
''Nggak, perjalanannya masih jauh ,kamu tidur aja ucap Refan sambil menyenderkan kepala Sahila ke lengannya.
Kamu itu benar benar polos, aku nggak tau harus bagaimana menjelaskannya, dan aku pastikan Kania tidak akan bisa menyentuhmu sedikit pun, batinnya,
Akhirnya sepanjang perjalanan pun Sahila terlelap, sampai tiba di bandara, barulah Refan membangunkannya.
Sahila berjalan mengekori Refan dari belakang, namun tangan mereka tetap bergandengan, Refan dan Sahila menuju mobil yang sudah siap untuk membawanya pulang.
''Gi mana bos bulan madunya, ucap sang supir yang tak lain adalah Mike,
''Ngapain tanya, aku belum puas, tapi nonamu ini sudah ngajakin pulang, jawab Refan asal. Sedangkan Sahila hanya bisa memandang Refan dengan wajah melas,
''Maaf, aku cuma bosan saja, lagian kita kan bisa bulan madu di rumah, iya kan tuan Mike, ?''
__ADS_1
Sedangkan Mike hanya tersenyum kecil mendengar kepolosan Sahila.
''Sudah diam ,sekarang tidurlah lagi, aku nggak mau mendengar suaramu, ucap Refan dan menidurkan Sahila di pangkuannya,
Benar saja dalam hitungan menit Sahila langsung terlelap, membuat Refan mengernyitkan dahinya.
''Mike, ternyata Nonamu ini selain polos juga tukang tidur dan makan, ucapnya pada Mike,
''Bos harusnya beruntung meski Nona tukang tidur dan makan, tapi nona bukan tukang selingkuh, ucap Mike langsung mendapat tatapan membunuh.
''Besok aku langsung ke kantor, ada yang ingin aku bicarakan, ini mengenai wanita ular itu Refan.
Mike hanya mengangguk mendengar ucapan Refan,
Sesampainya di rumah ,Sahila belum bangun juga, terpaksa Refan mengangkatnya menuju kamar, Bibi dan pak Cakra yang melihatnya pun tersenyum melihat perhatian Refan yang begitu besar pada Sahila.
''Bi, Sekarang aku sangat lega melihat mereka berdua bersatu, dulu aku kira Refan tidak bisa berubah, tapi saat ini aku yakin Refan benar benar menjadi suami yang baik.
''Tuan jangan ragukan den Refan, bibi yakin kalau Den Refan itu sebenarnya memang baik, cuma sifatnya saja yang sedikit angkuh, tapi kalau istrinya non Sahila bibi yakin keangkuhannya akan runtuh,
''Bi, ini baju Bos dan Nona, dan Bilang sama Bos, aku langsung pulang. ucap Mike, sambil membawa koper, dan semuanya itu di belinya saat bulan madu.
Refan merebahkan Sahila diatas ranjang dan langsung menyelimutinya.
Selang beberapa jam, Sahila baru mengerjap ngerjapkan matanya ,melihat laki laki tampan sedang nerada di sampingnya.
Sahila sedikit bingung, karena seingatnya dia tidur saat di mobil sedangkan sekarang berada di kamar.
''Mas kenapa aku ada di sini, bukankah aku ketiduran di mobil?'' ucap Sahila pelan sambil mengumpulkan nyawanya.
''Kamu nggak lihat, sekarang kamu punya suami, siapa lagi kalau bukan aku yang berani menyentuhmu,pantas saja kamu semakin gendut, karena kebanyakan tidur, ucapnya.
He.....he...he..... Sahila langsung tertawa sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut karena malu. ''Mas, aku ingin ke rumah Sindi, ucap Sahila masih di balik selimut,.
''Sayang buka dulu selimutnya Mas mau bicara, seketika Sahila langsung membuka selimut yang menutupinya saat mendengar perintah Refan.
__ADS_1
''Mulai sekarang jangan keluar tanpa izinku, aku nggak mau terjadi apa apa sama kamu, Meskipun hanya dengan pak Jono,kamu mau kan menurut apa kataku!''
Sahila beranjak dari tidurnya dan menghadap sang suami,
Sahila mengangguk, ''Apapun yang kamu perintahkan pasti akan aku lakukan,tapi sekarang antar aku ke rumah Sindi ya! ''rengeknya.
''Kamu belum makan, kita turun makan dulu, setelah itu aku antar ke sana, atau suruh saja Sindi ke sini, bilang saja kalau kamu sudah pulang dan kangen sama dia , tawar Refan.
Sahila langsung mencari benda pipih dan mencari Nama Sindi.
Keduanya turun dan menghampiri pak Cakra,
Pak Cakra menyambutnya dengan penuh senyuman,
''Bagaimana Sa, apa kamu puas dengan bulan madunya, tanya Pak Cakra melihat menantunya dengan wajah yang ceria.
Sahila hanya menjawabnya dengan anggukan.
''Pa, Refan mau bicara, ini menyangkut Sahila,, ucap Refan yang suduk di sebelah pak Cakra.
Sedangkan Sahila pergi ke dapur untuk membuat minuman.
''Bicara saja, apa yang ingin kamu katakan!''.
''Aku memutuskan untuk melarang Sahila kuliah lagi, aku ingin dia di rumah saja, papa setuju kan dengan keputusanku ini?''.
''Kamu suaminya, pasti kamu tau yang terbaik untuknya, yang papa harapkan cuma satu, bahagiakan dia ,jangan sia siakan wanita seperti sahila, kamu tau, dia itu persis seperti Mamamu, penurut, dan apa adanya, meskipun mama mu orang kaya, dia tidak pernah menghambur hamburkan uang seperti kebanyakan wanita,
Kalau kamu kangen sama mama, lihatlah istrimu, ucap papa Cakra sambil menepuk lengan Refan.
Sesekali Refan melihat istrinya yang sedang sibuk di dapur.
Setelah menunggu beberapa menit, ada suara mobil berhenti di depan rumah, Sahila langsung berlari untuk membuka pintu,
Betapa terkejutnya Sahila melihat dua insan yang sedang berdiri di depan pintu.
__ADS_1
''Kalian.....!''