KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 55.Pernikahan


__ADS_3

Maaf ya buat kalian kalau di bab ini isinya bukan seperti ekspektasi kalian, Author benar benar minta maaf.


Iwan sangat terkejut melihat lembaran kertas yang beterbangan, ya Iwan bertabrakan dengan suster yang akan melihat perkembangan kesehatan Sahila.


''Maaf sus ,saya tidak sengaja, ucapan Iwan sambil memunguti kertas yang berserakan.


''Tidak apa apa pak, saya juga yang salah, tidak hati hati, ucap suster kembali,


Sedangkan Doni hanya cekikikan dan membantu Iwan.


''Maaf ya sus, maklum jomblo mungkin banyak yang di hayalkan ,makanya nggak bisa fokus dengan jalannya. Doni.


Setelah ledekan Doni, mereka pergi meninggalkan rumah sakit.


Sesampainya di rumah Doni langsung saja memberi tau Nesya tentang pernikahan Sahila,


''Beneran mas, Nesya memastikan, yang langsung di angguki sang suami


''Akhirnya Sahila menemukan kebahagiaannya juga ,semoga saja pak Refan benar benar sadar ya mas, dan nggak menyakiti Sahila lagi,


''Aku sangat yakin, kali ini Refan benar benar menyesali semua perbuatannya, aku lihat dari perjuangannya tadi, Refan seperti orang yang hilang akal saat tau Sahila pingsan,


Akhirnya Doni menceritakan semua kejadian di bandara sampai rumah sakit, Nesya pun hanya mendengar cerita sang suami dengan setia.


Persiapan pun sudah selesai ,Mike menjalankan tugasnya dengan begitu cekat, Itulah yang disuka Refan dari seorang Mike,


Sepulang Sahila dari rumah sakit langsung di sambut oleh pak Cakra,


''Akhirnya menantuku pulang juga, maaf papa tidak bisa jenguk kamu, lagian Refan mendadak sekali nikahnya, jadi papa harus ikut mengurus semuanya,


Rumah mewah pun kini sudah di hiasi berbagai bunga, dan berbagai hiasan,


''Mas ,apa kamu nggak dengar, aku bilang kan nggak usah mewah, kenapa masih juga mewah,


Refan tertawa lepas mendengar rengekan Sahila.


''Apa ada yang lucu sampai kamu puas menertawakanku? Sahila sedikit jengkel .


Refan menggeleng,.


Akhirnya Refan menggiring Sahila dan mengajak ke kamarnya,


''Mas, apa kamu sudah memberi tau Ibu,?''.


''Hemmm, Ibu sudah di jemput sama Mike, dan mungkin dia sudah sampai,


''Tuan Mike, apa dia tau rumahku,.?'' Sahila heran.

__ADS_1


Refan mengangguk dan diam .


Tidak mungkin dirinya menceritakan kedatangannya dengan Mike waktu itu,


''Sudah, lebih baik kamu istirahat, besok pernikahan kita, aku nggak mau kamu lelah, ucap Refan sambil mengusap


pucuk kepala Sahila.


Meskipun pernikahan sederhana ,Sahila tak melupakan sahabatnya Sindi,


Sahila langsung mengambil ponsel dan langsung menghubungi Sindi,


Kebahagiaan yang begitu indah di rasakan Sahila saat ini ,senyuman tak pernah lepas dari mulutnya , hatinya berbunga bunga membayangkan hari yang begitu dia impikan sudah di depan mata, perjuangannya selama ini sangat lah berbuah manis, Nyatanya Refan bisa berubah lebih baik dari yang di kiranya, bahkan Sahila tak bisa mengungkapkan dengan kata kata,


Diatas ranjang bermotif princes dia berbagi, kebahagiaannya .


Sedangkan di kamar Refan pun sama tak pernah sedikit pun terbayang akan menikah dengan Sahila, orang yang dulunya sangat dia benci, yang selalu di bandingkan Kania wanita yang begitu di cintainya dulu,


Tak berselang lama, Mike pun datang dengan membawa Bu Nur,


''Selamat datang Bu, maaf acaranya mendadak, aku sendiri juga tidak tau, tiba tiba saja Refan mengatakan ingin menikah besok,.


''Bu Nur hanya tersenyum, tidak apa apa pak, ''Oh iya Sahila di mana? ''


''Ada di atas, Bu Nur langsung saja ke kamar Sahila, sambil menunjuk jalan menuju tangga.


''Ibu, ucapnya dan langsung melepas rindu di pelukan Ibunya,


''Kamu kelihatannya bahagia Sa, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu ini,


Sahila mengangguk.


''Aku sangat yakin Bu, dan sekarang Ibu tinggal mendoakan Ku saja, semoga pernikahanku berjalan dengan lancar,


''Di mana nak Refan, kok Ibu nggak lihat, ?''tanya sang Ibu.


''Mungkin ada di kamar''


Akhirnya Sahila dan sang Ibu berbincang panjang lebar menceritakan kejadian bagaimana dia bisa secepat itu menikah dengan Refan


.


.


.


.

__ADS_1


.


Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu, apa lagi kalau bukan hari pernikahan Refan dan sahila,


Refan sudah siap duduk di depan penghulu, meskipun ini yang kedua baginya, tapi Refan merasa sangat gugup, dan itu sangat berbeda dengan pernikahannya dengan Kania,


Saat menikah dengan Kania dulu Refan merasa biasa saja ,meskipun di saksikan banyak orang, tapi sekarang dirinya merasa ada yang berbeda, keringat bercucuran ikut meyaksikan kegugupan tuannya.


Sahila keluar dari kamar dengan balutan kebaya putih pilihan dari pak Cakra, sebagai anak plus menantu ,pak Cakra sangat perhatian pada Sahila.


Sahila hanya bisa menyemangati sang calon suami, ''Mas, jangan gugup, rileks aja, ucapnya sambil tersenyum.


Yang langsung di balas anggukan oleh Refan.


Setelah selesai ijab Qobul Refan merasa sangat lega, hatinya seperti ingin loncat jantungnya seperti maraton, dan tangannya sangat dingin menahan kegelisahan yang menyelimuti hatinya,


Semua mata hanya tertuju pada sepasang pengantin baru yang masih duduk dengan tenang,


Air mata berkali kali menetes dari pelupuk mata Sindi dan Nesya yang tau akan derita Sahila, saat Refan memaki dan menghinanya, dengan kuat dan tabah Sahila menghadapi itu seorang diri,


Tapi kini di wajahnya hanya terhiasi oleh senyuman yang berkali kali di tampilkan.


''Selamat ya Sa, akhirnya apa yang kamu harapkan tercapai juga, aku akan selalu berdoa semoga pernikahan kamu langgeng dan selalu bahagia ,ucap Nesya sambil memeluk teman dari desa itu,


''Terima kasih ya Nes, kamu adalah sahabat ku yang baik, meskipun kita jarang bertemu, aku nggak akan melupakan kebaikanmu yang sudah menemaniku selama aku hidup di sini, kamu yang selalu menemani di saat aku susah,


''Selamat ya Sa, semoga pernikanamu sakinah mawaddah warrohmah, aku ikut senang ,meskipun kamu menjadi nyonya Refan tapi masih mau kan berteman denganku,?'' ucap Sindi sambil memanyunkan bibirnya,


''Kamu apaan sih, aku nggak suka kamu bilang begitu, aku masih Sahila bukan nyonya, lagian nggak mungkin kan aku nggak berteman dengan kamu, nanti kalau aku ngambek siapa dong tempat curhatku, kalau Nesya nggak mungkin kan ?''ucap Sahila sambil bercanda.


Sedangkan para Pria pun sama ,semua mengucapkan selamat pada Refan,


Kebahagiaan yang terpancar dari semua di sudut ruangan, Refan sesekali melihat sang istri karena tempat mereka memang sedikit jauh,


''Mike ,kamu siapkan semuanya aku akan membawa Sahila ke pulau A, dan kamu pastikan semua aman, ucapnya sedikit pelan,


Tak mau banyak tanya ,Mike hanya menjawab dengan anggukan.


Refan langsung saja menghampiri Sahila yang saat ini masih betah dengan para sahabatnya,


''Kelihatannya kamu capek, apa nggak mau istirahat, bisik Refan.


Sahila hanya menjawab dengan senyuman.


Setelah beberapa waktu, kini akhirnya rumah pak Cakra sudah sepi, para tamu pun sudah pulang dan Mike pun mengantar Bu Nur pulang ke kampung halaman,


Kehidupan baru ala Refan dan Sahila pun segera di mulai.....

__ADS_1


__ADS_2