
Tak seperti biasanya, malam ini begitu indah ,bintang gemerlap serta rembulan yang menerangi kegelapan pun nampak tersenyum
Namun berbeda dengan hati Sahila saat ini yang sedih karena nasib yang tak beruntung singgah, perjalanan hidupnya yang tak selalu mulus seakan membuatnya ingin putus asa, namun semangat dari Refan selalu membuatnya bangkit,.
Di depan pintu Pak Cakra dan Ririn saling tanya kabar dan sedikit melepas kangen karena sudah lama mereka tak saling bertemu.
''Aden Non Ririn datang ,ucap sang bibi pelan karena melihat Sahila yang masih terlelap.
Refan mengangguk.
Dan langsung beranjak dari ranjangnya, Namun langkahnya terhenti saat Sahila menarik tangannya,
''Aku ikut, aku ingin tau apa yang akan di katakan dokter Ririn.
Refan menjawab dengan senyum kecilnya.
Saat di ruang keluarga ,Ririn, pak Cakra ,Refan dan Sahila berkumpul, dan Ririn siap untuk mengatakan apa yang akan di tanyakan Refan.
''Apa yang ingin kakak tanyakan, aku siap untuk menjawab. ucapan Ririn memecah suasana yang sempat hening.
''Seperti tadi siang, aku ingin menanyakan tentang efek samping dari pengobatan penyakit itu,.
''Tumor kakak ipar ini masih sangat kecil, jadi kakak bisa mengkonsumsi obat obatan jenis Dopamine, agonists seperti bromocriptine, Ini sangat efektif untuk mengatasi tumor itu,
Refan sedikit lega mendengar penjelasan Ririn yang pertama.
''Tapi....Tapi apa, ucapan Ririn langsung terpotong dengan suara Refan yang sedikit keras.
''Tapi jika itu belum berhasil, kakak ipar harus melakukan operasi transsphenoidal, operasi ini di lakukan untuk menjangkau kelenjar hipofisis melalui tulang sphenoid,
''Nah ,di sini dokter akan membuat sayatan kecil diatas gigi depan atau melalui lubang hidung.
penjelasan yang kedua membuat Refan mengernyitkan dahinya, sedangkan pak Cakra dan Sahila hanya diam menjadi pendengar.
''Tidak, itu pasti sakit, aku nggak mau jalan yang itu.
__ADS_1
''Kakak, itu pun kalau memang kak Sahila bisa melakulan operasi, kalau tidak bahkan kita punya jalan yang lebih sakit lagi, terapi radiasi.
bahkan efek dari terapi ini banyak sekali,dan saat menjalani perawatan ini kakak akan mengalami lelah, iritasi kulit, termasuk pembengkakan, melepuh hingga terlihat seperti terbakar, rambut rontok ,masalah pada kandung kemih, mual, muntah dan diare, peradangan jaringan pneumonotis erofagitis hepatitis,penurunan sel darah putih atau trombosit, akan tetapi yang terakhir itu jarang terjadi,
Dan pernyataan dokter Ririn yang terakhir membuat Refan menelan ludahnya dengan susah payah ,membayangkan Sahila akan mengalami semua itu,
''Tidak, itu tidak boleh, istriku tidak boleh melakukan terapi radiasi, itu terlalu sakit, aku nggak akan sanggup walau hanya melihatnya.
''Kalu gitu kita coba yang pertama saja, dan besok aku akan membawakan obatnya untuk kakak, apa kakak ipar setuju, Ririn meminta persetujuan dari Sahila.
Sahila melihat wajah Refan, namun Refan hanya mengagukkan kepalanya.
''Aku ikut saja, apapun yang terbaik menurut dokter, ucapan Sahila dengan lembut, namun dalam hatinya terselip rasa takut dengan pernyataan Ririn.
''Maaf kakak, bukan aku menakut nakuti kalian, aku hanya memberi tau kalian supaya kakak tidak menyalahkan aku saat terjadi hal yang tidak di inginkan.
Karena Ririn tau gimana tegangnya wajah Refan saat ini,
Refan hanya diam meresapi setiap perkatan yang Ririn ucapkan.
''Maaf om, aku sangat sibuk, dan aku pikir kakak masih di luar negeri , jadi aku malas nggak ada teman untuk aku ejek, sekarang aku tinggal sendiri di apartemen,. ucapan Ririn membuat Pak Cakra mengernyit,.
''Anak perempuan masih perawan tinggal sendiri, apa kamu nggak takut, mendingan kamu tinggal disini saja, nggak apa apa, dari pada tinggal sendiri, dan kamu lebih mudah untuk membantu kakak iparmu,
''Tapi om... nggak usah tapi tapian, mereka saudaramu ,dan om ini om kamu ,masa iya om membiarkan keponakan om tinggal sendiri. dan sekarang ambil barang barangmu, mulai malam ini tidur di sini !''
ucapan pak Cakra tak bisa di bantah oleh Ririn maupun Refan.
''Benar apa kata papa, perempuan tinggal sendiri, sudah kamu tinggal disini, aku akan hubungi Mike untuk mengantarmu mengambil barang barangmu sekarang ini, Refan langsung menghubungi Mike untuk datang ke rumahnya.
Sahila terus saja tersenyum melihat Ririn, wanita yang begitu cantik dan mandiri serta dewasa,.
Obrolan demi obrolan pun terjadi dari ketiganya ,sedangkan pak Cakra sudah kembali ke kamar untuk istirahat.
''Apa kakak ipar tau betapa sombongnya kak Refan, Ririn mulai membuka masa lalu.
__ADS_1
Sahila mengangguk membuat Ririn melongo.
''Jangan bilang kakak pernah menjadi korban kesombongannya? tanya Ririn memastikan bahwa oramg lembut seperti Sahila terkena semprot dari Refan.
''Kalau pernah kenapa, kamu kepo banget, dan itu masa lalu jangan di ingat, Refan mengeraskan suaranya dan melihat Ririn dengan tatapan tajam. Sementara Sahila hanya bisa diam,
Sahila tak mau masa lalu yang begitu kelam itu teringat kembali, cukup dengan masalah yang ada sekarang saja sudah membuatnya lelah,
Tak berselang lama Mike datang dan menghampiri mereka.
''Kenapa bos memanggilku malam malam begini, apa ada masalah dengan nona, apa nona menghilang lagi?'', celetuk Mike membuat Refan berdecak kesal .
''Terus saja ingat yang kemarin ,kalau kamu memang mau pulang ke negara L?'' Refan langsung mengancam.
''Maaf, cuma bercanda ,lagian malam malam ganggu orang saja, nggak tau apa kalau aku lagi asyik nonton Film Action. Mike menggerutu.
''Antar Ririn ke apartemennya, dia mau mengambil barang barangnya dan mulai besok dia akan tinggal di
sini.
Mike langsung saja beralih memandang wanita cantik yang ada di depannya itu, dan mempersilahkan untuk mengikutinya.
Tak ada percakapan besar selama di dalam mobil, Ririn dan Mike hanya saling mengenal saja setelah itu mengobrol kecil saja.
''Tuan bekerja pada kak Refan sudah lama,? Ririn bertanya dengan ramah melihat wajah Mike yang begitu tampan membuat dirinya sedikit gugup.
'' Panggil saja Mike, aku Sudah hampir setahun, dulu aku yang mengurus perusahaan om Cakra di negara L, tapi setelah bos datang ke sana aku jadi sekretarisnya, dan saat bos bercerai dengan Kania dan pulang ke sini dia mengajakku, aku pun tak bisa menolaknya,
''Kenapa, bukan kah kak Refan itu sangat sombong kenapa kamu bisa betah dengannya?''.
''Aku juga nggak tau, meskipun terkadang aku juga merasa kesal dengan tingkahnya, tapi aku nggak mau meninggalkannya. Nona sendiri, bekerja di mana, kok aku baru lihat?''.
''Panggil saja aku Ririn, aku bekerja di salah satu rumah sakit swasta, aku dokter kandungan, dan aku memang sudah lama tidak ke rumah om, karena aku pikir kak Refan masih di negara L, aku malas saja kalau harus berhadapan dengan Om tiap hari, jadi aku memilih bungkam dan tidak memberi tau Om kalau aku tinggal di kota ini.
''O... jadi dari tadi aku bicara dengan dokter?'', ucapan Mike membuat keduanya tertawa lepas,
__ADS_1
Like like like, commen commen commen !''