
Selama dua hari penuh, media di gegerkan dengan berita tentang pengungkapan Refan yang sudah menikah dengan wanita cantik yang bernama Sahila, itupun mencapai seluruh dunia ,bahkan menjadi trending topik minggu ini,
Tak lepas dari sorotan mata, semua mengucapkan betapa beruntungnya wanita itu, karena mereka tak tau awal cerita yang sangat menyedihkan yang di alami Sahila.
Begitu pun dengan Kania yang saat ini meluapkan amarahnya, dengan benda benda berharga miliknya.
''Segampang itu kamu melupakanku Fan, katanya dulu kamu sangat mencintaiku, sampai kamu mengejarku ke sini, tapi apa ,sekarang kamu benar benar sudah menikah dengan wanita lain setelah bercerai denganku , bahkan sedikit pun kamu tak memperjuangkan cintamu.
Kania mengepack semua bajunya dan keluar dari apartemennya.
Kania pergi ke apartemen Bram dan melemparkan sebuah amplop coklat.
''Lihat isinya ,dan mulai sekarang aku bebas, ucap Kania seketika, sedangkan Bram hanya menyunggingkan senyumnya.
''Kamu yakin dengan keputusanmu ini, aku tau alasanmu, pasti kamu lihat Refan sudah menikah kan, dan apa kamu mau menghancurkan pernikahan mereka, kata Bram sambil memutari Kania.
''Aku yakin kalau Refan masih mencintaiku, meskipun dia menikah dengan wanita lain, dan aku yakin dia akan menerimaku, meskipun aku sudah berbuat salah padanya, ucap Kania yakin,
Sedangkan Bram malah tertawa terpingkal pingkal mendengar ucapan Kania.
''Kania, Kania, kamu fikir Refan itu laki laki yang bodoh, yang bisa kamu perdaya seperti dulu, dan mau mengeluarkan uang banyak demi kamu, wanita yang di cintainya, aku berani taruhan ,kalau sampai Refan bertekuk lutut di depanmu, aku rela menjadi budakmu seumur hidupku, itulah janjiku,
Bram sedikit mengejek melihat kepercayaan diri Kania.
''Kita lihat saja nanti, dan aku akan kembali sekarang, ucapnya dan bergegas keluar dari apartemen Bram.
''Laki laki sialan ,beraninya kamu menghinaku, aku pastikan Refan akan jatuh ke pelukanku lagi ,dan aku akan melihatmu tak bisa menertawakanku lagi.
Butuh waktu beberapa jam untuk sampai ke negara sendiri, dan itu di jalani Kania hanya dengan wajah yang gelisah, Kania memikirkan cara bagaimana menghadapi Refan yang dulu pernah di hianatinya
Setelah sampai bandara internasional, Kania langsung saja pulang ke rumah yang sudah setahun lebih tak di tempatinya itu. .
Kania melihat wajahnya dari pantulan cermin,
__ADS_1
''Aku yakin Fan, kamu pasti akan tergila gila padaku lagi, Fan, aku tau kamu menikahi wanita itu pasti terpaksa, dan soal ungkapan itu, pasti itu cuma kedok kamu, supaya nama kamu tidak jelek di kalangan umum.
Karena fikirannya terus saja melayang, memikirkan Refan, saking tak sabarnya ,Akhirnya Kania keluar dari rumahnya dan tujuannya kali ini adalah datang ke kantor Refan,
Kania melajukan mobilnya dan menuju kantor Refan,
Setelah beberapa menit ,mobil Kania sudah terparkir tepat di depan bangunan yang menjulang tinggi itu.
Kania turun dan memakai kaca mata hitamnya, namun satpam maupun yang lain masih mengenal siapa wanita cantik yang turun dari mobil itu.
''Maaf Nona, anda mau kemana?'', ucap Salah satu satpam sambil menghadang Kania.
''Berani kamu menghalangiku, apa kamu nggak tau siapa aku?'' ucap Kania marah.
''Tau Nona ,makanya saya melarang Nona untuk masuk, ucapnya.
Kedatangan Kania pun langsung menggeegerkan satu kantor ,tak terutama Refan,
Tak lama batang hidung Mike sudah muncul di depannya.
Mike melihat Refan dengan raut wajah yang gelisah,
''Kenapa, apa yang membuat bos resah?''. tanya Mike.
''Kania ada di luar, baru saja aku mendapat telepon dari staf, dan mereka sudah melarang Kania untuk masuk, ucapnya pada Mike.
Mike pun mencari ide bagaimana menghadapi wanita ular itu.
''Lebih baik suruh saja dia masuk, dan bos jelaskan semuanya, supaya dia tidak berani datang lagi dan mengganggu bos dan Nona. ucap Mike serius, Dengan cepat Refan menaggapi ucapan sekretarisnya itu.
''Temani aku di sini, aku nggak mau kalau sampai istriku salah faham, kalau dia sampai dengar berita ini,
Mike mengagguk.
__ADS_1
Benar saja, tak lama Ada yang mengetuk pintu, dan itu salah satu karyawan yang mengantar Kania
Dengan gontainya Kania berjalan menghampiri Refan, namun ada Mike yang sudah menjadi benteng di depan Refan, jadi Kania hanya bisa mematung di depan Mike.
''Mau ngapain kamu ke sini, apa uang kamu sudah habis, dan kamu butuh uang lagi, ucap Refan seketika ,
''Aku tau aku salah, aku ke sini mau minta maaf atas semua kesalahanku, dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, ucap Kania memohon.
''Apa kamu tidak tau malu, sampai kamu memohon seperti Ini, apa manager kamu itu sudah bosan denganmu, sehingga kamu mencariku, kata Refan kembali, Mike hanya menjadi patung penghalang bagi keduanya, bahkan Mike tak mengucapkan satu patah kata pun.
''Fan, jangan naif, kamu jangan membohongi diri kamu sendiri, bilang saja kalau kamu masih mencintaiku, dan aku juga masih sangat mencintaimu ,waktu itu aku khilaf, dan sekarang aku sudah tobat, aku tidak akan mengulanginya lagi.
''Dengar kataku baik baik, Aku tidak peduli kamu mau tobat, ataupun saat itu kamu khilaf, tapi yang pasti kamu jangan pernah ganggu hidupku, atau aku akan berbuat sesuatu yang membuat kamu menyesal, jangan berani berani kamu mendekatiku, kamu tau kan bagaimana diriku, sekali aku membenci seseorang, aku pastikan dia tak berani menampakkan batang hidungnya di depanku ,meskipun kamu wanita aku tidak akan segan segan untuk membuatmu sengsara.
Refan semakin geram melihat Kania yang masih ngotot mendekatinya.
Ceklek, tiba tiba saja pintu terbuka, Refan terkejut melihat siapa yang datang,
Dengan cepat Refan berjalan menghampiri wanita cantik yang sekarang sepenuhnya mengisi ruang hatinya itu,
''Sayang kamu kesini, kenapa nggak bilang dulu, ucapnya khawatir dengan kejadian diruangannya,
Namun Sahila bingung ,sesekali melirik wanita cantik yang tak lain adalah Kania.
''Ada tamu rupanya, kenapa nggak di suruh duduk, ucap Sahila sambil mendekati Kania.
''Mbak Kania kan, kenalin aku Sahila, ucap Sahila sambil mengulurkan tangannya, namun Kania tak menanggapinya sama sekali.
''Jadi wanita ini yang membuatmu melupakanku Fan, ucap Kania sambil mengejek .
Refan berbalik dengan wajah yang penuh dengan amarah, namun dengan cepat Sahila menggeleng di depannya.
''Maaf mbak Kania ,maksud kamu apa ya, aku sadar, kamu lebih cantik dariku, tapi jangan pernah bilang seperti itu, kita sama sama wanita, apa lagi mbak adalah orang terhormat, tidak sepantasnya mbak mengejek orang lain ,dan aku tegaskan sekali lagi mas Refan sudah beristri, jadi carilah pria yang bebas, bukan yang berpasangan, apa mbak Kania sudah tidak laku sampai mau dengan laki laki beristri, apa lagi mas Refan itu mantan mbak Kania, masih banyak laki laki di luaran sana, tapi kenapa harus mas Refan lagi yang mbak mau, ucapan Sahila terlihat serius, namun cara Sahila mengucapkannya tetap dengan lembut.
__ADS_1