KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 156.Selfi


__ADS_3

Tak jauh beda dari jam makan siang, saat Mike berjalan menuju lift dan sampai bawah pun para karyawan itu masih tetap sama, tak mau melihatnya sama sekali.


''Eheemmm... deheman Mike membuat semua nya mendongak, dan menyapanya meskipun sedikit pelan.


Awas saja ,nanti aku kan post fotoku dan Nia baru tau rasa kalian .batinnya licik.


Tanpa berlama lama melihat wajah wajah yang membuatnya kesal hari ini, Mike langsung melajukan mobilnya ,dan kali ini tidak ke apartemen melainkan ke rumah Refan.


Di kediaman Refan sudah lebih tenang karena keadaan pak Cakra yang sudah membaik, bahkan lima puluh persen sudah di nyatakan sembuh.


Tapi ada yang merasa iri dan sakit hati saat ini siapa lagi kalau bukan si bos Refan yang memandang sinis sekretarisnya yang menurutnya kecentilan dan itu di perlihatkan di depannya.


''Seperti ini ,saat Mike mengarahkan pada Nia untuk mengikuti gayanya, Nia pun ikut bingung dengan tingkah kekasihnya kali ini ,setelah sekian lama berkenalan dan berpacaran, baru kali ini,Mike sangat agresif, apa lagi berani beraninya memamerkan kemesraannya di depan Refan dan Sahila.


''Kenapa senyum senyum,?'' Refan sedikit sinis pada sang istri yang menampakkan wajah merona karena bahagia.


Sedangkan Sahila hanya mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan sang suami.


Sahila meraup kedua pipi suaminya dan mengarahkan ke arah Mike dan Nia yang sedang asyik menikmati indahnya sore hari dengan selfi.


''Cihh... kita juga bisa bermesraan seperti mereka, bahkan kita bisa lebih dan juga kita kan sudah halal .dengan nada sinis.


Dengan cepat Refan mendaratkam bibirnya di pipi mulus Sahila,


Akhirnya Sahila memilih untuk diam dari pada Refan melakukan yang lebih padanya.


Ini sebenarnya siapa yang salah, bukankah bagus kalau tuan Mike itu lebih romantis dengan Nia, tapi kenapa mas Refan iri, batin Sahila.


''Sayang, lebih mesra lagi!'' sambil memegang tengkuk leher Nia,


Sesekali Nia melirik ke arah Refan dan Sahila yang sedari tadi melihatnya dari dalam rumah.


Tapi Nia tak bisa berbuat apa apa, hanya senyum simpul yang selalu menghiasi wajahnya itu.


''Mas, sudah, ucapnya, namun MIke masih saja memegang ponselnya dan masih saja memotret kedekatanya dengan sang kekasih.


''Apa kamu tidak mau selfi denganku,?'' Mike sedikit mengeraskan suaranya dengan menunjukkan wajah datarnya.


Kenapa mas Mike jadi sensitif seperti ini, kesambet setan di mana, ini bukan sifatnya, batin Nia menerka

__ADS_1


Sedangkan di dalam sana mulai lega, karena melihat Mike dan Nia yang mulai menjauh, bahkan kali ini Mike berdiri, sedangkan Nia masih duduk di tempat.


Syukurin ,ayo Nia menjauh lah, batin Refan.


''Bukan gitu mas, tapi aku malu. ucap Nia sambil menundukkan kepalanya karena melihat pandangan Refan dan Sahila mengarah pada dirinya dan Mike.


''Satu kali saja, dengan menangkupkan kedua tangannya di depan Nia membuat Nia luluh.


Nia menagngguk dan akhirmya mereka menyelesaikan selfi yang sedari tadi memang di inginkan Mike.


Senyum itu selalu merekah dari bibir Mike setelah sesi fotonya dengan sang kekasih selesai dan hasilnya memuaskan.


''Ini sama yang ini mesra yang mana,?'' tanya Mike sedikit norak, namun Nia tetap menjawabnya dengan menunjuk dengan jarinya, sesekali pandangan Nia itu melirik ke arah Refan yang masih terlihat sinis.


''Pamer terus, kamu pikir kamu aja yang bisa mesra, Refan kali ini mengucapkannya dengan lantang karena melihat sekretarisnya yang semakin lama semakin kurang ajar di depannya.


Sementara Mike hanya berdecak dan kembali melihat ponselnya.


''Bos nggak tau berita hari ini di kantor ,jadi diam saja, Ucapan Mike kali ini membuat Refan penasaran, pasalnya berita, dan itu adalah kantornya.


''Berita apa, Dengan sigap Refan mengajukan pertanyaan, bukan menjawab Mike malah membelalakkan matanya,


''Berita..... bahkan cuma kata Itu yang baru keluar, dan kini pandangan Mike sudah mengarah ke arah langit langit rumah Refan ,mencari kata apa yang akan di dibuat alasan.


''Tidak apa apa cuma bercanda, akhirnya itu yang bisa Mike rangkai untuk menutupi kesalahannya.


''Bagaimna keadaan om,?'' tanya Mike berusaha mengalihkan pembicaraan ,Mike tau apa yang akan terjadi jika sampai Refan tau foto dirinya di akun milik sekretarisnya itu.


''Baik, karena hari ini mas Refan merawatnya sangat telaten dan papa sudah sehat, Sahila mencoba menghilangkan kesinisan suaminya pada Mike.


''Kenapa kamu selfi sama Nia, Refan masih saja membahas apa yang di lakukan Mike di depannya.


''Dia kan pacarku, jawaban Mike tepat, namun membuat Refan semakin jengkel.


Dari pada pertengkaran itu berkepanjangan, akhirnya Sahila menarik lengan Refan dan mengajaknya ke kamar,.


Melihat sang suami yang dari tadi hanya cemberut dan bermuka Masam ,Sahila pun mengambil ponsel miliknya dan mengajak Refan ke balkon.


''Ngapain?'' tanya Refan singkat.

__ADS_1


''Selfi.


Awalnya Refan tak begitu senang dengan apa yang di ucapkan sang istri, sehingga fotonya pun terlihat cemberut dan cuek.


''Mas, senyum dong,pinta Sahila, akhirnya Refan berusaha tersenyum dengan sedikit memaksa,


''Yang ikhlas, ucap Sahila lagi,.


Refan menghela nafas dan berusaha memenuhi permintaan sang istri.


Refan tersenyum dengan renyah dan menganut semua yang di perintahkannya.


Setelah beberapa potretan, Refan mulai menikmati indahnya berselfi dengan wanita di sampingnya itu.


Ternyata asyik juga berselfi, kenapa selama ini aku tak pernah sadar, batinnya menggeleitik seperti remaja saja.


Sahila melihat lihat gambar yang di ambilnya beberapa kali dan menghapus foto saat Refan sedang cemberut.


Karena melihat sang istri yang sibuk dan tak melakukan selfi lagi, Refan pun merebut ponsel dari tangan Sahila.


''Maas... teriaknya dan meraih ponselnya ,namun nihil ,karena tangan Refan lebih panjang ,jadi Sahila tak sampai.


Kini Refan yang memimpin gaya yang akan di ambilnya bersama Sahila.


''Cium aku, !''ucapnya.


Meskipun cemberut Sahila mengikuti apapun yang di perintah sang suami.


Setelah beberapa kali mengambil gambar, Refan mengembalikan ponsel Sahila.


''Impas, kata Refan menyodorkan kembali ponsel miliknya.


Sahila pun kembali melihat gambar yang di ambil Refan kali ini.


Apaan impas ,ini mah aku yang kalah ,masa disini aku yang terlihat agresif, bukankah tadi aku yang punya ide ,tapi kenapa mas Refan yang menang, batin sahila.


Rasanya Sahila ingin marah karena di perpemalukan dengan fotonya, bagaimana tidak, di dalam gambar yang di ambil Refan, hanya dirinya lah yang selalu saja mencium Refan di bagian mana saja, bahkan di bagian bibir pula dirinya lah yang beraksi,


Sedangkan Refan hanya cengar cengir melihat raut wajah sang istri yang sudah mulai bete dengan ulahnya itu.

__ADS_1


__ADS_2