
Malam yang gelap namun rembulan menampakkan senyumnya, seperti Sahila saat ini yang menyaksikan dari tempat favoritnya, apalagi kalau bukan balkon kamarnya,
Pandangan matanya selalu mengarah ke atas rembulan yang bersinar di antara bintang bintang, harinya begitu terenyuh melihat keelokan malam,
Selang beberapa lama Sahila di kagetkan dengan tangan kekar yang melingkar di perutnya.
Siapa lagi kalau bukan Refan sang suami.
Sahila terpaku ,karena dirinya merasa terkunci,
Sahila merasakan nafas yang terhembus di belakang telinganya membuatnya tergidik,
Sahila hanya bisa memejamkan matanya, dan menikmati setiap sentuhan Refan .
''Kanapa belum tidur, di sini sudah dingin, nanti masuk angin, ucap Refan masih menyenderkan kepalanya di tengkuk leher Sahila.
''Aku sudah terbiasa di sini, dan aku belum ngantuk, kalau mas ngantuk mendingan mas tidur duluan, ucap Sahila .
''Aku akan menemanimu di sini, sampai aku ngantuk,sini ,sambil menarik pinggang langsing menuju kursi,
Refan duduk sambil memangku Sahila, dan tangannya sibuk menyibak rambut panjang Sahila membuat sang empu sedikit risih.
''Apa kamu bahagia hari ini?'' tanya Refan tiba tiba.
''Kenapa mas tanya seperti itu, apa mas nggak melihat kalau aku sangat bahagia, ucap Sahila sambil memandang wajah yang tak ada jarak itu,
''Bukan begitu, aku hanya ingin meyakinkan saja, sekarang kan sudah larut, ayo kita masuk, nggak baik udara malam untukmu,
Sahila mengangguk dan mengekori Refan dari belakang,.
''Apa aku boleh memelukmu, ucap Refan yang sedikit ragu,.
Sahila hanya mengangguk.
Kini dirinya dan Refan berpelukan begitu erat,
''Terima kasih untuk semuanya, mulai sekarang jangan pernah pergi dariku, aku nggak mau menyesal untuk yang kedua kali, kamu sudah sabar menghadapi sikapku selama ini ,dan mulai sekarang kamu harus lebih sabar lagi menghadapi suami mu yang sombong ini, ucap Refan sambil mencium pucuk kepala Sahila.
''Aku akan selalu sabar, dalam keadaan apapun ,aku akan tetap berada di sisimu, aku tidak akan pergi, karena kamu sudah membawa separuh nafasku, aku tidak akan bisa hidup jika kehilangan itu, ucap Sahila dengan lembut.
__ADS_1
Kini keduanya saling menatap tanpa jarak.
''Apa aku boleh menciummu, tanya Refan, karena takut salah langkah, takut Sahila marah dengan tingkahnya kali ini, meskipun Refan berstatus suaminya ,namun kali ini Refan harus lebih ekstra berhati hati menghadapi Sahila yang sangat polos.
Sahila mnegangguk ,namun dalam hatinya sedikit takut, meskipun kini sudah resmi menjadi suami istri ,Sahila masih enggan kalau untuk menyerahkan mahkotanya, bukan karena tak cinta tapi karena takut, karena ini pertama kali baginya,
Sahila memejamkan mata dan merasakan nafas Refan semakin dekat,
Tanpa fikir panjang, Refan langsung mendaratkan bibirnya ,meskipun Sahila hanya diam, tapi Refan merasa ada sengatan listrik di antara keduanya. ,.
Dia benar benar polos ,hanya berciuman saja tidak bisa, batin Refan, karena Refan tidak merasakan balasan dari Sahila,
Setelah lama ,Refan melepaskan ciumannya, sedangkan Sahila menahan nafasnya yang ngos ngosan,
''Huhh.. .... mengeluarkan nafas panjangnya lalu kembali memeluk Refan.
''Apa ini yang pertama untukmu?'', tanya Refan memastikan.
Sahila mengangguk, ''Dan ternyata kamu yang mengambil ciuman pertama ku, bahkan kamu membuat ku hampir kehabisan nafas, ucapnya sedikit manja.
''Baiklah,, sekarang kita tidur, dan mulai besok aku akan selalu mengajarimu untuk berciuman, supaya kamu lihai,.
''Mas ngapain di tanya, aku kan malu, sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang Refan,
''Ya sudah ,sekarang kita tidur, aku nggak akan meminta hakku malam ini, jangan khawatir, tapi kamu harus persiapkan diri kamu,aku nggak mau menunggu lama,
Sahila menelan salivanya dengan susah payah dan langsung merebahkan badannya di atas ranjang besar, dan kini harus berbagi dengan suaminya.
Sahila belum juga bisa memejamkan matanya mengingat kata Refan barusan.
Apakah mas Refan akan meminta haknya secepat itu, tapi aku belum siap, aku masih takut, lirihnya sambil melihat wajah suami yang kini sedang memeluknya .
''Sudah tidur, apa kamu mau aku melakukannya malam ini, kalau kamu masih saja nggak tidur, aku nggak jamin malam ini kamu masih perawan lagi, kata kata Refan kali ini membuat mata Sahila langsung terpejam.
Refan tersenyum melihat wajah Sahila yang takut karena ancamannya
Setelah beberapa waktu Refan mendengar dengkuran halus Sahila yang menandakan telah terlelap.
''Tidurlah, aku nggak bisa janji kalau aku akan bisa menahannya lagi besok, ucapnya sambil mencium kening Sahila.
__ADS_1
Refan bangun dari tidurnya dan memandang wanita yang berbaring di sampingnya.
Sial, hanya dengan menciumnya ,tapi kenapa aku sudah nggak bisa menahannya, aku ingin sekali menyentuhnya, tapi aku nggak mau kalau sampai dia marah, aku ingin dia menyerahkannya dengan ikhlas, dia sangat berbeda dengan Kania ,dulu aku sangat mencintai Kania, tapi aku tak begitu berselera dengan tubuhnya yang seksi, tapi saat aku melihat Sahila aku sudah tak bisa menahan diriku, batin Refan.
Refan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk melampiaskan hasratnya yang belum terpenuhi,
Setelah merasa fresh Refan kembali merebahkan badannya di samping Sahila dan merangkulnya,
Malam yang begitu panjang, meskipun ini bukan malam petama, tapi ini pertama kalinya mereka berbagi ranjang,
Ponsel yang berkali kali berdering pun di abaikan, karena kini keduanya sudah beralih ke alam mimpi,
Keesokan harinya, Sahila sangat kaget melihat Refan tak memakai baju ,Refan hanya mengenakan celana boxer membuat Sahila bingung dan melihat tubuhnya.
Ternyata pakaianku masih lengkap, tapi kenapa mas Refan bisa nggak pakai baju, perasaan waktu kita tidur, mas Refan memakai baju, tapi kenapa sekarang telanjang batinnya.
''Mas, bangun, sudah pagi, Sambil menggoyang goyangkan lengan kekar Refan.
Refan hanya memiringkan badannya tanpa membuka mata,
Akhirnya Sahila punya ide untuk membangunkan Suaminya, Sahila mencium pipi Refan yang membuat sang empu langsung memebelalakkan matanya.
''Apa tadi, apa aku mimpi, perasaan ada yang menciumku tapi siapa?'', ucap Refan pura pura, karena sebenarnya Refan sudah tau kalau itu ciuman dari Sahila.
''Nggak usah pura pura, cepat bangun, apa mas nggak berangkat ke kantor?'' ucap Sahila dengan kebodohannya
Sedangkan Refan hanya cekikikan mendengar ucapan Sahila,
''Sayang, kita ini pengantin baru, nggak mungkin mas ke kantor, kita akan pergi bulan madu, sekarang kamu cepat mandi, keburu Mike datang,Refan.
''Kemana? ''kenapa harus bulan madu segala ?''
''Nggak usah banyak tanya, kalaupun aku bilang ,pasti kamu juga nggak tau ,mendingan sekarang cepat ke kamar mandi, dan kita akan berangkat pagi ini, ucapnya sambil mendaratkan ciuman kilat.
''Baiklah, tapi mas harus janji ya, tempatnya harus menyenangkan.
''Heemmm.... cepat.. pinta Refan lagi.
Setelah kepergian Sahila ke kamar mandi, Refan mengambil ponselnya dan melihat banyak Chat, Email, maupun panggilan masuk yang tak terhitung.......
__ADS_1
''Kira kira siapa ya yang usil ganggu pengantin baru?''