
Karena sudah mengantongi izin dari sang suami, Sahila memberi kabar pada sahabatnya lewat grupnya, dan ternyata semua setuju di hari itu juga.
Sahila melihat Refan dari kamar mandi,membuatnya langsung mendekat.
''Mas, Nesya dan yang lain mengajakku jalan sekarang, ucapnya sambil mengancingkan baju Refan.
''Hmm..... Terus Kyara gi mana?'',
''Biar sama bibi, lagian aku cuma sebentar saja ,nanti aku akan bilang sama mereka, ucapnya.
''Berangkat jam berapa, tanya Refan memastikan.
Sahila yang belum tau pasti pun memikirkan dan kembali mengambil ponselnya.
''Sekarang,jawabnya setelah mendapat balasan dari Sindi.
''Kalau gitu kamu bareng mas saja, mas akan bilang Mike untuk mengantarkan Nia ,dan nanti kalian ketemuan di tempat ,.
Sahila mengangguk dan masuk ke kamar mandi, sedangkan Refan duduk di pinggiran ranjang sambil membuka laptopnya.
Setelah beberapa menit ,Sahila pun sudah siap, tapi ada yang menjanggal pada diri Refan melihat penampilan sang istri yang menurutnya terlalu seksi.
Refan berjalan menghampiri lemari dan mengambil sebuah baju, di sodorkannya di depan Sahila.
''Pakai yang ini saja!'', suruhnya.
Sahila menoleh dan melihat baju dari Refan.
''Masa iya sih mas pakai ini, ucap Sahila sambil menjewer sebuah daster bermotif bunga.
''Mas, aku itu mau ke mall, ya malu lah, lagian kenapa sih kalau pakai ini, sambil memutar badannya.
Makin lama makin centil saja, batin Refan geleng geleng.
''Itu terlalu seksi sayang, nanti kalau ada yang godain kamu gi mana?'', ucap Refan serius,.
Sahila yang tak mau menanggapi pun melanjutkan memakai make up sampai hasilnya pun sempurna.
Sahila terlihat sangat cantik, dan seperti gadis, apa lagi tubuhnya yang mulai ramping, itu tak menunjukkan kalau dia pernah melahirkan.
Refan hanya melihat penamilannya dari atas sampai bawah.
''Kalau tidak mau pergi, pasti mas sudah menerkammu, bisiknya.
Tu kan mulai deh, bicara dalam hati.
__ADS_1
Setelah keduanya turun, Sahila menitipkan Kyara pada Bibi serta keperluan Kyara dari mulai susu dan yang lain.
''Maaf ya bi merepotkan, aku cuma sebentar saja kok, cakapnya.
''Tidak apa apa Non, bibi juga senang kok, jawaban bibi sambil tersenyum.
Di meja makan pun Refan masih saja menatap sang istri yang memang terlihat masih gadis,
Kalau begini caranya aku nggak bisa tinggal diam ,masa aku membiarkannya jalan sendiri , apa lagi dia kan nggak membawa anak, siapapun pasti mengira dia masih gadis, batinnya sambil mengunyah makanan.
Setelah keduanya dalam perjalanan, Sahila terlihat senang, sedangkan Refan malah terlihat suntuk dan sesekali melirik Sahila.
''Sayang, apa nggak sebaiknya mas ikut jalan saja, biar urusan kantor di tangani Mike, ucapnya.
Lagi lagi Sahila menghela nafas melihat tingkah suaminya.
''Enggak, suami wereka pada nggak ikut, nanti apa kata mereka, Sahila menjelaskan,.
Setelah beberapa menit perjalanan, Kini mobil Refan tiba di depan Mall terbesar tempat Sahila dan yang lain janjian.
''Mas aku masuk dulu ya, pamitnya mencium punggung tangan dan pipi suaminya.
Refan yang masih di dalam mobil hanya melihat punggung sang istri berlalu.
Benar saja baru juga melangkahkan kakinya di depan pintu Refan sudah melihat para laki laki itu menatap intens istrinya.
''Nah ini nih, istri bos paling lambat ,celetuk Sindi.
''Maaf ,habisnya sulit banget untuk membujuk mas Refan, untung saja aku ngeluarin jurus macan ,kalau nggak, mungkin dia sudah ikut, ucapnya membuat yang lain melongo dan kemudian tertawa.
''Benar benar ya tu suami kamu, masa iya nggak ngebolehin kamu bebas sedikit, Nesya menimpali.
''Kalian nggak tau saja sih ,itu memang sifatnya, apa lagi sekarang kak Sahila makin cantik ,pasti tu posesifnya kelewat batas.
Ririn ikut ikut memojokkan.
''Kalian memang benar, tapi kan bagus juga ,itu berarti menunjukkan kalau tuan Refan benar benar mencintai Nona, ucapan Nia membuat Sahila tersenyum setelah cemberut.
''Nah ,pastinya kalian yang juga sudah bersuami paham dong, kini Sahila merasa menang atas pembelaan Nia.
''Ya sudah jalan yuk,ngobrolnya setelah kita belanja, ajak Sindi. .
Akhirnya semuanya berjalan menuju tempat baju,.
Setelah beberapa menit berlalu dan semuanya membawa paper bag masing masing, mereka pun berlalu,
__ADS_1
Kok aku merasa kalau orang itu mengawasi aku ya dari tadi ,batin Sahila
Melirik ke arah orang yang berbaju hitam,brewokan dan memakai kaca mata hitam dan baju pun hitam, kalau memang di lihat lihat persis body guart, tapi Sahila tak mau berburuk sangka dan memilih diam.
Padahal dirinya memang sudah menyadari dari tadi.
''Kita ke mana lagi nih, tanya Ririn yang saat ini hamil muda.
''Terserah kalian , aku ikut saja yang penting happy, Sahila sambil mengangkat kedua bahunya.
Akhirnya semuanya berlalu menuju toko perhiasan yang ada di dalam mall.
Semuanya pun memilah milih perhiasan yang sangat bagus dan mahal. begitu juga Sahila, namun lagi lagi Sahila kembali melihat orang yang berbaju hitam itu memandangnya namun sedikit jauh.
Tapi perasaan aku memang benar deh ,dia mengawasiku, kalau tidak, mana mungkin dia mengikuti kami ke sini, batinnya lagi mulai was was.
Woi... teriak Nesya saat melihat Sahila bengong.
''Huh... Kamu ngagetin aja sih Nes, ada apa?''. tanya nya.
''Ini lo kamu pilih yang mana?'',
Sahila menunjuk sebuah perhiasan yang simple dan modern, kalau soal harga pastinya mahal lah,
''Sekarang kita makan ya, habis itu pulang, ucap Ririn yang sudah merasa lapar,
Semuanya pun kini beralih menuju restoran yang masih ada di dalam mall.
Namun kali ini Sahila dan yang lain terpaksa melewati pria yang dari tadi mengawasi Sahila itu dari dekat.
Karena tak mau mengambil resiko, Sahila minggir di samping Sindi supaya sedikit jauh dari pria itu.
''Kakak ipar kenapa?'', tanya Ririn melihat Sahila seperti orang yang ketakutan.
Sahila hanya menggeleng.
Namun lebih terkejut lagi saat semuanya duduk dan orang itu pun ikut duduk di dekat kursi mereka .
Kini rasa penasaran Sahila semakin besar, Sahila pun menggeser kursinya tepat di belakang pria misterius itu.
Namun Sahila belum juga menemukan titik terang pria misterius itu yang saat ini menutup wajahnya dengan majalah.
Siapa sih sebenarnya dia, apa dia orang suruhan mas Refan untuk mengawasiku ,atau memang orang jahat yang mengincar kami para wanita, batinnya semakin takut.
Karena ketakutan kembali menguasainya ,Sahila kembali menjauh dari pria itu.
__ADS_1
''Kakak ipar kenapa sih, perasaan dari tadi kakak seperti orang ketakutan deh, ucap Ririn,.
Sahila menggeleng, ''Tidak ,kita makan saja, habis itu pulang, kayaknya kakak sudah terlalu lama ninggalin Kyara. jawabnya santai dan langsung menyendok makanan yang tersaji.