KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 237.Salah faham


__ADS_3

Ada rasa was was dalam hati Nia saat berdiri di depan pintu apartemen, takut kalau sesuatu yang terus menjanggal itu di ucapkan lagi oleh mertuanya, Mike yang tau dari genggaman tangan Nia yang sangat erat itu hanya bisa meyakinkannya.


''Kamu jangan khawatir, Aku akan pastikan kalau mama tidak serius dengan ucapannya,'' ucapnya seraya menepuk nepuk tangan Nia yang masih bertautan dengan tangannya.


Belum juga memutar handle, pintu sudah terbuka dari dalam, dan muncullah sosok yang di kangeni sekaligus di hindari.


''Mama,'' panggilnya lalu memeluk nyonya Wilson, begitu juga Nia pun menyapanya dengan ramah dan sopan seperti yang di lakukan Mike.


Nyonya Wilson tersenyum sembari memegang perut rata Nia.


''Berapa bulan, kok belum kelihatan.''


Pertanyaan nyonya Wilson membuat Mike berdecak.


''Ma, pernikahan Mike ini baru satu bulan lebih sedikit, masa iya nanya kehamilan Nia berapa bulan, baru juga berapa minggu, ucap Mike sambil jalan menuju sofa menghampiri Mr Wilson.


''Mama lupa, sambil menepuk jidatnya.


''Ayo masuk!'' menggandeng Nia menuju sofa.


Setelah menyapa papa mertuanya, Nia ikut bergabung duduk di samping Mike.


''Mama ngapain ke sini?'' tanya Mike bernada tidak sopan.


''Nggak boleh,'' celetuk Nyonya Wilson sinis.


Mike menghela nafas panjang.


''Bukan nggak boleh, tapi kalau mama mengharapkan cucu mama bukan sekarang, sembilan bulan lagi, Mike mulai berwajah datar.


''Jadi kamu marah sama mama?'' kini nyonya Wilson ikut bernada marah dan datar dan meninggalkan semuanya berjalan menuju kamarnya alih alih ngambek.


Mr Wilson hanya mengangkat kedua bahunya melihat istrinya yang sensitif.


Nia memegang tangan Mike dan mengangguk.


''Nggak baik kalau mama sampai marah mas, mama kan baru sampai sini, ngapain juga harus bertengkar, Nia mencoba memberi pengertian.


Nia dan Mike berjalan menuju kamar nyonya Wilson.


''Ma...panggilnya dan langsung merangkul nyonya Wilson yang sedang duduk di pinggiran ranjang sambil menangis sesenggukan.

__ADS_1


''Kalau kamu nggak mau mama datang mama pulang saja,'' ucapnya di sela sela tangis membuat Nia ikut sedih dan memeluk mama mertuanya.


''Maafkan Nia ma, Nia yang membuat mama dan mas Mike berantem, Nia yang salah ucap Nia pun ikut menangis.


Bahkan Nia memeluk erat wanita paruh baya itu dan tak mau melepaskannya.


''Nia janji, Nia akan menuruti semua kemauan mama, dan Nia akan menyerahkan bayi Nia untuk mama, mendengar ucapan Nia, Nyonya Wilson semakin terisak.


''Kamu mikir apa sih, mama ke sini bukan untuk itu, lagi pula kenapa kamu berkata seperti itu, mencoba menyelidik apa yang ada di fikiran menantunya.


Nia diam, ''Bukankah mama ke sini mau membicarakan tentang itu?'' Kini Mike yang angkat bicara.


Di sela sela tangisannya, Nyonya Wilson malah tertawa keras.


''Kamu itu lucu Mike, mama juga mau liburan seperti kalian, bukan mau meminta bayi kalian, lagi pula mama sudah membatalkan keinginan mama itu sejak mendengar kamu hamil, ucap Nyonya Wilson sambil mengelus pipi Nia mengusap air matanya.


Mike kembali merangkul sang mama dan meminta maaf berkali kali karena sudah membuatnya menangis.


Sebagai tebusannya karena kamu sudah membuat air mata mama ini menetes, kamu harus antar mama jalan jalan hari ini, ucapnya membuat Mike termangu, pasalnya Mike sudah merasa sedikit lelah karena perjalannya dari puncak, belum lagi ini permintaan sang mama.


Mike merebahkan tubuhnya di samping Nyonya Wilson sebelum menjawab.


''Baiklah ma, demi mamaku yang tercinta aku rela apa saja asal mama bahagia, ucapnya melemah.


Nia melihat wajah lelah suaminya.


''Demi mama, mengucapkan dengan mengelus pipi Mike.


Mike mengangguk dan memeluk Nia dari belakang.


Memegang perut rata Nia membuatnya kini berfikir lagi konyol.


''Kira kira anak kita cewek apa cowok ya?'' ucapnya sambil menopangkan dagunya di pundak Nia.


''Memangnya kenapa?'' tanya Nia penasaran.


''Kalau cowok kan nanti jadi pacarnya princes Kyara, tapi kalau cewek kan nanti tidak bisa dong besanan dengan bos.


Nia berdecak mendengar suaminya.


''Itu urusan nanti lah mas, tumbuh saja belum, tapi fikiran kamu sejauh itu.

__ADS_1


.


.


.


''Tumben sih mas kamu nonton tv?'' ucap Sahila sambil merebut kembali remot yang di ambil Refan.


''Loh memang kenapa, ini film kesukaan mas.'' menonton film barat memang kesukaan Refan dari remaja, apa lagi yang berbau bau romantis gitu membuat Refan gampang sekali terhanyut dalam suasana.


Halah, bilang saja kalau mau gangguin aku, perasaan selama ini nggak pernah menyetel tv duluan, pasti yang ada merebut tahtaku, Sahila merasa sebel dengan kelakuan suaminya.


Pasalnya sekarang bukan cuma merebut, tapi juga menopang kepalanya di paha Sahila, bukan itu saja, tangannya pun jahil ke mana mana.


''Ini film apa sih?'' tanyanya pura pura, Sahila mendengus kesal.


Selang beberapa lama, Sahila meneteskan air matanya mengenai pipi Refan.


Refan mendongak melihat istrinya yang sudah terisak tangis.


''Kamu kenapa sayang?'' tidak menjawab Sahila malah menunjuk ke arah tv.


''Apa, Refan pun ikut melihat acara drama tv yang di tonton Sahila, dan ternyata melihat seorang istri yang di usir suaminya.


Setelah menilik beberapa saat, Refan malah tertawa sambil mingkem.


''Kenapa mas tertawa, mana yang lucu?'' Sahila bermuka masam.


''Kamu yang lucu, masa iya tv di tangisin.''


Kembali lagi merebut remot nya dari tangan Sahila karena iklan di mulai.


''Nah ini nih yang mas suka, sebuah adegan romantis, malah sangat romantis membuat Refan langsung merangkul Sahila dengan seketika, bukan cuma itu saja, bahkan berulang ulang Refan mencium pipi Sahila dari samping meskipun sang empu meronta minta di lepaskan namun Refan tak menggubrisnya dan tetap melakukan aksinya.


Lama lama Sahila langsung menginjak kakinya karena geram, Sahila beranjak dari duduknya saat melihat Refan meringis dan kesakitan, namun belum juga melangkahkan kakinya, Refan sudah memegang betis Sahila dari belakang.


''Mau kemana sayang?'' ucapnya, kini pun berdiri tegak di belakang Sahila sambil memeluknya.


''Mas lepaskan dong, nanti Kyara nangis lo,'' Sahila mencoba kabur mencari cara bagaimana caranya lepas dari sang suami.


Refan meniup telinga Sahila, ''Mana ada, tadi mas baru lihat Kyara tidur sayang, jangan coba coba kamu menipu suami mu ya, dosa lo.''

__ADS_1


Aa...a.. siapa lagi nih yang bisa menolongku, batinnya merana.


Karena merasa sudah tak ada lagi yang bisa di lakukannya, Sahila terpaksa menyerah dengan keadaan, menyerah karena sampai di ranjang pun tak ada yang mengetuk pintu atau sekedar menelpon, dan akhirnya pagi yang indah itu terjadi di kamar Refan dan Sahila yang saat ini masih berada di Villa.


__ADS_2