
Kamu sudah siap Ref?'' pak Cakra melihat Refan yang sudah rapi dengan pakaiannya,
Refan mengangguk,
''Salam buat Doni, maaf papa nggak bisa datang, karena hari ini ada klien dari luar negeri yang nggak bisa di tinggal.
''Baik pa, Kalau gitu Refan pamit, ucap Refan.
''Mike kita berangkat sekarang!'' ucap Refan pada Mike yang sudah siap mengendarai mobil.
MIke hanya mengangguk.
Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu sepasang kekasih untuk menghalalkan hubungannya, apa lagi kalau bukan hari pernikahan Doni dan Nesya,
Suasana terlihat begitu ramai, para tamu mulai berdatangan mengisi seluruh ruangan,
Sahila datang dengan Sindi dan Rendy, namun kali ini ada yang beda dengan wajah cantik Sahila yang sedikit gelisah membuat Sindi penuh tanya.
Sindi mengernyitkan dahinya melihat Sahila yang selalu menoleh ke kanan kiri.
''Kamu kenapa Sa, tanya Sindi membuat sahila terkejut dan memegang dadanya .
''Sin, kamu bikin kaget aja, aku nggak apa apa kok, kata Sahila sambil geleng geleng.
''Sa, kamu nggak bisa bohongi aku, wajah kamu gelisah gitu, bilang aja apa yang kamu cari?''
Sahila terus menggeleng membuat Sindi kehabisan kata.
'Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan sih Sa, nggak mungkin kamu gelisah gitu kalau nggak ada sesuatu, batin Sindi.
Sedangkan Rendy hanya mematung di samping Sindi.
''Yuk Sa, kita cari tempat duduk !'' ajak Sindi,
Sahila hanya mengangguk,
''Hai, kalian sudah datang ?''suara berat seorang cowok dari belakang.
Sahila Rendy dan Sindi menoleh bersamaan.
''Kak Iwan, kakak datang sama siapa? tanya Sahila dengan wajah yang semakin gelisah dan mulai mengeluarkan keringat,
''Apa kamu lihat seseoarang di sampingku?''ucap Iwan basa basi.
Sahila menggeleng .
''Kalau nggak lihat berarti aku datang sendiri, apa aku boleh gabung dengan kalian ?''tanya Iwan penuh harap.
Sahila menoleh ke arah Sindi dan Rendy yang mengangguk.
Sedangkan hati Sahila seakan berat untuk menerimanya, entahlah, pikirannya selalu melayang tak karuan..
Mereka berempat duduk di tempat kosong dan mulai bercanda satu sama lain .
__ADS_1
Refan dan Mike berjalan gontai masuk ke dalam, dengan wajah tampan mereka berdua membuat mata terpana, apa lagi yang jomblo ,mereka geleng geleng kepala ,.
''Itukan pengusaha muda yang kaya raya yang menikah dengan model cantik Kania, kenapa dia datang sendiri, mana istrinya,,terus di sampingnya itu siapa, juga tak kalah tampan ? ''bisik para tamu yang lain.
''Hai, kamu nggak denger berita, mereka kan udah cerai, gara gara Kania selingkuh dengan managernya. kalau di sampingnya mungkin itu saudaranya atau asistennya kali?'' ucap tamu yang lain.
Akhirnya mereka berhenti melihat Refan dan melihat ponsel masing masing untuk mencari kebenarannya .
Refan melihat Iwan yang duduk,,Dengan langkah panjangnya Refan menghampiri Iwan.
''Hai Bro, kamu sudah lama, sambil merjabat dan memeluk Iwan,sedangkan Iwan pun membalas pelukan sahabatnya itu.
Suara berat Refan membuat Sahila sulit untuk menelan ludahnya, kini jantung Sahila seakan terpompa dengan cepat, buliran keringat mulai menetes di wajah cantiknya, namun dengan posisinya yang membelakangi Refan, membuatnya berani membulatkan matanya dan menggeleng,
Ya Tuhan, jika Engkau menghendaki aku mati ,lebih baik aku mati sekarang, aku nggak mau di hina dan di rendahkan lagi, sudah cukup mas Refan membuatku malu saat itu, dan aku nggak mau dia memalukanku sekarang, lirih hati Sahila.
''Baru aja, dan langsung gabung dengan mereka, ucap Iwan sambil melirik Sahila yang semakin menegang.
Kini mata Refan mulai mengarah pada teman semeja Iwan dan melihat punggung Sahila
Itu kan Mike yang menabrak Sahila kemarin, batin Sindi ,mata Sindi pun terpana melihat ketampanan Refan dan Mike bergantian.
''Oh, iya kenalkan ini temanku, Refan, dan Fan, ini Rendy dan ini Sindi, sambil menunjuk Empunya masing masing.
Iwan mengernyitkan dahinya,
''Kenalkan juga ini Mike, sekretarisku sekali gus asistenku, ucap Refan
'Itu kan cewek kemarin, terus apa ini Sahila, yang kemarin aku tabrak,batin Mike sambil melihat punggung Sahila
Ini siapa, kenapa Iwan nggak mengenalkan padaku, apa ini pacar Iwan, batin Refan sambil melirik Sahila dari belakang menuju samping,
Namun dengan cepat Sahila menutup wajah dengan tasnya dan pergi meninggalkan semuanya menuju toilet untuk menenangkan dirinya yang sudah menegang semenjak kedatangan Refan.
Sedangkan semuanya bingung melihat kelakuan Sahila yang sedikit aneh, kecuali dengan Iwan.
''Apa yang harus aku lakukan supaya tidak bertemu dengan mas Refan, keluh Sahila saat tiba di depan toilet,
Sahila mondar mandir memutar otaknya, mencari cara untuk menghindar dari Refan.
''Aku nggak boleh takut, aku harus menghadapinya, gumamnya.
Setelah tak mendapatkan cara, akhirnya Sahila kembali, dengan segala keberaniannya.
Namun kaki Sahila sesikit gemetar untuk melangkah.
Sesampainya di tempat Sindi dan yang lain, Sahila mematung,
''Sa, kenapa disitu, duduk sini, sambil menepuk tempat duduk Sahila,
Sedangkan Refan dan yang lain menoleh,.
Sahila menunduk sambil jalan ke arah tempat duduknya.
__ADS_1
Sedangkan Refan masih saja melihat tajam ke arah Sahila, setelah sadar siapa orang yang ada di depannya sekarang,
Iwan yang melihat kemarahan di wajah Refan pun tersenyum kecil
''Kenapa Fan, apa kamu kaget Sahila ada di sini?''
Emosi Refan semakin memuncak melihat Iwan sweprti mengejek dirinya,.
Namun Refan masih menahan emosinya mengingat ini acara pernikahan Doni.
'Sialan, Aku harus menahan emosiku, ini acara Doni, aku nggak mau acara ini jadi berantakan .
pikir Refan.
'Jadi bener cewek tadi Sahila, batin Mike.
Sedangkan Sindi sedikit bingung melihat Sahila yang menunduk,.
''Kamu kenapa Sa, apa kamu ada masalah?'' tanya Sindi sambil memegang lengan Sahila .
Sahila menggeleng,
Kenapa dengan Sahila, kenapa dia seperti orang ketakutan, sedangkan wajah bos seperti ada kebencian pada Sahila sebenarnya ada masalah apa ini?'' pikir Mike sambil menatap Sahila dan Refan bergantian.
Ternyata masih punya nyali berada di depanku setelah apa yang aku lakukan padanya, batin Refan sambil menyunggingkan bibirnya.
Semua menjadi canggung, tak ada canda dan tawa,
Sampai acara memberi Selamat pada pengantin pun tiba, semua tamu mengantri untuk memberi selamat pada Doni dan Nesya.
''Selamat ya Nes, akhirnya kalian resmi juga menjadi pasangan halal, aku ikut seneng, ucap Sahila sambil memeluk Nesya.
''Terima kasih ya Sa, semoga kamu juga cepat mendapatkan jodoh yang kamu impikan , ucap Nesya
Sedangkan Doni hanya tersenyum melihat istri dan sahabatnya saling berpelukan.
Sahila turun dari pelaminan mencari Sindi, setelah terpisah dari antrian.
Sahila terus melangkahkan kakinya sampai ke sudut ruangan.
''Dasar cewek kampung nggak tau diri, kamu nggak malu sudah tinggal di rumah papa dan menikmati hartanya, suara dari belakang membuat langkah Sahila berhenti dan menoleh,
''Cukup, apa kamu belum puas sudah menghinaku yang kesekian kali, ucap Sahila,
''Aku tidak akan puas sebelum kamu benar benar menjauh dari kehidupanku, ucap Refan sambil menatap tajam Sahila.
''Baik, sekarang apa yang kamu inginkan?''
''Pergi jauh dari kota ini, dan menjauh dari keluargaku dan dan saha...... ucapan Refan terpotong karena ada yang menarik lengannya dari belakang ,
Kira kira apa yang terjadi ya?'' lanjut baca yukkk! '''
jangan lupa like dan komentnya serta vote nya ya, supaya Authornya lebih semangat !''
__ADS_1