
Ada banyak pertanyaan dalam hati Ririn untuk Mike, karena setelah percakapannya di Bali, Mike sama sekali belum juga mengungkapkan apa yang akan di jalani selanjutnya, Meskipun Mike tak bilang cinta, namun Ririn sedikit berharap dengan ucapannya,
''Hai, kamu kenapa, kok kelihatannya sedih gitu, lagi mikirin apa?'', ucap Refan melihat Ririn yang duduk di teras belakang.
Refan ikut duduk di samping Ririn ,menunggu sahila yang membuatkan kopi untuknya.
''Kak, sebenarnya aku ingin tanya sama kakak, tapi kakak jawab yang jujur, menurut kakak apa Mike itu menyukaiku, ucapan Ririn membuat Refan mengernyitkan dahinya.
''Rin, bukannya kakak belain siapa siapa di sini, tapi menurut kakak kamu jangan terlalu berharap pada Mike, kakak juga nggak tau perasaan dia sama kamu, tapi ada wanita lain yang saat ini ada di hatinya, dan itu adalah pacar pertamanya , ucap Refan serius menatap Ririn yang duduk di sampingnya.
Wajah Ririn terlihat sedih,tapi ini lah kenyataan yang harus diterima Ririn.
''Apa wanita itu bernama Nia? ''ucap ririn seketika,karena dirinya yerimgat dengan pertemian Mike dan pelayan cafe itu.
''Dari mana kamu tau, apa Mike yang sudah bilang sama kamu, Refan memastikan dari mana Ririn tau.
Ririn hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.
Tak lama Sahila ikut bergabung dengan membawa kopi untuk Refan.
''Sepertinya kalian serius banget lagi ngomongin apa?'', ucap sahila sambil melihat dua orang yang duduk bersebelahan itu.
''Kita lagi ngomongin Mike, dan mas bilang sama Ririn untuk tidak terlalu berharap ,mumpung perasaan Ririn belum terlalu cinta,
''Kakak tau kamu pasti juga akan merasa kecewa kalau Mike memilih Nia, tapi itulah kenyataan yang harus kamu hadapi, pasti Tuhan sudah pilihkan jodoh yang terbaik untukmu, jalani saja, pasti Mike akan berterus terang denganmu dan Nia ,siapa yang akan di pilihnya. ucap Refan bijak membuat Sahila kagum.
Sahila mendekatkan kursinya tepat di samping Refan.
__ADS_1
''Ternyata suamiku ini sudah dewasa, dan sangat bijak dalam menceramahi ,bisik Sahila.
''Kalau belum dewasa nggak mungkin mas bisa bekerja ranjang denganmu, bisik Refan kembali tak mau kalah.
Seketika wajah Sahila langsung di tekuk setelah mendengar penjelasan Refan.
Sedangkan Ririn yang tak mendengar bisik bisik itu pun hanya diam dan sesekali melirik.
''Rin, kakak kamu benar, lebih baik kamu fokus saja sama kerjaan kamu, kalau memang tuan Mike itu jodoh kamu ,pasti di mana pun dan kapanpun waktunya itu, kalian akan di persatukan kembali, kita manusia hanya bisa menjalani apa yang sudah di takdirkan untuk kita. ucap Sahila yang selalu bijak, dan langsung mendapat hadiah ciuman dari Refan.
''Kakak ipar benar, jodoh nggak akan tertukar ,meskipun di mana pun dan kapanpun kita berada, kalau memang jodoh pasti akan mendekat, seperti kalian ,kakak sudah duda ,nyatanya kakak ipar masih mau, dan itu membuatku salut, ucap Ririn sedikit mengejek Refan.
Dengan seketika wajah Refan menjadi datar mengarah ke arah Ririn, sahila yang tau pun langsung meraup kedua pipi Refan dan menghadapkan ke arahnya.
''Jangan marah, apa yang Ririn bilang itukan semuanya benar, lagi pula aku nggak menyesal kok ,meskipun suamiku ini duda, tapi aku sangat beruntung, karena di saat kamu menikahiku, kamu sudah tidak membenciku, dan seandainya dulu, kamu langsung menerima perjodohan dari papa, mungkin sekarang aku sudah menjadi janda, karena aku nggak mungkin kuat menghadapi suami yang sangat membenciku, Tuhan memang selalu memberi jalan hambanya itu yang terbaik, dan Tuhan nggak akan memberi ujian untuk hambanya yang lemah, kalau kita sering punya masalah, kita harus percaya diri, mungkin kita ini memang lebih kuat dari pada orang di luaran sana, ucap Sahila panjang lebar membuat hati Refan teduh ,ingin sekali Refan memberikan ciuman yang lebih ,melihat istrinya yang sangat dewasa dalam bicaranya.
''Rin, kamu dengar kan ,apa kata kakak iparmu, sepertinya besok aku harus membuatkannya stasiun tv acara penyejuk hati untuknya, ucapan Refan asal, namun pandangannya masih pada wajah wanita di sampingnya.
Tak tau lagi wajah Sahila sudah memerah karena malu dengan ucapan Refan.
Akhirnya Ririn diam diam pergi meninggalkan dua sejoli yang saling memandang, karena menurutnya dia tak di butuhkan lagi,
''Mas, apa kamu nggak mau minum kopi buatanku, ucap Sahila mencairkan suasana yang sangat hening karena mata Refan yang fokus dengan wajahnya.
Refan mengangguk,
''Hemm, tapi setelah ini kita ke kamar ya!'', Refan mulai merayu.
__ADS_1
''Apa mas nggak lihat kalau ini masih pagi, lagian, mumpung hari ini mas libur, aku ingin jalan jalan. ,ucap Sahila mulai manja pada Refan karena tau kalau Ririn sudah tak ada.
''Baiklah hari ini kita jalan jalan, Mas akan membawamu ke suatu tempat yang sangat indah, ayo sekarang ganti baju, Refan beranjak dan menggandeng Sahila menuju kamarnya,
Sedangkan Ririn dan pak Cakra hanya melihat kemesraan mereka dari ruang keluarga .
Setelah siap dan izin pada pak Cakra dan Ririn, Refan mengemudi mobilnya sendiri, karena tak mau terganggu.
Dalam perjalanan ,Sahila hanya diam tak mau menanyakan kemana Refan akan membawanya, karena menurut Sahila kemanapun Refan membawanya itu pasti adalah tempat yang menyenangkan .
Setelah mobil berhenti, barulah Sahila menanyakan sesuatu.
''Mas, sebenarnya tempat apa ini, kenapa kamu membawaku ke sini , kenapa bukan Mall atau restoran ,ucap Sahila bingung, karena tak seperti biasa Refan selalu membawanya ke mall atau Restoran, kali ini Refan membawanya di sebuah tempat penunggangan kuda.
Refan menggandeng Sahila ,membawanya ke tempat di mana mereka akan menunggang kuda,.
''Kalian siapkan kuda, aku dan istriku mau naik, dan pastikan aman ,ucap Refan tegas pada salah satu pegawai,.
Sahila bingung dengan sikap orang orang yang menunduk pada Refan, pasalnya mereka baru datang, tapi sepertinya mereka sudah mengenal Refan.
Sahila menahan tangan Refan dari belakang, dengan terpaksa Refan menghentikan langkahnya dan berbalik.
''Kenapa, apa kamu nggak suka tempatnya, ucap Refan dan menyelipkan rambut Sahila yang berantakan karena terpaan angin.
''Mas, jangan bilang tempat ini punya kamu juga?'', Sahila pelan dan sedikit ragu.
''Apa kamu mau aku jawab jujur?'', ucapan Refan membuat Sahila mengangguk .
__ADS_1
''Ini memang milikku, dan ini akan menjadi milikmu juga karena kamu istriku, dan kalau kamu mau, nanti mas akan tunjukkan tempat wisata apa saja yang mas miliki, tapi untuk sekarang kita naik kuda dulu, sebelum cuacanya panas!'' ucap Refan, dan langsung menuju kuda ya g di siapkan.
Akhirnya hari libur Sahila dan Refan kali ini bukan menghabiskan uang, tapi menghabiskan tenaga, meskipun hanya naik, Sahila merasa sedikit gugup dan lelah, karena cuaca yang sedikit panas, tapi hatinya merasa sangat bahagia, apa lagi di temani orang tercinta.