
Tak ada kata yang pantas di ucapkan untuk Refan saat ini selain kata bahagia , melihat rumah sederhana di depannya membuat senyumnya merekah, Melihat sang mertua ,
''Ibu, ucap Refan saat melihat sang mertua membersihkan kebun di samping rumah ,Refan menghampiri Bu Nur dan langsung mencium punggung tangannya.
''Nak Refan, kamu kesini dengan siapa?'', tanya Bu Nur sambil melihat arah belakang Refan.
Mike tersenyum dan bersalaman.
''Silahkan masuk!'' ucap Bu nur seketika, Namun dengan sigap Refan memegang tangan wanita paruh baya itu.
''Maaf, kalau aku lancang Bu, Sahila di mana? ''tanya Refan penuh harap.
''Ada di kamar, kau masuk saja ,dan jelaskan padanya, apa yang sebenarnya terjadi, ucap Bu Nur dengan lembut,
Setelah mendengar ucapan Bu Nur, Refan langsung saja masuk dan mencari di mana kamar Sahila ,karena selama menikah baru kali ini Refan akan memasuki kamar Sahila.
Refan mencoba memegang handle pintu yang pertama ,karena Refan merasa itu kamar bernuansa cewek dan ada gambar hello kitty yang terpampang di pintu, dan ternyata benar, seorang wanita sedang meringkuk dengan mata terpejam.
Refan berjalan sepelan mungkin, namun suara sepatunya masih sedikit terdengar membuat Sahila berpindah posisi.
Akhirnya Refan membuka sepatunya dan melanjutkan jalannya menuju ranjang yang sederhana.
Refan ikut merebahkan badannya tepat di samping tubuh mungil Sahila, kerena badannya yang begitu besar dan ranjangnya yang sempit membuat ranjang itu bergerak dan menyenggol tubuh wanitanya ,Sahila yang merasakan tangan yang melingkar di perutnya pun seketika membuka matanya lebar lebar dan memukul tangan kekar itu,
''Aduh... sakit pekik Refan merasakan beberapa pukulan yang mendarat,
''Mas Refan, Sahila terbangun dan melihat pria di sampingnya dengan posisi masih berbaring serta tangannya yang masih lekat memeluk perut rata Sahila.
Refan tersenyum, dan menarik tubuh kecil itu kepelukannya.
__ADS_1
''Kenapa kamu pulang, dan kenapa kamu melanggar perintahku, apa kamu nggak mau hidup bersama ku lagi, ucapnya pelan,
Sahila hanya diam memikirkan bagaimana harus memulai, ingin rasanya hati Sahila mengatakan apa alasannya pulang ,namun itu di urungkan ,melihat wajah Refan yang terlihat letih.
Akhirnya Sahila memilih menggeleng dengan mulut masih terkunci.
''Apa kamu marah padaku, atau kamu sudah tidak mencintaiku lagi?''
''Ssst.... Jangan bilang seperti itu, sampai kapan pun aku akan tetap mencintaimu, bahkan aku tidak bisa marah saat melihatmu, tapi aku nggak tau,rasanya sesak saja saat aku mendengar suara wanita itu.
Refan menerka nerka perkataan Sahila,
mengingat akan kejadian di restoran itu.
Flashback off
Dengan seketika Refan menepis tangan mulus itu, sementara Mike hanya diam di tempat.
''Apa apaan kamu, apa kamu nggak tau sopan santun ,kita sudah tidak punya hubungan apa apa, jadi jangan sekali kali panggilan itu kamu lontarkan untukku, aku nggak sudi, Lagi pula aku sudah memiliki wanita yang cantik dan baik, bahkan dia jauh lebih cantik di bandingkan denganmu , ucap Refan sedikit santai, namun Kania malah tertawa keras tak percaya dengan apa yang di ucapkan Refan.
''Kamu jangan bohong Fan, aku tau kamu masih mencintaiku, dan aku yakin tidak ada wanita yang lebih cantik dan menarik dariku, kamu pasti hanya membuat wanita itu sebagai pelampiasanmu saja, Lagian mana ada wanita yang bisa bersaing denganku, ucapnya begitu percaya diri.
''Wow.... otak kamu itu terlalu kecil ,ucap Refan sambil menjentikkan jarinya di depan Kania.
''Apa Kamu tidak bisa memikirkan apa kekurangan kamu, sehingga kamu merasa dirimu itu paling sempurna, aku akui kamu memang cantik dan menarik, bahkan aku pernah tergila gila padamu, dan tak bisa di pungkiri kalau banyak laki laki di dunia ini yang tergila gila padamu selain aku, tapi sekarang aku sadar semua itu tidak akan membuatku bahagia, dan semua itu bukan lah yang aku cari dalam hidup, jadi kamu jauhi aku, dan jangan berani beraninya kamu muncul di depanku, kalau tidak mau wajah cantikmu itu aku jadikan permainan di depan umum, ucapan Refan membuat Kania geram dan meninggalkannya.
Sedangkan Mike hanya tersenyum kecil melihat pertengkaran dua insan di depannya itu .
''Bos sangat hebat dekali, dan aku harap wanita ular itu tak mengganggu hidup bos dan Nona lagi, semoga semuanya baik baik saja,
__ADS_1
Refan menghela nafas panjang,
''Tapi Sahila pasti tadi mendengar kalau Kania memanggilku sayang, Mike, apa yang harus aku katakan padanya, aku nggak mau dia salah faham. ucap Refan berharap Mike bisa membantunya.
''Nona itu sangat baik, bos katakan saja apa yang terjadi sebenarnya, pasti Nona akan paham dan tidak akan marah lagi, tapi alangkah baiknya kalau Bos mengatakannya nanti saat kita mau pulang, jangan sekarang, takutnya pikiran Nona masih sedikit kacau.
Refan hanya mengangguk dan mengikuti saran Mike.
Flashback on
''Jadi sekarang yang harus kamu salahkan adalah Mike, bukan mas,karena dia yang memberi saran, ucap Refan setelah menjelaskan panjang lebar apa yang terjadi waktu itu,
Sahila tersenyum dan memeluk tubuh kekar yang masih terbaring itu.
''Maaf, aku merepotkanmu,seharusnya aku nggak begini ,ucap Sahila memberi sebuah ciuman di pipi Refan .
''Tidak apa apa,mulai sekarang jangan pernah meragukan suamimu ini, meskipun dia sombong tapi dia tidak akan mengingkari janjinya untuk hidup bersamamu, bahkan sampai kita tua nanti,aku mencintaimu, sekarang tidurlah mas ngantuk,ucap Refan dan mulai memejamkan matanya.
Sahila ikut terlelap di pelukan Refan, pelukan yang sudah berhari hari meninggalkannya itu kini kembali menghangatkan tubuhnya, kerinduan yang di pendamnya kini terobati meskipun ada sedikit masalah, namun Sahila tak bisa marah, melihat wajah suami yang begitu dia cintai di depan matanya ,membuatnya takluk.
''Nak Mike istirahatlah dulu, ucap Bu Nur sambil menunjukkan kamar khusus untuk tamu,
''Meskipun rumah kami kecil ,kami selalu menyediakan kamar untuk tamu, silahkan, pasti nak Mike capek, Ibu tinggal dulu ke belakang. ucap Bu Nur dengan begitu lembut,
''Terima kasih Bu, ucap Mike dan langsung berlalu menuju kamar,
Mike pun langsung merebahkan tubuhnya karena lelah, pekerjaan yang bertubi tubi selalu menghampirinya ,dan ini lah kesempatan bagi dirinya untuk istirahat kembali, setelah sebelumnya tidur di pesawat.
''Akhirnya aku bisa istirahat juga, aku harus menggunakan waktuku ini sebaik mungkin ,dari pada bos nanti bangun dan menyuruhku ke sana kemari, Mike menggerutu ,namun tak lama kemudian denguran nafasnya terdengar lembut menandakan Mike sudah terlelap dan mulai menikmati indahnya dunia mimpi.
__ADS_1