
Hari ini adalah hari terakhir Refan dan Sahila di Bali., karena pekerjaan yang menantinya membuat Refan harus kembali., Begitu juga Ririn ,profesinya sebagai dokter membuatnya harus cepat kembali. tapi itu tak membuat Sahila sedih, justru rasa bahagianya muncul mengingat anak Nesya sudah lahir, Sahila mengajak Refan dan Ririn serta Mike ke pusat belanjaan oleh oleh khas Bali,
''Mas kita beli apa ya, buat anaknya Nesya?'' tanya sahila sambil memilah milih baju, Refan tak menjawab karena sibuk dengan ponselnya,
Sahila yang melihat sang suami pun berdecak kesal dan menghampirinya.
"Mas, jadi dari tadi aku ngomong sendiri, ucapnya sambil menarik ponsel Refan.
Kali ini Refan tak menjawabnya lagi ,malah mengangkat kedua bahunya.
"Maksud mas apa seperti itu, aku nanya kita beli apa untuk anak nya Nesya?'' ,Sahila mengulangi lagi tepat di depan Refan .
''Bola saja, anaknya Doni kan cowok, pasti dia suka main bola, atau nggak kelereng mungkin, karena mas ingat kalau anak laki laki masih kecil itu suka main kelereng.
''Halo tuan Refan, ini anak kak Doni dan Nesya masih bayi, mana ada dia bisa main bola dan kelereng, lagi pula bayi itu belum bisa apa apa, ucap Sahila semakin jengkel melihat tingkah Refan,
"Oke, kamu butuh bantuan mas kan, sini, ajak Refan ke sebuah tempat baju, Refan mengambil beberapa buah baju dan semua perlengkapan bayi,. meskipun di rumah Sahila sudah membelinya banyak, namun Refan mengambilnya lagi, hanya untuk membuat Sahila cepat selesai.
"Terima ksih sayang, ucapan terima kasih itu di sertai ciuman sebagai hadiah untuk Refan karena membantunya.
Sedangkan Mike dan Ririn pun sama ,meskipun satu tempat dengan Refan Dan Sahila, tapi mereka berbeda arah ,Ririn memilih beberapa baju yang menurutnya jarang di temui di kotanya.
"Apakah dokter udah selesai?'', ucap Mike setelah melihat Ririn membawa beberapa baju.
Ririn mengangguk. dengan cepat Mike mengulurkan tangannya, bermaksud untuk membawa dan membayar nya .
"Kenapa kamu membawanya, aku kan bisa. ucap Ririn serius.
"Biarlah, aku kan laki laki, biar aku saja, lagi pula kamu nggak usah khawatir, pasti aku akan membayarnya, ucap Mike kembali meyakinkan Ririn untuk menerima tawarannya.
__ADS_1
Dengan senang hati Ririn menyerahkam belanjanya di tangan Mike.
Mike membayarnya, namun Ririn sedikit bingung ,pasalnya Mike hanya sekretaris Refan, tapi dengan mudahnya dia membayar beberapa baju untuk Ririn, yang sangat mahal.
Sebenarnya Ririn juga bertanya tanya, siapa Mike sebenarnya,
"Terima kasih ya,aku nggak tau harus jawab apa, lagi pula kenapa kamu membayarnya, kita kan nggak punya hubungan apa apa,ucap Ririn sedikit ragu ragu.
"Apa kamu mau kita punya hubungan ,maksud aku apa kamu mau kita menjalin hubungan yang lebih serius lagi, aku nggak keberatan, tapi... Mike menghentikan kata katanya.
"Tapi apa? ''Ririn menyambung.
Mike menghela nafas, "Tapi aku mau kamu menerimaku apa adanya, aku orang miskin, mungkin untuk bermewah mewahan seperti bos aku nggak bisa, aku hanya bisa membelikanmu semampuku, karena aku nggak punya perusahaan sendiri, aku hanya bekerja di perusahaan om Cakra. Ucap Mike menjelaskan.
Kini Ririn menghadap Mike, ''Aku nggak butuh kekayaan, yang aku butuhkan suami, suami yang mencintaiku, dan aku bggak butuh kemewahan, aku hanya butuh kenyamanan , dan aku akan menerimamu, bagaimana pun keadaanmu, aku akan bilang smaa orang tuaku, dan Om, aku yakin mereka akan menerimamu.
"Kenapa kamu seyakin itu? '',
Sedangkan Refan dan Sahila yang sudah menunggu Mike dan Ririn pun berdecak kesal, pasalnya lama dan seperti biasa ,ponswlnya mati.
"Kalian lama sekali, apa sih yang kalian beli, ucap Refan marah melihat dua sosok yang di tunggu berjalan dengan santainya .
"Maaf kak, aku yang lama, lagian ini kan masih siang, kenapa kakak buru buru, bukankah ini hari terakhir kita di sini, harusnya kita nikmatin aja, cerocos Ririn, sedangkan Mike hanya diam, tak mau menjawab apa apa .
"Iya mas ,benar apa kata Ririn, besok kita kan sudah pulang, jadi hari ini biarin kita happy, Sahila menimpali .
"Mike ,kamu lihat kan ,mereka mengeroyokku, apa kamu nggak mau bantu aku?'', ucap Refan mencari bantuan .
"Maaf ya bos, bukannya aku tak mau membantu, tapi mereka benar, lagi pula biarin saja mereka puas, Mike ikut menimpali. membuat Refan terdiam .
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Refan tak banyak. bicara dan langsung masuk ke dalam kamar,
Mas Refan sepertinya marah, dan aku tau pasti apa yang akan aku dapat, batin Sahila menerka.
Sahila mengikuti langkah Refan menuju kamarnya, Dan melihat Refan sudah pergi ke kamar mandi, Sedangkan Sahila menunggu duduk di ranjang .
Sahila menerka nerka hukuman apa yang akan di berikan Refan untuknya, meskipun Refan tak memberi tau, tapi Sahila sangat yakin kalau itu akan di terimanya.
Saat beberapa saat menunggu, akhirnya Refan keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ranjang nya, kali ini Refan masih saja diam, tak seperti biasanya yang langsung menggoda Sahila.
Lebih baik aku ikuti aja dulu, dari pada nanti aku kena batunya batinnya.
Sahila ikut merebahkan tubuhnya di samping Refan.
Keheningan itu pun terjadi sampai beberapa saat membuat Sahila semakin bosan dan menggerak gerakkan tubuhnya ,.
"Mas, kenapa kamu diam, aku tau kamu marah sama aku, tapi bukan maksud aku untuk membantahmu, aku cuma mau bilang ,Mas kasih kebebasan saja sama tuan Mike dan Ririn ,kelihatannya mereka itu saling menyukai, ucap Sahila sambil mendekat ke arah Refan, dengan kegenitannya Sahila mengelus pucuk kepala sang suami.
"Hai ,sejak kapan istriku ini memperhatikan asmara orang lain, ucap Refan kembali dan memiringkan badannya menghadap Sahila.
"Apa mas nggak lihat kalau mereka itu suka saling pandang, dan sekarang mereka juga sering jalan berdua, kini Sahila memindahkan kepalanya di lengan Refan.
Sedangkan Refan menyunggingkan bibirnya.
"Apa mas nggak percaya itu?''.
"Huh.... bukan nggak percaya, mas nggak yakin saja sama Mike kalau dia bisa jatuh cinta lagi,
''Maksud mas apa, kenapa tuan Mike nggak bisa jatuh cinta, apa dia gay?''
__ADS_1
"Hssstt.... jangan sembarangan kalau ngomong, dia bukan gay, tapi semenjak dia di hianati cinta pertamanya, dia nggak mau hanya sekedar dekat dengan wanita, Mike sangat trauma dan berjanji tidak akan menunjukkan siapa sosok sebenarnya, hanya mas yang tau siapa dia, karena dia sudah lama memegang perusahaan papa yang di negara L. kalau memang Ririn yang akan mengisi ruang hatinya mas akan sangat setuju, dan mas akan mendukungnya. ucapan Refan kali ini membuat Sahila lega .