KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 23.Jatuh cinta


__ADS_3

Setelah sampai di depan rumah Doni, Nesya yang turun dari mobil langsung membelalakkan matanya, pasalnya ini rumah terbesar yang pertama kali mau ia tempati,


Nesya menelan ludahnya dengan susah payah membuat Doni mengernyitkan dahinya.


''Kamu kenapa Sa? ''kenapa kamu bengong? ''


''Ini beneran rumah mas Doni, mas Doni nggak salah kan ?''


''Nes, mana mungkin sih, aku lupa sama rumah sendiri, ini beneran rumah ku, tapi lebih tepatnya rumah orang tuaku,


''Mas, terus gi mana kalau mereka nggak setuju aku tinggal di sini?''


Doni tersenyum dan melihat Nesya dari dekat.


''Nes, mereka sudah meninggal ,dan sekarang tinggal aku sendiri yang tinggal di sini


''Maaf, aku nggak tau,


''Nggak apa apa, tapi wajar kan kamu nanya ,kamu kan calon istriku.


Nesya masuk dan di iringi Doni dari belakang.


''Bik, kenalin ini Nesya, calon istriku,


''Nes ,ini bik minah pengasuhku dari kecil, dan dia sudah aku anggap seperti keluargaku.


Bik Minah tersenyum melihat Nesya, begitu pun Nesya.


''Selamat datang nona, semoga nona betah tinggal di sini.


''Terima kasih Bik, aku akan betah di mana pun mas Doni tinggal, di situlah ada aku.


Jawaban yang memuaskan terdengar dari mulut Nesya.


------------------------


Setelah beberapa hari di rawat ,kini Sahila sudah di perbolehkan pulang, Sahila selalu menunjukkan senyumnya, karena di kelilingi orang orang yang masih peduli dengannya


Di rumah sakit pun semua orang saling berebut untuk mendorong Sahila dari kursi roda,


Karena Sahila merasa risih, akhirnya Sahila tidak mau memakai kursi roda dan langsung berdiri.


''Dari pada kalian rebutan ,mendingan aku jalan, oke!'' sambil melihat ke arah teman teman yang mengikuti di belakangnya.


Yang membuat teman temannya saling pandang.


''Kalian ini kan sudah dewasa ,kenapa nggak mau ngalah sama kami sih?'' sambil menunjuk ke arah Iwan dan Doni,


Doni dan Iwan hanya diam mendengar celoteh Sindi.


*Males banget harus meladeni Abg, batin Iwan.


Sahila* yang tak melihat temannya sama sekali pun langsung menoleh ke belakang .


''Kalian mau di sini, nggak mau pulang?'' teriak Sahila.


Semuanya melihat Sahila dari kejauhan dan langsung menyusulnya, Sedangkan pak Cakra masih setia mendampingi Sahila


''Dasar anak muda jaman sekarang, ada ada saja tingkahnya, ucap pak Cakra.

__ADS_1


Tiba di rumah pak Cakra, Iwan dan yang lainnya pun tak langsung pulang, mereka mengobrol dengan Sahila panjang lebar.


Itu membuat pak Cakra semakin senang, karena Sahila tak merasa kesepian lagi.


''Mulai sekarang kalau kalian mau main,main aja ,jangan sungkan sungkan, karena Om sudah anggap Sahila seperti anak Om sendiri, ucap Om Cakra.


''Baik Om, semua menjawab serempak


''Ehemm... kayaknya ada yang curi curi pandang nih, Sahila yang melihat Iwan melirik Sindi,


Karena takut ketahuan akhirnya Iwan menatap langit langit dan bersiul


Semuanya pada clingukan mencari sosok yang di katakan Sahila,


''Siapa sih Sa, yang curi pandang, tanya Nesya heran .


''Kamu beneran nggak tau, kayaknya ada yang mulai jatuh cinta, tapi mungkin aja malu mengakuinya. sindir Sahila


Namun yang di sindir masih aja pura pura tidak mengerti.


''Apa yang jatuh cinta di sini itu kamu Ren?'' tanya Sindi


''Nggak, mungkin aja kamu, kalau kak Doni dan Neaya nggak mungkin, mereka kan memang udah pacaran, terus siapa kalau bukan kamu?''


''Aku juga nggak tu, Sindi.


Akhirnya semua melirik ke arah Iwan.


Iwan yang merasa jadi pusat pandangan pun langsung berdalih.


''Kalian mau menuduhku jatuh cinta?''


''Kenapa kamu langsung ngomong gitu Wan, kami belum bilang apa apa, ucap Doni


''Kak Iwan, kakak ini kan sudah dewasa kalau berbahasa yang benar dong, kakak nggak malu sama kita kita? ''pinta Sahila.


''Iya, iya Sa, mulai sekarang akan aku coba berbahasa yang benar ,


Rasain lo emang enak di nasehati abg. batin Doni tertawa.


''Kamu juga mas, kalian itu biasanya kalau ngomong suka asal ,Nesya yang melihat Doni sedikit cekikikan.


Karena Nesya yang sudah lama melihat tiga sahabat itu, jadi Nesya sudah hafal cara bicara Iwan Refan dan Doni.


''Iya, lagian aku ngomong kayak gitu kan cuma bertiga dengan Refan ya kan Wan?''


''Heem, Iwan mengangguk.


''Kakak beneran lagi nggak suka sama seseorang?'' Tanya Sahila memastikan.


Sedangkan Iwan hanya menggeleng.


Kini canda tawa di rumah pak Cakra pun di saksikan pak Cakra.


Alhamdulillah Sa, akhirnya kamu merasakan kebahagiaan sebagai anakku, batin pak Cakra dari kejauhan,


----------------------


''Kania bangun, hari ini aku sudah mulai kerja, aku nggak enak sama Mike, yang tak lain adalah sekretaris Refan.

__ADS_1


Refan sudah rapi dengan baju kantornya, sedangkan Kania masih berada di balik selimut,


''Kania, kamu nggak mau bikinin aku sarapan gitu?'' pinta Refan lagi yang membuat Kania langsung membuka matanya.


''Sayang, kamu kan bisa minta Bibi, kenapa harus bangunin aku sih?'', jawab Kania ketus,


Ya, sekarang mereka berada di apartement milik Refan


Refan menghela nafas, dan keluar dari kamar, karena tak mau berdebat dengan Kania.


Refan menuju meja makan, ternyata sarapan sudah siap,


Refan sarapan sendiri tanpa di tenami Kania membuatnya seperti bujangan.


Bukan ini yang aku inginkan setelah menikah Ka, aku ingin kita selalu melakukan apapun bersama sama, tapi selama beberapa hari ini kamu selalu saja cuek ,dan tak melayaniku sama sekali. Batin Refan sambil mengunyah makanan.


Setelah selesai sarapan Refan langsung pergi ke kantor,


Sedangkan Kania yang masih berada di kamar mulai mengumpulkan kesadarannya ,


Kania melihat ruangan, yang sudah tak nampak sosok Refan.


Kania mengambil ponsel dan langsung menghubungi seseorang.


📱


''Sayang, aku kangen sama kamu, kita ketemuan yuk, ucap Kania tanpa sungkan.


📱


''Oke aku tunggu di tempat biasa, jawaban dari seseorang yang di telepon Kania,


Kania beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah semua siap dengan penampilannya yang begitu cantik, Kania keluar dari kamar.


''Bik, aku mau keluar, nanti kalau pak Refan pulang duluan. bilang aja aku ada pemotretan,


''Baik nyonya. jawaban singkat bibi.


Setelah beberapa menit meninggalkan apartemen, kini Kania tiba ditempat tujuan.


''Sayang, Kania menyapa seorang laki laki dengan baju hitam serta kaca mata senada.


Sambil mencium pipi kiri dan kanan, namun kali Ini Kania tidak menemui Bram secara terbuka. ya laki laki yang di hubungi Kania adalah Bram sang manager.


''Mentang mentang ada yang lain ,udah cuekin aku ya sekarang, ucap Bram sinis


''Jangan gitu dong , aku kan harus menghargai dia ,apa lagi sekarang dia suamiku,


''Meskipun kamu lebih hot dari pada Refan aku juga akan memprioritaskan dia.


Ucap Kania sambil mengelus pipi Bram, yang membuat jiwa lelakiannya menegang.


''Kamu mau mancing aku sekarang, apa belum puas punya Refan?''


''Ah, kamu selalu tau apa yang aku inginkan. Akhirnya Bram dan Kania menuju tempat yang memang sudah di rencanakan oleh Bram, apa lagi kalau bukan kamar untuk memadu kasih.


Sedangkan di kantor ,Refan merasa kurang bergairah untuk bekerja, karena pernikahanya yang baru di jalani beberapa hari, namun sudah membuat dirinya tak nyaman.

__ADS_1


Namun itu tak membuat Refan putus asa,


''Bagaimana pun aku harus bisa membuat Kania berubah dan tak memikirkan dirinya sendiri, lirih Refan.


__ADS_2