
Masih di kediaman pak Cakra ,Refan masih saja betah memakan kue yang dibikin Sahila, entah sudah beberapa potong masuk ke dalam perutnya, karena keeenakan membuat Refan tak mau berhenti.
''Mas sudah, nanti kamu sakit perut karena kebanyakan, Sahila menarik kue yang masih berada di depan Refan.
''Sayang, habisnya ini enak, bahkan di toko kue terkenal maupun di restoran tak ada yang seenak ini, ucapnya.
Gombal.
''Tapi sudah, mendingan sekarang mas cepetan ke apartemen tuan Mike, Sahila sedikit memerintah, sambil menata kue di kotak.
''Baiklah istriku yang cantik, mas siap melaksnakan semua perintahmu,tapi sebentar lagi, masih mengulur waktu.
Sahila berjalan menuju kamar ,sedangkan Refan masih saja duduk di tempatnya sambil melihat punggung Sahila berlalu.
Sesampainya di kamar ,Sahila merasa sedikit gerah, karena habis dari dapur dan bajunya pun masih berbau tepung.
''Mandi dulu ah, gumamnya dan langsung pergi ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit, Sahila sudah menyelesaikan mandinya,
''Ah... kenapa bisa lupa sih, bawa baju ganti ucapnya jengkel, karena Sahila tak terbiasa kalau harus mengganti bajunya di kamar.
Sahila memakai handuk dan membuka pintu dengan pelan melihat suasana kamar.
Mengeluarkan kepalanya dan menoleh ke arah kanan kiri.
''Sepi,untung saja mas Refan belum ke kamar, katanya dan bernafas dengan lega.
Sahila keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk dan berjalan menuju lemari untuk mengambil baju.
Baru saja membuka pintu lemari ,tiba tiba saja Sahila di kejutkan tangan yang melingkar di perut gendutnya.
Sahila diam dan menelan ludah dengan susah payah,.
Aduh.... kenapa bisa jadi begini, dari mana datangnya mas Refan, tadi kayaknya nggak ada, kenapa sekarang ada disini batinnya.
Meskipun suaminya sendiri, Sahila tetap saja was was karena hanya memakai handuk.,apa lagi sahila merasakan deru nafas Refan tepat di telinganya membuat bulu kuduknya berdiri.
''Apa kamu menggodaku sayang, ?''ucap Refan berbisik,
__ADS_1
Menggoda, apa maksudnya, aku kan nggak tau kalau dia disini, batin Sahila.
Sahila menggeleng pelan, jantungnya tak karuan, ingin rasanya berlari dan terlepas dari pelukan Refan, namun apalah daya, bahkan saat ini posisinya terhimpit.
''Kenapa kamu hanya pakai handuk, dan itu sangat membuatku tergoda, lagi pula kita kan sudah lama tidak melakukannya, ucapan Refan membuat Sahila terpaku.
Sahila memutar badannya melihat mata Refan yang sudah terburu nafsu.
''Mas, bukannya aku nggak mau, tadi katanya mas mau ke apartemen Tuan Mike, kenapa masih disini, Sahila mencoba mencari alasan .
Refan mengerucutkan bibirnya, ''Kenapa bukan Mike saja yang disuruh ke sini ngambil kuenya, aku kan pingin sama kamu, Kini Refan mulai jengkel dengan perintah Sahila.
Sahila menghadapi Refan dengan senyuman. ''Mas, sekali kali kamu lah yang perhatian sama dia, kasihan kan tuan Mike, kita kan masih bisa lain waktu itunya, Sahila merayu.
''Kamu nggak bohong kan? ''kini giliran Refan mencari kepastian dari mata Sahila .
Sahila mengangguk.
Akhirnya Refan mengendurkan pelukannya dan membiarkan untuk mengambil baju ganti.
Untung saja otakku ini jalan ,kalau tidak aku pasti sudah terkapar di atas ranjang ,batinnya.
''Kalau gitu aku kesana dulu ya, kamu hati hati di rumah ,jangan naik turun tangga terus, kalau butuh sesuatu panggil saja bibi pakai telepon. Refan menasehati.
Sahila tau, masih ada sesuatau yang di harapkan dari suaminya itu, sehingga tak juga keluar dari kamarnya.
Sahila menghampiri Refan dan mencium bibirnya sangat lama, ''Ini kan yang kamu mau ,ucapnya setelah ciuman itu di lepaskan.
''Tu tau ,kenapa nggak dari tadi ,kan aku jadi nunggu. ucapnya dan berlalu keluar dari kamar.
''Ada saja tu bocah tua, masih saja minta di manja setiap mau keluar ,gumam Sahila sambil geleng geleng kepala.
Refan pun langsung pergi dari rumah membawa kotak kue yang di tata rapi oleh Sahila dan menuruti keinginan sang istri untuk ke Apartemen Mike.
Setelah perjalanan beberapa menit, kini Refan sudah berada di depan apartemen Mike.
''Apaan, masa di suruh bawa kotak kue, kayak emak emak saja, gerutunya sedikit gengsi, Refan masih saja duduk di mobilnya belum niat untuk keluar,
✉️
__ADS_1
Mike, keluar sebentar, aku ada di depan apartemen mu, akhirnya Refan memilih mengirim pesan pada Mike.
Tak berselang lama ,Mike keluar karena Mike pun langsung membaca pesan dari Refan.
Mike mengetuk pintu mobil Refan yang sudah terparkir.
''Ada apa bos ke sini, apa ada yang penting?''. tanya Mike, karena tak sekali pun Mike di datangi bosnya itu kecuali ada hal yang penting.
Refan berdecak kesal.'' Ambil kotak kue di dalam mobil, ucapnya dan meninggalkan Mike yang masih mematung.
Setelah mendengar kata dari Refan, Mike pun membuka pintu mobil dan mengambil kotak kue sesuai perintah bosnya.
Kue siapa ini, ngapain bos menyuruhku mengambilnya, batinnya,
Mike kembali mengekori Refan yang masuk ke dalam apartemennya,
''Kue siapa, kenapa di bawa kesini?'' tanya Mike penasaran, melihat bosnya yang sudah bersantai di sofa milik Mike.
''Untuk kamu, makan saja, itu istriku yang membuatnya, Refan dengan sinis.
Mike segera membukanya dan tak tanggung tanggung melahapnya.
''Wah ,ternyata enak juga kue bikinan Nona, ucap Mike setelah menikmati beberapa potong kue.
Sedang Refan semakin memandang Mike dengan tatapan yang tajam, ada gejolak dalam diri Refan gara gara kue itu.
''Apa kamu suka?'' tanya Refan pada Mike, dengan cepat Mike mengangguk. ''Ini enak.
''Tapi aku tak suka, gara gara kue itu aku tak jadi melakukan itu dengan istriku, Mike langsung paham dengan ucapan bosnya yang mesum itu.
Mike tertawa renyah mendengar penjelasan Refan dan menaruh kuenya di atas meja.
''Itu nya bisa nanti, lagi pula Nona itu kan baik, pasti nona akan selalu menuruti bos kapan pun bos mau, ucapnya sambil menyunggingkan bibirnya.
Refan menghela nafas dan tersenyum.
''Terkadang aku juga bingung dengan hidup ini, kenapa aku di pertemukan dengan wanita yang sangat sabar sepertinya, bahkan dengan santainya dia memaafkanku setelah semua yang aku lakukan sama dia, rasanya aku ini laki laki yang sangat kejam bila aku mengingat awal pertemuanku dengannya, bahkan aku pernah memakinya di depan umum, dan itu semakin membuatku sakit saat aku melihat wajahnya yang sekarang, meskipun aku sudah berusaha melupakan nya ,tapi semua itu tak bisa luput dari ingatanku, ucapan Refan terbata,
Mike tersenyum ,''Aku tau ,pasti berat untuk Bos, tapi yakinlah kalau Nona itu memang di ciptakan untuk Bos, dan jaga dia, jangan sampai menyesal nantinya, karena aku pun bisa mengambilnya kapan waktu untuk menjadikan istri keduaku, ucap Mike sambil berlalu meninggalkan Refan untuk mengambil minum.
__ADS_1
''Apa kamu mau mendapatkan hukuman atas kekurang ajaranmu yang sudah berani berani bilang begitu padaku. Teriak Refan.
Mike tak menghiraukan ucapan Refan malah cekikikan di depan lemari pendingin.