KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 11.Pindah


__ADS_3

Seperti hari hari sebelumnya, hari ini Sahila dan Nesya menjalankan aktifitasnya dengan bekerja di restoran Doni,meskipun status Nesya kini menjadi pacar Doni tapi tak merubah pekerjaannya.


Seperti biasa pula Sahila dan Nesya pergi dengan naik angkot,


Sahila amatlah rajin dan bersemangat untuk bekerja dan tanpa mengeluh, begitu juga Nesya, mereka berdua memang sepasang teman yang patut di tiru.


''Sa, kamu tolong antar minuman ini ke sana ya, suruh Devi salah satu pelayan sambil menunjuk ke arah pojok.


Sahila mengambil minumannya dan segera melangkahkan kakinya ke arah yang di tunjuk Devi.


Setelah sampai di tempat yang di tuju Sahila sangat terkejut dengan siapa yang ada di meja itu.


''Om Cakra, Sahila dengan nada kaget dan langsung mencium punggung tangannya.


''Sahila, kamu ngapain di sini ?tanya Om Cakra yang juga terkejut.


''Aku sekarang kerja di sini om,aku ingin melupakan semuanya, kalau aku tetap di rumah, aku takut tidak bisa melupakan mas Refan.


''Baiklah kalau gitu, Om meeting dulu ,nanti kita bicara lagi.


Akhirnya Sahila pergi ke belakang setelah mendengar ucapan Pak Cakra.


Ternyata pak Cakra pergi ke restoran dengan kliennya untuk meeting.


Setelah kurang lebih satu jam, pak Cakra sudah selesai dengan meeting nya, dan kembali memanggil Sahila.


''Sa, maafkan Refan yang sudah.... kata pak Cakra mengambang.


''Om, sudahlah lah semua ini bukan salah mas Refan, mungkin saja kita memang nggak berjodoh, jadi dalam masalah ini om nggak boleh salahkan siapa siapa.


''Tapi Sa, om merasa bersalah dengan Ibu kamu.


''Om, Ibu juga nggak apa apa kok. jangan merasa bersalah terus,


Mereka bercakap cakap panjang lebar,


Tak sengaja Doni keluar dari ruangannya dan melihat Sahila masih berbicara dengan pak Cakra.


''Om Cakra ,tumben om kesini, terus om kenal sama Sahila? Doni sambil mengarah ke arah Sahila.


Pak Cakra mengangguk.


''Sahila ini ca...kata Pak Cakra mengambang


''Cantik.. Ya kan om? Sahila mengalihkan pembicaraan.


Pak Cakra mengangguk, tapi menunjukkan muka yang bingung.


''Om gi mana kabarnya,maaf nih aku nggak bisa main ke rumah om.

__ADS_1


''Nggak apa apa, om tau kamu pasti lagi sibuk.


''Don,om mau bilang sama kamu mulai sekarang biar Sahila tinggal sama om, kamu tau kan om nggak punya teman, semenjak Refan pergi ke luar negeri om jadi kesepian.


''Aku sih terserah Sahila saja om,


Sahila masih saja memutar otaknya memikirkan tawaran pak Cakra.


Aku harus jawab apa nih, kalau sampai mas Refan tau aku tinggal di rumahnya pasti dia sangat marah, tapi kalau aku menolak, kasihan om Cakra, pasti dia sangat kesepian, batin Sahila.


''Gi mana Sa, apa kamu sudah bisa memutuskan?


''Gi mana ya Om, aku tanya Nesya dulu ya om?


Sahila pergi dari tempatnya dan menghampiri Nesya.


Nesya pun tidak menyulitkan Sahila,di manapun Sahila tinggal yang penting Sahila merasa nyaman .


Sahila dan Nesya menghampiri Doni dan pak Cakra.


''Om, kenalin ini Nesya teman Sahila dari kampung.


Nesya langsung mencium punggung tangan Pak Cakra.


''Jadi gi mana ?


'' Sahila, Kamu sudah om anggap sebagai anak om sendiri ,jadi mulai sekarang kamu bisa panggil om dengan sebutan papa.


Sahila mengangguk,dan menampakkan senyum kecilnya.


Tak ada yang ingin tau,sebenarnya ada hubungan apa antara Sahila dan pak Cakra, karena menurut Doni maupun Nesya itu bukan urusan mereka.


Sahila pergi dari restoran menuju kos kosannya untuk mengambil baju bajunya dengan di temani pak Cakra, Nesya serta Doni.


''Nes, maafin aku ya, harus tinggalin kamu sendiri, kamu nggak apa apa kan?


''Sa, sebelum kamu ke sini aku tu sudah sendirian, jadi kamu nggak usah khawatirin aku.


''Kamu tenang aja Sa, bentar lagi aku akan nikahin dia kok, jadi nanti biar Nesya tinggal sama aku.


''Bapak serius, Wah selamat ya Nes, aku tunggu undangannya.


Nesya yang mendengar ucapan Doni ikut terkejut, pasalnya mereka tak penah ngomongin soal pernikahan dan tiba tiba Doni bilang akan segera menikahinya.


''Selamat ya Don, om doain semoga lancar apa yang kamu rencanakan,


''Terima kasih om. Doni


''Pak Doni apa apaan sih, apa dia serius mau nikahin aku,batin Nesya.

__ADS_1


Pak Cakra dan Sahila berlalu naik mobil dan kini tinggal Doni dan Nesya masih mematung di depan kos kosan.


Suasana yang sangat canggung, kedua sejoli yang berstatus pacar, tak ada yang bersuara, hanya saling pandang, akhirnya Doni yang memecah suasana duluan.


''Nesya, kamu mau kan menikah sama aku?


''Pak, apa ucapan bapak serius?


''Aku sangat serius ,dan kamu nggak usah meragukan aku lagi, aku nggak main main dengan ucapanku,dan mulai sekarang kamu jangan panggil aku pak lagi.


''Terus aku harus panggil apa? tanya Nesya.


''Terserah, Bebeb, sayang, mas, kakak, yang penting jangan pak,Aku sedikit risih.


Dia pikir aku nggak malu apa panggil dia seperti itu, apa lagi kalau di restoran, apa kata teman teman nanti. pikir Nesya.


''Ya sudah, mulai sekarang aku panggil mas aja,


Sedangkan di dalam mobil pak Cakra dan Sahila saling bercakap,


Pak Cakra terlihat sangat senang ,karena kehadiran Sahila, pasalnya Sahila adalah mantu yang di idam idamkan oleh pak Cakra, tapi harapan pak Cakra musnah setelah Refan menolak perjodohan mereka.


Mobil pak Cakra sampai di depan rumahnya.


Yaitu rumah yang sangat besar dan mewah, beda jauh dengan rumah Sahila yang kecil.


Wah, rumah om Cakra bagus sekali, pantesan mas Refan menghina keluargaku seperti itu, batin Sahila.


''Ayo Sa kita masuk, dan anggap saja rumah ini sebagai rumah kamu juga, karena kamu sudah aku anggap sebagai anak sendiri, dan jangan lupa panggil Om dengan sebutan papa.


Sahila tersenyum.


Mereka berdua masuk dan langsung di sambut oleh beberapa pembantu.


Sahila memperkenalkan diri kepada para pembantu.


''Bik, tolong bersihkan kamar yang di atas ya, yang sebelah kamar Refan. pak Cakra menyuruh bibik.


''Baik tuan. jawab bibik


Sahila mengikuti bibik dari belakang dan ikut membersihkannya.


Setelah selesai Sahila langsung merebahkan badannya di ranjang yang kini menjadi kamarnya.


Ternyata Om Cakra sangat baik, berbeda sekali dengan mas Refan,gi mana kabar mas Refan ya, apa dia baik baik saja. batin Sahila.


Di satu sisi nasib Sahila sangat beruntung karena di kota besar masih ada orang yang perduli padanya, tapi di sisi lain Sahila merasa tidak nyaman dengan keberuntungannya itu, karena harus tinggal dengan pak Cakra, karena Refan sang anak sangat membencinya.


Itulah yang membuat Sahila galau saat ini,

__ADS_1


__ADS_2