KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 182.Kado untuk Ririn


__ADS_3

Setelah merasa sehat ,Kini Ririn pun sudah mulai membantu yang lain di dapur, karena Ririn dan Zero yang masih di masa cutinya dan menikmati masa pengantin barunya,


Ririn mencoba membuat makanan untuk sang suami, seperti pada umumnya, meskipun selama hidupnya ,baru kali ini memegang alat dapur dan bumbu masak,tapi mengingat dirinya adalah seorang istri membuatnya tak patah semangat.


''Lama lama kamu nanti juga bisa, biasa lah ini kan baru pertama kali, ucap Sahila saat melihat Ririn menyerah, karena beberapa kali gorengan ikannya itu gosong.


''Tapi kak, Nada Mengeluh, ''Nanti kalau mas Zero nggak mencintaiku gara gara aku nggak bisa masak gi mana, Ririn mengadu, mengutarakan isi hatinya,


Sahila tersenyum dan melihat adik sepupunya, melihat wajahnya yang cantik itu membuatnya kagum, selain pekerjaannya sebagai dokter ,ternyata Ririn juga antisuas menjadi ibu rumah tangga.


Sahila mendekati Ririn dan memegang kedua lengannya.


''Rin, cinta itu bukan dari dasar itu saja, masih banyak jalan, dan tipekal laki laki itu berbeda, kamu harus mencoba mencari apa yang di sukai suami kamu, kakak yakin Zero tidak akan segampang itu, lagi pula kakak lihat Zero itu mencintai kamu tanpa alasan apapun, Sahila meyakinkan,supaya Ririn tak bergikir negatif.


Nia pun ikut tersenyum sambil melanjutkan masakannnya.


''Kenapa kamu tersenyum juga, apa kau juga mengejekku karena aku tidak bisa masak?'' ucapan Ririn membuat Nia membelalakkan matanya.


''Nia menggeleng.


''Dokter jangan tersinggung dan berkecil hati seperti itu, lagi pula Dokter kan pengantin baru ,ngapain di dapur, mendingan dokter temani dokter Zero, mungkin saja dia butuh sesuatu, Nia berbicara sambil mengaduk olahan yang ada di wajan.


Ririn diam melihat dua wanita di depannya yang saling bicara membuatmya merengut.


Ternyata ibu rumah tangga tak semudah yang aku bayangkan, dan ternyata lebih mudah menjadi wanita karir ,bagaimana kalau nanti aku masih saja nggak bisa masak, apa mas Zero akan mencintaiku seperti kak Refan yang mencintai kakak ipar, apa dia akan tetap setia padaku sampai tua ,membatin.


Setelah bergelut dengan otaknya, Ririn kembali duduk bersama Zero di ruang keluarga,


''Kenapa sayang, apa kamu sakit, tanya Zero penasaran melihat Ririn dengan wajah yang di tekuk.


Ririn menggeleng,.


''Jangan cemberut, apa mau aku cium disini, kita sudah halal loh ,jangan salahkan aku ya, Zero mulai menggoda sambil mencium cium baju Ririn yang seperti bau amis.


''Kok baju kamu bau ikan, kamu nggak mandi nya, celetuk Zero membuat Ririn langsung memukul lengannya,.


Sedangkan Mike dan Refan hanya tertawa melihat tingkah pengantin baru itu,

__ADS_1


''Sembarangan aja kalau ngomong, ini tu gara gara ikan, dia nggak mau bersahabat denganku, mereka cuma mau berteman dengan kakak ipar dan Nia, jadi gini deh, kini Ririn malah merengek dan lama lama menangis menyandarkan kepalanya di pundak sang suami.


''Ya udah, sekarang lebih baik istriku yang cantik ini mandi dulu,Memuji, Jangan cemberut terus, kamu nggak malu di lihat kak Refan dan Mike ,mereka menertawakanmu, ucap Zero pelan, dan tersenyum.


''Masa pengantin baru bau ikan .celetuk Mike lantang nada mengejek.


''Benar tu kata Mike ,cepat mandi sana , baunya sampai sini, nanti kucing kucing di depan masuk lagi, gara gara mencium bau kamu, Refan ikut menimpali dengan gaya ejekan.


Setelah mendengar Refan dan Mike ,Ririn pun langsung beranjak ke kamar untuk membersihkan dirinya yang sedari tadi memang bajunya berbau ikan.


''Terus saja mengejek, memangnya mereka pikir apa, aku kan cuma belajar memasak, kenapa mereka malah mengejekku, sabar ya Rin ,mulut kedua pria itu kan memang tajam, jadi jangan hiraukan mereka, yang terpenting suamimu, dia sangat mencintaimu, gerutunya di depan cermin.


Setelah beberapa menit berlalu, Ririn pun keluar kamar menghampiri Semuanya yang sudah siap di meja makan, lagi lagi Ririn melihat ke arah Ikan ,Nia menggorengnya dengan begitu cantik dan tidak gosong sama sekali, teringat dengan dirinya yang beberapa kali itu gagal membuatnya cekikikan.


Setelah dirinya duduk disamping Zero, tiba tiba saja Refan menyodorkan sebuah amplop putih,


''Apa ini kak, tanya Ririn penasaran.


sambil meraih dan membolak balikkan amplopnya.


''Buka, kakak nggak tau kamu suka atau tidak ,tapi itu yang bisa kakak kasih untuk kamu, tapi kalau kamu memang nggak suka biar nanti kakak ganti .ucap Refan.


Dengan pelan Ririn mulai membuka dan sesekali melirik sang suami yang juga melihatnya.


''Tiket, ucap Ririn dengan keras sambil tersenyum melihat dua tiket honeymoon di tempat yang tak terbayang olehnya,


''Ini untukku, tanyanya lagi sambil melihat Refan.


''Iya, selamat menikmati, ucap Sahila.


Dengan cepat Refan pun mengangguk,


Ucapan terima kasih pun bertubi tubi di ucapakannya untuk Refan.


''Dan ini dariku, aku harap kamu juga akan berterima kasih padaku, ucap Mike pun sambil monyodorkan sebuah kotak, namun sebelum Ririn membukanya, Mike sudah berlalu terlebih dulu,.dan itu sedikit membuat Ririn curiga.


Ririn mengocok kotak yang sedikit besar itu, karena takut Mike mengerjainya,

__ADS_1


''Nia, Mike nggak mengerjaiku kan?'', Tanya nya serius. sedangkan Nia hanya mengangkat kedua bahunya,


Sedangkan dalam hati Refan hanya menerka, melihat Ririn yang sedikit ragu untuk membukanya,


Pasalnya Sebelum kotak itu jadi ,Mike terlalu sibuk di dapur.


Jangan jangan Mike benar benar mengerjai Ririn.


Tapi aku seperti mengenal bau ini?'', tapi apa ya, batin Ririn.


Setelah membukanya mata Ririn terbelalak melihat isi kotak itu, ingin sekali memaki Mike yang sudah tidak nampak,


Mike sialaan, ternyata dia menipuku, batin Ririn geram.


Andai saja Mike ada di situ, mungkin isi kotak itu akan di lemparkan ke wajah Mike saking geramnya.


''Apa isinya, ?''tanya Refan, sedangkan Ririn terlihat enggan menunjukkannya.


''Apa sayang, Tanya Zero pula sambil menarik kotak yang ada di tangan Ririn.


''Ikan gosong, ucapan Zero kali ini membuat semua tertawa termasuk pak cakra.


Sedangkan Ririn merasa sangat malu atas ulah Mike kali ini.


''Lihatlah bawahnya, kamu pasti akan suka, ucap Nia yang sudah tau isi dari maksud Mike.


Dengan berat hati Nia mengangkat ikan dan melihat isi di bawah ikan,


Kali ini Ririn pun terkejut dengan ulah Mike,


Ternyata ini dari mu batinnya.


Ririn melihat wajah wajah yang ada di meja makan secara bergantian.


''Apa kamu nggak suka, tanya Nia ragu, takut kalau Ririn tidak menyukai kado dari Mike , suka banget, dan tolong bilang sama kekasihmu yang jahil itu, aku berterima kasih banyak, aku sangat menyukainya, ucapanya,


Ternyata Mike memberi sebuah kunci mobil untuk hadiah pernikahan Ririn dan Zero.

__ADS_1


Ririn sang pengantin baru tak menyangka kalau kepulangannya akan mendapatkan kado yang sangat istimewa dari sepupunya dana juga sahabatnya,


Meskipun mama dan papa nya tidak bisa menemani, namun Ririn tetap merasa sangat bahagia masih di kelilingi orang yang sangat mencintainya,


__ADS_2