
Sahila serta Nesya dan Sindi memilih untuk menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan yang ada di tengah kota, Sahila dan yang lain masuk ke sebuah toko yang sangat besar ,dan tak heran, baju yang di jualnya pun dengan harga fantastic.
''Sa, lihat deh ,ini bagus banget ,dan ini cocok untuk kamu, ucap Sindi sambil mengambil sebuah baju mewah dan di tempelkan di depan Sahila.
Sahila menggeleng, karena dirinya memang belum pernah berbelanja sendiri, karena menurut Sahila baju di lemarinya itu banyak ,dan bahkan tak terpakai semuanya.
''Kenapa, bukankah pak Refan itu orangnya royal?''ucap Sindi pelan.
''Bukan begitu Sin ,Nes ,selama aku menikah dengan mas Refan, aku tu belum pernah minta uang padanya, lagi pula baju di lemariku itu banyak dan tak terpakai semua, ucap Sahila menjelaskan.
''Nggak apa apa Sa, aku yakin kalau pak Refan itu pasti mau menuruti apa yang kamu mau, ''Apa sekarang kamu bawa kartu.?''
Sahila menggeleng lagi,.
''Kalau begitu sekarang kamu hampiri suami kamu, dan minta kartu padanya, aku yakin duwit suami kamu itu tidak akan habis tujuh turunan..
Sahila mengangguk dan menghampiri Refan yang sedang Santai bersama Mike, Iwan dan Doni.
Setelah memprofokasi Sahila ,Nesya dan Sindi cekikikan.
ampun deh orang kaya satu itu, apa nggak ingin menikmati kekayaan suaminya
apa, batin Sindi.
Sahila mendekati Refan dan menengadahkan tangannya, tanda meminta.
''Apa, ucap Refan karena tak faham dengan isyarat Sahila.
Sahila diam dan menghela nafas panjang.
''Nona minta apa,apa nona perlu bantuan? ''ucap Mike mengulangi ,karena Mike ikut heran dengan Nona nya yang diam,.
Sedangkan Iwan dan Doni hanya diam melihat tingkah Sahila.
''Karena malu, akhirnya Sahila memilih mencondongkan wajahnya tepat di telinga Refan.
''O.... ucap Refan setelah mendengar bisikan Sahila.
Refan mengeluarkan dompet dari sakunya dan mengambil beberapa kartu lalu di sodorkan untuk Sahila.
Sahila heran melihat banyak kartu dengan warna yang berbeda itu.
__ADS_1
Pilih yang mana ya, aku kan nggak tau mana yang isinya banyak, kenapa mas Refan nggak langsung ngasih satu aja sih, kalau gini kan aku jadi bingung, batinnya.
Sahila menggaruk kepalanya yang tidak gatal ,membuat Mike bingung,.
''Nona minta kartu kan, kenapa nggak di ambil.?'' ucap Mike memastikan kalau benar, memang Sahila minta kartu.
''Kenapa kamu kelihatannya bingung Sa.?'' tanya Doni pun ikut heran dengan tingkah Sahila kali ini.
''Aku tau, pasti Sahila memilih yang isinya banyak, Iwan.
''Ini sayang, ambillah, semuanya juga nggak apa apa.
Tanpa aba aba, Sahila mengambil semuanya dan kembali menghampiri Sindi dan Nesya.
''Aku dapat kartunya, tiba tiba saja Sahila mengejutkan kedua temannya.
Nesya dan Sindi terbelalak melihat beberapa kartu yang di tampilkan Sahila tepat di depan mereka.
''Kamu mau beli apa dengan kartu sebanyak ini Sa,?'' tanya Sindi heran melihat temannya satu ini nggak pintar pintar,.
''Mau beli apa aja, kata mas Refan aku bebas memakainya, ucapnya santai.
''Baiklah ,istri sultan mah bebas, Silahkan di pilih ya?'', ucap Sindi kembali.
''Nes ,Sin, aku pulang ya, aku capek banget, ucap Sahila, dengan membawa beberapa paper bag yang di serahkan pada Refan.
Semuanya mengangguk melihat punggung Sahila berlalu.
''Haahh.... mas aku ngantuk, ucap Sahila setelah menguap .
''Tidurlah di sini!'', ucap Refan sambil menepuk pahanya.
Namun Sahila tak jadi tidurnya karena teringat akan sesuatu.
''Mas, kamu nggak marah kan, tanya Sahila pelan, Sahila terlihat seperti orang yang di selimuti kecemasan.
''Marah kenapa, apa kamu membuat kesalahan,sampai mas harus marah padamu? ''. Tanya refan kembali merangkul pundak Sahila.
Sahila mengeluarkan nota dari pembelian bajunya dan memberikannya pada Refan.
''Apa ini ?''tanya Refan singkat.
__ADS_1
''Lihat saja, tapi janji jangan marah!''
Refan membuka kertas kecil itu dan membacanya.
Setelah membaca, Refan tertawa lepas sambil menyodorkan ke tangan Mike .
Kenapa mas Refan tertawa ,aku nggak salah ngasih kertas kan?'' batinnya.
''Maksud Nona, bos marah karena nona menghabiskan uang segini?'', tanya Mike meminta kejelasan.
Sahila mengangguk.
''Nona Sahila yang cantik,... ucapan Mike langsung mendapat jitakan Refan dari belakang.
''Kalau mau menjelaskan nggak usah bertele tele ,ngapain kamu muji istriku, Ucap Refan marah mendengar Mike memuji Sahila.
''Iya bos ,aku kan cuma bercanda. ucap Mike kembali ,melihat raut wajah bosnya yang cemburu kerena ucapannya .
''Nona, uang segini tu nggak ada apa apanya, apa Nona tau gaji bos itu berapa?'', tanya Mike sambil melirik dari spion.
Sahila menggeleng.
''Kalau begitu Nona nggak perlu tau, takut Nona pingsan dan aku yang di salahkan, jadi begini Nona, Nona itu tidak perlu takut atau sungkan untuk menghabiskan duwitnya bos, sampai kaki Nona pegel karena kecapekan belanja pun uang bos nggak akan habis, jadi Nona nggak perlu takut lagi, dan silahkan hambur hamburkan uangnya orang kaya di belakangku ini, ucap Mike dengan santianya, kali ini Refan merasa puas dengan ucapan Mike yang tidak menipu atau mengerjainya.
Refan tersenyum melihat sang istri yang terlihat bingung.
Nona, nona ,sudah jadi istri bos selama setahun lebih, tapi nona tak tau juga berapa penghasilan bos ,benar benar istri idaman, batin Mike.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit ,kini mobil mereka terparkir di depan rumah mewah Refan.
''Mas lihat deh, bagus bagus ya, tadi Nesya juga beli buat baby aldo loh, Sindi juga , buat calon babynya, ucap Sahila sambil memperlihatkan belanjaan nya ke hadapan Refan.
Sahila membeli beberapa baju untuknya dan beberapa baju bayi laki laki dan perempuan.
''Bagus, kenapa tadi nggak beli lagi ,ini kan baru sedikit ?''ucapnya.
''Tadi aku takut kalau mas akan marah karena aku menggunakan uang mas itu banyak, jadi aku udahan.
''Lain kali kamu nggak perlu takut lagi, apapun yang kamu inginkan kamu beli saja, lagi pula uang mas itu uang kamu juga, kadi kalau kamu perlu beli saja, mas kan selalu meninggalkan kartu dan uang di laci, jadi mulai sekarang kamu nggak usah minta izin kalau mau memakainya.
''Itu hal yang paling bertentangan denganku, aku nggak pernah memakai barang orang diam diam ,meskipun kamu itu suamiku dan sudah memberi kebebasan padaku, tetap saja aku harus izin padamu, surga seorang istri itu tergantung ridho suaminya, tapi kalau istri sudah berani tidak jujur pada suami atau dia menyembunyikan sesuatu di belakang suami itu berarti dia sudah melakukan dosa, dan aku tidak mau tergolong wanita yang seperti itu,. ucapnya.
__ADS_1
''Semenjak kamu jadi istriku, tak pernah sekali pun ada alasan ku untuk tidak mencintaimu, kamu sangat sempurna bagiku, aku sudah tak bisa mengungkapkannya dengan apa apa, Ucap Refan sambil memeluk Sahila, mencium pucuk kepalanya, itulah sekarang menjadi kegiatan kesehariannya untuk sang istri.