
Tak ada satu kata pun yang terucap dari mulut Refan, setelah semua selesai Refan langsung berlari menuju mobil,
Kunci ditangan Mike pun langsung di raihnya Mike tau keadaan tuannya yang panik pun langsung naik, karena ketinggalan sedikit saja Mike akan tidur di kantor.
Dalam perjalanan Mike hanya diam dan sesekali memejamkan mata, karena saking ngebutnya Refan membuat Mike tak bisa berkutik.
''Bos aku masih ingin hidup, aku belum nikah, ucap Mike ragu, karena semakin lama bosnya iti semakin nggak memikirkan nyawa.
''Diam, atau aku turunkan kamu di sini, ucapan Refan membuat Mike langsung membisu dan menelan ludahnya dengan susah payah.
Tak seperti biasanya yang membutuhakan waktu kurang lebih satu jam, bahkan ini cukup dengan dua puluh menit saja mobil Refan sudah terparkir dirumahnya.
Refan langsung saja keluar dari mobil ,sedangkan Mike menghela nafas panjangnya.
''Terima kasih Tuhan Engkau masih menyelamatkanku dari maut, ucap Mike, dan masih dengan posisinya.
Setelah Refan masuk, Mike langsung melajukan mobilnya menuju apartemen.
Refan membuka pintu yang memang tidak terkunci, dengan pelan melangkah menuju tangga ,namun langkahnya terhenti karena sang bibi menyapanya.
''Aden baru pulang ?''tanya Bibi langsung menghampiri Refan.
Refan mengangguk dan enggan untuk bicara ,karena fikirannya hanya ada bayang bayang Sahila.
Bibi tersenyum, ''Apa Aden mau makan, tadi Non sahila masak banyak sekali, dan Non nunggu Aden pulang, tapi karena Aden lama ,bibi suruh saja ke kamar, mungkin juga non baru tidur, ucapan bibi membuat Refan merasa pilu.
''Panasin saja semuanya Bi, aku akan mandi dulu dan pasti nanti aku makan, ucapnya langsung mulai menaiki anak tangga.
Refan membuka pintu dengan pelan , lampu kamar masih menyala terang terlihatlah sesosok wanita yang meringkuk memeluk guling,
Refan melepaskan baju kantornya dan langsung ke kamar mandi, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja, setelah bergati pakaian ,Refan langsung menghampiri dan ikut merebahkan tubuhnya, Refan memeluk tubuh mungil Sahila dari belakang dan mencium kepalanya,
''Maaf, karena sudah membuatmu menunggu bisiknya.
Pelukan yang begitu erat membuat sang empu menggeliat,
__ADS_1
''Eugh.... lenguh Sahila,Refan langsung saja mengelus pucuk kepala, berharap tidak membangunkannya, namun terbalik, Sahila merasakan tangan kekar itu pun langsung mulai membuka matanya dengan pelan.
Refan langsung menghujaninya dengan ciuman mulai dari pipi ,kening ,hidung dan berakhir di bibir.
Sahila menoleh melihat Refan yang sudah di penuhi senyuman.
''Mas kamu baru pulang, jam berapa ini, ucapnya sambil mengucek ngucek matanya.
Ternyata jam sudah menunjukkan pukul sepuluh waktu setempat .
''Mas minta maaf, pulangnya telat, tadi mas ada meeting, dan itu tidak bisa di tunda, karena klien mas kali ini dari luar negeri, dan mas lupa kalau ponselnya mas mati, jadi tidak bisa kasih kabar, Refan langsung menjelaskan panjang lebar, berharap Sahila tidak marah.
''Nggak apa apa ,lagian aku tau kok ,mas pasti sibuk, ya udah sekarang kita tidur aja!'', ucap Sahila dengan suara serak khas bangun tidur.
''Tapi mas lapar ,ucap Refan kembali berpura pura ,padahal di kantor sudah makan, tapi demi menjaga hati istrinya Refan tetap memakan apa yang sudah di masak Sahila.
''Benarkah, Sahila langsung beranjak saat mendengar Refan lapar,
Sahila langsung menarik tangan kekar itu dan langsung keluar dari kamarnya.
''Kenapa sayang, apa ada yang aneh dengan makanannya? ''Refan langsung duduk .
Sahila menggeleng, ''Ini pasti kerjaan kamu, kamu kan yang minta Bibi untuk menyiapkan ini, ?''
Refan mengangguk,
''Sekarang ayo kita makan, ajak Refan, dan akhirnya makan malam yang romantis terjadi juga ,meskipun tertunda, Sahila merasa bahagia ,Akhirnya masakannya tak sia sia.
Tak ada yang bersuara, Sahila maupun Refan hanya diam menikmati makanan yang mereka santap saat ini,.
Sahila pergi ke dapur menemui Bibi dan mengatakan sesuatu yang tak di mengerti oleh Refan .
Setelah selesai makan, Sahila mengajak Refan kembali untuk ke kamar, bukannya tidur tapi mengajaknya begadang di balkon kamarnya.
''Tapi udara di sini dingin sayang, apa nggak sebaiknya kita di kamar saja, Refan khawatir dengan sahila yang memakai piyama tipis.
__ADS_1
''Tapi aku maunya di sini, aku nggak mau ke kamar,
Sebenarnya Refan merasa sangat lelah setelah bekerja seharian tanpa istirahat sama sekali, namun demi membahagiakan dan membuat hati Sahila senang Refan rela untuk begadang ,secangkir kopi pun menemaninya berharap menjauhkan kantuknya.
Setelah Kurang lebih dua jam pintu kamar terketuk, Sahila langsung berlari untuk membukanya ,karena itu pasti sang Bibi, benar saja Bibi membawa kue besar buatan Sahila tadi siang .
''Happy birtday mas, sebuah ucapan manis dari mulut Sahila membuat Refan terpaku,
Refan melihat kue besar dan bertuliskan 26 pada lilin yang menyala,
Seketika Refan langsung berdiri dan mengambil alih kuenya meletakkannya di meja,
Refan menghampiri wanita yang selama lima bulan menemani hidupnya dalam suka maupun duka, rasa haru mulai muncul dalam benaknya, ciuman demi ciuman mulai mendarat di wajah ayu Sahila, dan yang terakhir pelukan penuh cinta pun langsung melabuh dibadan kecil Sahila.
''Terima kasih sayang, pasti seharian kamu sudah repot membuatnya, Mas sendiri sudah lupa hari ulang tahun mas, karena sudah lama sekali mas nggak pernah merayakannya, Mas, hanya sibuk dengan pekerjaan, tak pernah terlintas untuk merayakan ulang tahun, terakhir merayakannya lulus SMA, dan sekarang kamu yang merayakannya, ini adalah momen yang sangat bahagia,ini pertama kali bagi mas merayakan ulang tahun bersamamu, kata Refan dengan posisi masih memeluk Sahila.
''Rasanya aku seneng banget ,bisa membuat mas bahagia, semoga masa masa seperti ini akan selamanya, meskipun badai menerpa ,aku harap mas kita melewatinya,
''Ayo tiup lilinnya, tapi sebelum mas meniupnya mas harus berdoa dulu ,
Akhirnya Refan mengucapkan doa dalam hati.
''Ya Tuhan semoga Engkau tidak mengambil istriku dariku, dia wanita yang sangat aku cintai dan aku tidak akan bisa hidup tanpanya, bahagiakanlah dia dan berikanlah kami anugerah Mu, supaya kami bisa mengarungi samudra bersama sama, Doa dalam hati Refan.
Setelah membuka mata ,Refan langsung meniup lilinnya dan memotong kuenya.
''Kadonya mana? '', Refan menggoda Sahila.
Sahila hanya menggaruk garuk kepalanya.
''Emm... Mas kan udah punya semuanya, jadi aku nggak belikan apa apa, lagian aku juga bingung, mencari apa yang mas belum punya, tapi tidak menemukannya juga, ya udah, aku putuskan mas meminta sendiri, mau kado apa dariku, ucapan polos Sahila membuat Refan tersenyum nakal dan menaikkan satu alisnya.
Refan mendekati Sahila dan membisikkan sesuatu, ''Aku mau kamu malam ini memuaskan aku, bisikan Refan membuat Sahila membelalakkan matanya,
Karena permintaan ini adalah sebuah kado ,Sahila tak bisa menghindarinya dan langsung menuruti kemauan Refan.
__ADS_1
Ada ada aja Sahila, kado di suruh pilih sendiri ,ya gitu deh pastinya yang diminta laki laki, 😂😂😂