
Pulang dari kantor Refan di kejutkan dengan tingkah Sahila, bagaimana tidak, Setelah mobil mewah yang di kendarai Mike itu berhenti ,Sahila langsung membuka pintu mobil untuk Refan,
Dalam hati Refan pun penuh dengan tanda tanya, pasalnya belum pernah Sahila se agresif ini, apalagi di depan orang lain.
Mike pun juga bingung dengan nonanya itu, setiap Refan mencium keningnya saja Sahila
selalu bilang malu saat di depan Mike, nah kali ini, bahkan Sahila mencium kedua pipi Refan dan tak menghiraukan keberadaan Mike .
''Mas, kamu pasti capek, sekarang kamu mandi dulu, dan setelah itu kita makan malam bersama, ucapnya sambil membawakan tas Refan,
Setelah sampai kamar ,tak Lupa Sahila melepas jas serta dasi Refan.
Refan hanya tersenyum melihat Sahila saat ini.
Kenapa dia, apa aku sekarang sedang mimpi, tapi malam ini akan menjadi keberuntunganku, biarkan saja, batinnya licik.
Setelah Refan selesai membersihkan diri, kini mereka berdua keluar dari kamar menuju meja makan .
''Malam pa, Rin, ucap Refan .
''Malam Ref, gi mana, apa di kantor kamu baik baik saja,?''
''Hmmm... papa nggak perlu khawatir, papa yakin saja kalau aku selalu bisa menangani setiap masalah, Ucapnya sombong,
Makan malam itu sangat tenang tak ada yang bersuara lagi, termasuk pak Cakra .
''Sayang, kamu ke kamar saja duluan, mas mau ke ruang kerja ,soalnya tadi masih ada yang belum selesai, sebentar saja kok.
Sahila mengangguk,
Namun setelah beberapa menit Refan memegang laptopnya Sahila sudah masuk menghampirinya.
''Hai., mas belum selesai, kamu tunggu di kamar saja, ucap Refan masih fokus dengan laptopnya.
Sahila mendekat, dan duduk di pangkuan Refan membuat sang empu terpaksa menutup laptopnya.
''Ada apa, kelihatannya hari ini istriku terlihat sangat manja, apa kamu menginginkan sesuatu?'', tanya Refan,
Sahila hanya mengangguk anggukkan kepalanya.
''Apa, katakan saja, pasti akan mas kabulkan selagi mas bisa, ucap Refan meyakinkan Sahila agar tak sungkan sungkan meminta sesuatu padanya.
__ADS_1
Sahila mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan beberapa foto Iwan dan Sindi saat bulan madu.
''Kenapa dengan mereka, apa bagusnya?'', Refan sinis melihat foto mesra sahabatnya itu yang di unggah.
''Lagian mas itu lebih romantis dari pada Iwan, jadi kamu nggak usah iri, sini, ucap Refan sambil menangkup kedua pipinya dan mencium bibir Sahila.
''Mas, bukan itu, lama kelamaan Sahila menjadi jengkel karena Refan tak juga faham dengan maksudnya.
''Terus apa, apa baju mereka, bahkan mas bisa membelikan baju yang lebih mahal, jadi kamu nggak usah khawatir.Ucapan Refan kali ini membuat Sahila berdecak kesal, karena Refan masih saja tak memahaminya.
Sahila memperbesar foto itu dan memperlihatkan tulisan yang ada di bawahnya.
''Bali.....Ucap Refan membuat Sahila mengangguk .
Refan tertawa keras melihat anggukan Sahila yang begitu cepat dan wajah yang langsung ceria.
''Jadi dari tadi kamu merayu mas, hanya ingin mengajakku ke Bali, ucapnya sekali. memastikan bahwa dirinya tak salah.
''Iya, memang mas pikir apa, Sahila semakin kesal melihat suaminya yang terus bertanya,.
Ini adalah kesempatan bagi Refan untuk mengerjai Sahila.
''Tapi mas punya syarat untuk itu, ucapnya sambil melirik Sahila yang mukanya langsung berubah total.
Dengan berat hati ,Sahila menanyakan apa syarat yang harus di penuhinya
''Pertama, pijitin dulu, ucap Refan namun dengan kata pertamanya membuat Sahila langsung bertanya.
''Memang berapa sih syaratnya, kenapa ada yang pertama, ucapnya keras di telinga Refan .
''Hai, jangan keras keras nanti Ririn dengar, dan ke sini ganggu kita, ucap nya sedikit lebay.
''Mas juga belum tau, berapa syaratnya, permintaan kamu itu ke bali, itu sangat mahal ,membutuhkan uang banyak, jawab Refan bohong. namun dalam hatinya begitu gembira melihat kesusahan sang istri.
Setelah beberapa menit Refan menyuruh Sahila untuk berhenti.
''Sekarang syarat yang kedua, Sini duduk di pangkuan mas, dan kamu harus memberi ciuman untuk ku, sampai aku puas ya, syarat yang kedua membuat Sahila terbelalak.
karena saking pinginnya ke bali terpaksa Sahila menuruti kemauan sang suami,
Sahila nurut dengan apa yang di perintah Refan, meskipun kali ini Sahila merasa seperti wanita murahan ,tapi tak apa lah murahan di depan suami itu lebih baik menurutnya.
__ADS_1
Setelah Refan puas dengan syarat kedua, Kini Refan meminta Syarat yang ke tiga atau syarat penutup untuk Sahila.
''Malam ini kamu harus puaskan mas, tapi malam ini mas mau kamu yang kerja, bukan mas, apa kamu paham?''.
Sahila terdiam meresapi ucapan Refan yang mesum itu,
Setelah lama berpikir ,Akhirnya Sahila menyetujui syarat yang ketiga dari Refan.
Nggak apa apa deh, mas Refan kan suamiku, nggak apa apa juga aku terlihat murahan di depannya ,yang penting dia mengajakku ke bali, lirihnya sedikit riang setelah mengingat bali.
Karena Sahila sudah menyetujui syaratnya yang ketiga Refan tak mau membuang kesempatan itu, mereka langsung saja pergi ke kamar, dan malam ini lagi yang menjadi malam panjang untuk mereka berdua,
Karena ini salah satu syarat dari Refan maka Sahila melakukannya dengan apa yang di katakan Refan ,meskipun dirinya sedikit tak menyukai,
Beberapa jam itu dunia seakan menjadi milik mereka berdua, Meskipun Sahila sedikit terpaksa, tapi Sahila ikhlas menyerahkan dirinya untuk suami tercinta.
Sahila terlihat begitu lelah dengan syarat yang satu ini membuat Refan bertanya.
''Sayang, apa kamu ingin sekali ke Bali sampai kamu menerima semua syarat dari mas, ucapnya sambil menyelipkan rambut Sahila yang berantakan di wajahnya, sedangkan ,
Sahila hanya bisa menjawab pertanyaan itu dengan anggukan, karena dirinya yang masih sedikit lemas,.
''Baiklah, besok kita ke Bali, Mas akan suruh Mike menyiapkan semuanya, ucap Refan santai sambil mengambil ponsel yang ada di nakas .
Namun Sahila langsung terbangun mendengar ucapan Refan.
''Mas, kalau mas belum punya uang nggak apa apa, lain kali saja, nggak usah buru buru, ucap Sahila dengan polos membuat Refan menarik tubuh kecilnya itu dan menghujani nya dengan ciuman.
''Hai dengar, kamu nggak tau kalau suami kamu ini kaya raya, bahkan mau ke ujung dunia pun mas akan mengabulkan, apa lagi cuma bali, ucapnya sombong.
''Jadi dari tadi kamu mengerjaiku, kamu menjadikan aku seperti wanita murahan, kamu jahat, ucap Sahila sedikit marah dan memukul lengan kekar Refan,.
Namun dengan cepat Refan memeluk tubuh kecil itu,
''Kamu bukan wanita murahan, kamu adalah nyonya Refan ,wanita terhormat, istri dari pengusaha paling kaya di kota ini, dan mas sangat puas, terima kasih, ucapnya dengan memberikan kecupan di kening Sahila.
Namun Sahila malu, karena rayuannya itu salah, meskipun dirinya tak merayu, Refan pun akan menuruti keinginannya.
Hadeeeh.... Sahila Sahila polos amat sih say,...
jangan lupa komen, Like dan votenya ya, supaya Author lebih semangat lagi.
__ADS_1