
Sahila masih saja setia di balik selimut tebalnya, enggan untuk melakukan apapun gara gara Refan yang membuatnya terkapar.
Berguling giling tanpa menghiraukan Kyara yang ada di gendongan Refan.
''Sayang, ayo dong, masa Kita turun Kyara belum mandi sih?'', ucap Refan sambil menyibak selimut yang menutup separuh tubuhnya.
''Tapi aku lagi malas, lagi pula ini semua salah kamu, Sahila masih saja tak terima perlakuan Refan semalam yang tak membiarkannya tidur sedikit pun .
Tidak ada tanda tanda minta maaf darinya, Refan malah tersenyum licik.
''Ya sudah, Kyara biar mas yang mandiin ya, berkata sambil melepas satu persatu baju Kyara.
Refan melirik sahila yang masih juga tak bergeming dari tempatnya.
''Anak yang pinter ,pujinya saat Kyara hanya diam saat Refan memandikannya, bahkan Refan yang baru pertama kali itu terlihat sangat lihai dan santai.
Setelah rapi ,barulah Refan mendekatkan Kyara ke arah Sahila yang tetap masih saja di tempatnya.
''Nih lihat, anak siapa ini yang sudah cantik, ucap Refan lagi sambil mendekatkan Kyara ke arah Sahila.
Sahila tersenyum dan bangun,sambil nyengar nyengir.
''Ternyata mas pintar juga ya ngurus anak., ucapnya malu malu.
''Pinter buat, juga harus pintar ngerawat dong,menyeringai .
''Kamu diam dulu ya, aku bawa Kyara turun dulu, pesannya.
Sahila pun hanya mengangguk tak tau apa yang akan di lakukan Refan.
Setelah menunggu beberapa menit ,Refan kembali dengan sendirinya mendekatinya dan membuka selimutnya.
Duh manjanya istriku ini, batinnya sambil melihat Sahila yang masih tenang di tempat tidur.
''Sekarang ganti mamanya yang di mandiin ya,ucapnya sambil mengangkat Sahila.
Karena Sahila tak siap dengan perlawanan kini tubuhnya sudah melayang berada di gendongan Refan.
''Mas... turunin dong, aku bisa mandi sendiri, Dengan memohon dan meronta ronta ,bahkan Sahila sempat memukul dada Refan yang masih berbalut kaos oblong berwarna putih.
''Nggak apa apa sayang, mas lebih suka tugas yang ini, Refan masih juga tak mau mendengarkan ucapan Sahila yang mengerang minta di turunkan.
__ADS_1
A... kenapa jadi gini sih, ini semua salahku, menggerutu dalam hati sambil melihat wajah Refan yang terlihat senang.
Sesampainya di kamar mandi, Refan menurunkan Sahila.
''Mas, pliiisss.. aku bisa mandi sendiri, ucapnya menangkupkan kedua tangannya.
''Nggak apa apa, mas suka ,lagi pula mas juga belum mandi, jadi kita mandi bersama, seringainya membuat Sahila semakin takut akan kejadian hal yang semalam itu akan terjadi lagi di pagi hari.
Karena tak mau kalah dari Refan, Sahila dengan spontan mendorong tubuh besar Refan hingga ke ujung pintu.
''Kalau mas tidak mau keluar ,aku pastikan tidak mendapatkan jatah itu lagi, Ancam sahila.
Akhirnya Refan memilih untuk keluar dari kamar mandi dari pada sang istri terus saja menggerutu.
''Baiklah, mas keluar ,ingat jangan lama lama Kyara sudah di bawah, peringatan.
Tak butuh waktu lama untuk keduanya bersiap mengingat Kyara ada di bawah, Kini Sahila maupun Refan sudah siap untuk turun.
Dari atas tangga Sahila melihat ternyata Kyara sedang di gendong oleh opanya yang tak lain adalah pak Cakra.
Pak Cakra terlihat bahagia saat menimang sang cucu.
''Papa yang minta, ya sudah ,memang kenapa kalau dia dengan papa, nggak salah kan ?Refan terlihat masih saja santai.
''Nggak salah mas, tapi aku yang salah dan aku malu ,bicara merintih dalam hati
''Ya sudah sekarang kita turun!'' Ajak Refan lalu menggandeng tangan Sahila.
''Pa, sini Kyaranya,maaf ya, Sahila ngerepotin papa, Sahila mengucapkannya dengan malu malu.
''Nggak apa apa Sa, kamu temani Refan saja dulu untuk sarapan, biar Kyara sama papa, lagi pula papa juga bosen kalau hanya duduk santai saja, ucapnya.
Terpaksa Sahila menuruti keinginan pak Cakra untuk menemani Refan makan.
Belum juga selesai makan, ponsel milik Refan pun berbunyi berulang kali, melihat nama yang memang sudah familiar membuat Refan hanya melirik sekilas.
Sahila yang sedikit menjauh hanya menanyakan.
''Siapa sih mas?'', tanya Sahila.
''Biasa ,pengantin baru, ucap Refan dengan mengunyah makanan yang memang sudah masuk ke mulut.
__ADS_1
''Kenapa nggak di angkat ,mungkin saja ada sesuatu yang penting.
''Ah biarin saja, paling hanya mau iming imingin mas saja kalau dia sudah gol, ucap Refan yang tak punya malu sedikit pun.
Sahila yang mendegar hanya membelalakkan matanya sambil melihat Refan yang masih sibuk dengan makanannya.
Kalau mas Refan dan tuan Mike itu berteman sampai tua, pasti omongannya akan selalu begitu. batinnya sebel.
Refan melihat Sahila dan memegang tangannya.
''Besok kita akan ke rumah Ibu,ucapan Refan membuat Sahila langsung beranjak dari duduknya menghampiri suaminya.
''Mas nggak bohong kan?'', tanya Sahila.
Dengan cepat Refan menggeleng ,karena itu sudah di rencanakan beberapa hari yang lalu.
''Terima kasih ya mas, kamu memang baik sekali,aku memang rindu dengan kampung, ucapnya terbata.
Kebahagiaan bercampur sedih kini malah merasuk tubuh Sahila, bagaimana tidak ,saat sekilas melihat Kyara yang ada di pangkuannya ,Sahila teringat dengan sang ayah ,laki laki super hero yang sudah tidak bisa lagi menyaksikan pernikahannya dan melihat cucunya.
''Kok malah nangis sih, tanya Refan pada Sahila yang meneteskan air mata sambil melihat Kyara dari jauh.
''Andai saja ayah masih hidup ,dia pasti akan sangat bahagia bisa memangku cucu pertamanya mas, aku ingat sekali saat ayah bilang ingin menjadi wali dari pernikahanku, aku sampai tertawa karena waktu itu umurku baru sepuluh tahun, bahkan ayah sempat memperagakan saat menjadi wali, ucapnya sambil mengelap air mata yang jatuh membasahi pipinya.
Refan tersenyum, ''Sudah, itulah hidup, ada pertemuan pasti juga ada perpisahan, ayah pasti sudah bahagia, kamu jangan bersedih lagi, dan sekarang mas mau berangkat ke kantor dulu ya, apa kamu mau ikut?'', ucap Refan cepat cepat mengalihkan pembicaraan, karena dirinya tau kalau sampai itu berlarut ,Sahila pun akan larut dalam kesedihan nya saat ini.
''Kyara sayang, papa berangkat ya, jangan rewel, besok kita ke rumah oma, ucapnya sambil mencium pipi Kyara.
''Mas berangkat dulu ya, kalau kamu merasa capek kau boleh menitipkan Kyara pada pembantu, jangan di paksakan, mas nggak mau kamu sakit, ucapnya membelai rambut panjang Sahila yang terurai.
''Apa mas malam ini ada meeting lagi?'', tanya Sahila.
''Kayaknya nggak deh, memang kenapa? Refan penasaran dengan istrinya.
''Aku mau malam ini kita makan berdua,sepertinya sudah lama kita nggak jalan,.''
Lagi lagi Refan menyeringai karena otak mesumnya yang sudah kental itu semakin membuatnya liar.
''Kamu pasti ketagihan yang semalam ya?'', bisik Refan.
Dengan cepat Sahila melayangkan tangannya di lengan Refan karena jengkel dengan kemesuman suaminya.
__ADS_1