KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 121.Kesedihan pak Cakra


__ADS_3

Pak Cakra di kejutkan dengan keadaan ruang tamu yang sangat ramai, pasalnya tak ada acara apapun yang di gelar, tapi semuanya bergemuruh, saling canda tawa ,dan menggema di seluruh ruangan,itu menjadi warna tersendiri bagi pak Cakra, karena rumah besar itu memang selalu sepi,


''Ramai sekali, ada apa?'', tanya pak Cakra saat baru saja masuk dari pintu utama, semuanya tak ada yang menjawab melainkan menyalaminya satu persatu.


''Zero, kamu juga di sini, pak Cakra heran dengan kehadiran anak dari dokter pribadi plus sahabatnya itu.


Zero hanya mengangguk.


''Om kenal dengan dokter Zero ?'Ririn.


''Kenapa kamu terkejut seperti itu, dia anak teman Om, jadi Om kenal lah, cuma Zero baru pulang dari studynya, dan dia baru tugas disini, ucap pak Cakra membuat Ririn mengangguk anggukkan kepalanya.


''Papa...''. tiba tiba saja suara berat itu menggema dari sudut tangga membuat pak Cakra menoleh.


Siapa lagi kalau bukan Refan, Refan tersenyum bahagia,berjalan menghampiri pak Cakra yang masih mematung.


Refan memeluk sang papa dengan di iringi air mata,.


''Kamu kenapa Fan, kok tiba tiba nangis, apa ada masalah?'', tanya pak Cakra memastikan ,melihat tingkah Refan tak seperti biasa.


''Sebentar lagi papa akan menjadi kakek, Sahila hamil, ucapnya di belakang telinga pak Cakra.


Pak Cakra memang mengharapkan cucu, tapi entah wajah apa yang di tunjukkan saat ini membuat semuanya penuh tanda tanya ,apa lagi Refan.


''Apa papa nggak suka kalau Sahila hamil, kenapa papa terlihat seperti itu,Refan memandang intens wajah pria paruh baya di depannya itu.


Pak Cakra menggeleng.


''Ikutlah papa ke kamar, ucapnya sambil berjalan menuju kamar.


Refan memandang semua orang yang masih berada di ruang keluarga itu.

__ADS_1


Ririn mengangguk, ''Ikutlah kak, mungkin om ingin menyampaikan sesuatu,


Refan mengikuti pak Cakra yang sudah masuk ke dalam kamarnya.


Refan melihat pak Cakra yang duduk di sofa, dengan wajah yang sangat sedih,


Akhirnya Refan berjalan menghampirinya.


''Duduklah, ujarnya.


Refan duduk di sebelah pak Cakra,


''Apa kamu tau kenapa papa memanggilmu ke sini?'', tanya pak Cakra mengeles.


Refan menggeleng.


Pak Cakra menghadap ke arah Refan,menghela nafas panjang dan menghembuskannya kasar.


''Pa.,...'' .Refan memeluk pak Cakra, bukan tersenyum, pak Cakra malah menangis tersedu sedu.


''Fan, apa kamu tau apa alasan papa masih hidup sampai sekarang?'', Refan menggeleng dengan pertanyaan pak Cakra yang terlihat semakin sedih.


''Kamu, kamu adalah alasan papa masih hidup sampai sekarang, dulu papa hampir saja mengakhiri hidup papa di saat mama kamu menghembuskan nafas terakhirnya, disaat dokter menyatakan itu semua ,seakan papa merasa kalau nyawa papa ini ikut lenyap, papa sudah tidak merasakan apa apa, tubuh papa kaku, tapi tangisan kamu itu membuat papa bangkit, membuat papa bersemangat meskipun hati papa belum sepenuhnya kuat menerima kenyataan,seakan penyesalan papa tak ada artinya, di depan mama kamu papa berjanji akan merawatmu sendiri ,dan papa berjanji tidak akan menikah lagi, Meskipun di sini banyak pembantu, mereka hanya menjagamu saat papa bekerja,dan di saat papa di rumah papa lah menjadi papa sekaligus mama kamu, kamu kebanggaan papa, dan papa sudah menepati janji papa pada mama kamu, di depan makam mama kamu papa berjanji akan membuatmu laki laki yang setia, laki laki yang bertanggung jawab dan akan menjadi kebanggaan mama kamu, dan itu semua sudah terlaksana,


''Lihatlah ,itu senyuman mama kamu, persis sekali seperti istri kamu, pak Cakra menunjukakkn foto wanita cantik yang sedang tersenyum.


Masih dalam tangisannya pak Cakra mengambil bingkai foto yang ada di nakas.


Refan ikut menangis mendengar semua ucapan papanya,


Keduanya menangis tersedu sedu, apa lagi Refan, mengingat masa lalunya yang selalu menyusahkan pak Cakra tanpa memikirkan perjuangannya yang merawat dirinya seorang diri .

__ADS_1


''Pa, aku akan menjadi seperti yang papa dan mama inginkan, aku akan menjadi kebanggaan kalian, dan aku akan menjaga dan mencintai istriku sebagaimana cinta kalian, aku akan mengikuti jejak papa ,bagaimana pun jalan hidupku ,Sahila lah wanita yang akan ada di sampingku untuk selamanya , dan aku tidak akan menukarkan dengan apapun di dunia ini, Papa jangan bersedih lagi ,aku ada untuk papa, Aku dan Sahila akan menemani papa untuk selamanya, dan aku minta maaf karena aku pernah menjadi pembangkang, aku pernah membuat papa sakit hati dengan pilihanku, dan sekarang papa tersenyumlah, jangan bersedih, apa papa tidak ingin melihat wajah menantu papa saat ini, bahkan dia pun tak bisa mengatakan apa apa selain kata bahagia, ucap Refan panjang lebar membuat pak Cakra mengangguk.


''Baiklah papa akan ke kamar kamu,sambil beranjak dari tempatnya.


Tak berselang lama ,keduanya keluar dari kamar pak Cakra membuat semua orang di tuang tamu itu diam melihat wajah keduanya sembab.


.Aku tau pasti Om ingat dengan tante, batin Ririn.


Om Cakra kenapa, apa beliau inget dengan istrinya, batin Mike


Kenapa mereka bersedih, bukankah harusnya mereka bahagia, batin Zero.


Ceklek, suara pintu terbuka membuat Sahila membuka matanya, Sahila terkejut melihat pak Cakra berjalan menghampirinya.


''Pa, kenapa harus ke sini, aku kan nanti bisa turun untuk menemui papa.


pak Cakra tersenyum,


''Sa, terima kasih karena kamu sudah mau menjadi anak dan menantu papa, papa bahagia mendengar kalau kamu hamil, dan papa sudah nggak sabar ingin melihat jagoan kecil di rumah ini, ucap pak Cakra sambil mengusap pucuk kepala Sahila.


''Apa Sahila boleh peluk papa, ucap Sahila ragu, takut pak Cakra menolaknya.


''Sa, kamu anak papa, jangan canggung untuk memeluk papa,...'' tanpa aba aba Sahila mendaratkan tubuhnya di pelukan pak Cakra,membuat Refan cemburu,tapi Refan diam, kerana pak Cakra pun papanya Sahila.


''Terima kasih karena papa mau menjadi papa untuk Sahila, setelah ayah meninggal, aku merindukan seorang ayah, dan semenjak papa mengangkatku menjadi anak, di situlah aku menemukan sosok ayah ,Sahila.


Refan pun ikut menghampiri dan ikut memeluk kedua orang yang di sayanginya.


Kesedihan pak Cakra terbayar dengan ada nya dua orang yang kini menjadi penyemangat hidupnya,


Refan pun merasa sangat beruntung mempunyai papa seperti pak Cakra yang selalu sabar menghadapi kesombongan, keangkuhannya, dan lagi selalu membangkang, apa lagi sekarang di tambah dengan hadirnya Sahila yang selalu mendampinginya di saat senang maupun susah,

__ADS_1


''Papa doakan semoga kalian akan selalu bahagia, dan kalian jaga diri serta calon cucu papa baik baik, ucap pak Cakra yang mendapat anggukan dari keduanya, dan langsung keluar dari kamar Refan dan Sahila.


__ADS_2