KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 75.Penyakit


__ADS_3

Sahila terisak setelah mendengarkan penjelasan dari Ririn, mata Refan ikut memerah tak bisa membendung air matanya,


''Mana janjimu, kamu sudah berjanji tidak akan sedih!'' ucap Refan pelan sambil mengelus pucuk kepala sang istri.


Bukan diam tapi malah semakin terisak, sedangkan Ririn hanya menunduk melihat kesedihan sepupunya.


Ririn menjelaskan permasalahan mereka terdapat pada diri Sahila, Sahila di nyatakan sulit hamil karena ada gangguan ovulasi pada dirinya.


Untuk bisa hamil ,tubuh wanita perlu melepaskan sel telur setiap bulannya. proses pelepasan sel telur (ovulasi) inilah yang menentukan masa subur wanita, namun proses ovulasi pada diri Sahila terganggu,


Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan gangguan ovulasi ,dan yang terjadi pada Sahila dalah gangguan pada kelenjar hipofisis otak,


Hipofisis merupakan kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi hormon penting dalam tubuh seperti hormon pertumbuhan, seperti hormon FSH, hormon TSH dan yang lainnya, kelenjar ini memiliki ukuran yang sangat kecil di otak,


Dan yang terjadi saat ini pada Sahila ada suatu tipe sel yang membelah dan kemudian membentuk benjolan kecil yang jinak, atau di sebut dengan tumor,


Tumor kelenjar hipofisis terjadi karena ada pertumbuhan sel tidak normal pada kelenjar hipofisis ,memang belum dapat di ketahui secara pasti apa penyebabnya ,tetapi di duga ini di sebabkan oleh faktor genetik.


Dokter Ririn menjelaskan panjang lebar pada Sahila dan Refan namun hanya inti saja, karena Ririn tau akan kakak sepupunya yang tak akan paham apa apa itu.


''Terus gimana, apa ada obatnya? ''tanya Refan serius.


''Ada empat macam kak, kakak tinggal pilih salah satu, untuk kakak ipar jangan lah bersedih,lima puluh persen kakak akan bisa hamil setelah tumor itu hilang, ada lewat operasi, obat obatan, kemo terapi dan terapi Radiasi ,aku tidak bisa menyarankan untuk kalian, karena ini adalah pilihan, jadi kalian sendiri yang harus memilih salah satunya.,

__ADS_1


''Apakah ada efek dari semuanya itu? Refan memastikan sedangkan Sahila hanya menjadi pendengar setia dan masih dengan tangisannya.


''Semua pengobatan ada efeknya, meskipun begitu kakak harus tetap memilih, karena ini tidak bisa di biarkan, meskipun tumor ini jinak, tapi tumor ini berkembang lama lama juga membesar, jadi aku sarankan kakak cepat mengambil keputusan,


''Baiklah, aku pulang dulu, dan nanti kamu ke rumah, kita omongin lagi di rumah, ucapan Refan dan langsung beranjak dari duduknya.


''Kasihan juga kak Refan, aku kira dia tetap sombong seperti dulu, tapi ternyata hatinya bisa lembut juga, bahkan kak Sahila yang begitu lembut bisa meluluhkan hatinya, kakak ipar memang membawa pengaruh positif untuk kakak, akhirnya es batu itu sudah mencair, mudah mudahan mereka cepat di beri jalan yang terbaik ,gumam Ririn sambil melihat punggung Refan dan Sahila berlalu.


Di dalam mobil Sahila hanya diam, begitu juga dengan Refan yang tak mau banyak bicara, dalam pikirannya hanya bagaimna cara membujuk Sahila untuk tidak memikirkan semua itu, Mata yang sembab itu tak bisa di sembunyikan, pak Cakra melihat menantu kesayangannya dengan wajah yang sedikit memerah dan masih menahan tangis,.


Sahila mencium punggung tangan mertuanya saat mereka berpapasan di depan pintu,


''Masuklah ke kamarmu, papa tau kalian ada masalah, ucap pak Cakra bijak, tak mau mengganggu Sahila yang terlihat suntuk,


''Tapi aku tidak bisa menahannya, aku penyakitan, dan bahkan aku memang tak sempurna karena aku tak bisa hamil,


Sahila meluapkan emosinya pada Refan.


''Dan sekarang lihat aku, ucap Sahila dan langsung meraup pipi Refan, ''Apa kamu akan bertahan dengan diriku yang tak sempurna ini? aku tak bisa memberikanmu keturunan, ucapnya mulai melemah,


Refan langsung memeluk wanitanya itu,


Ada rasa pilu yang tak bisa di artikan, melihat Sahila menagis membuat Refan ikut tenggelam dalam kesedihan itu.

__ADS_1


''Jangan bicara lagi, kalau selalu itu saja yang jamu ucapkan, meskipun kita tak bisa memiliki anak sekali pun tak ada niat ku untuk meninggalkanmu, ini bukan lah masalah bagiku, dan kamu tidak dengar apa kata Ririn tadi, kamu bisa sembuh normal dan bisa hamil, kamu tenanglah jangan seperti ini, mas nggak bisa melihatmu sedih, Dan jangan sekali kali kamu bilang kalau aku akan meninggalkanmu, apa kamu tau selama hidupku, aku adalah orang yang sangat sombong dan angkuh, dan tak pernah takut dengan apapun, tapi selama hidupku aku pernah mengalami getaran yang sangat hebat pada diriku,saat pertama aku menerima jabatan dari papa untuk menjadi Ceo, dan yang kedua saat aku datang ke makam mama untuk yang pertama kali, dan kamu tau getaran yang ketiga itu muncul saat pertama kali aku menyentuhmu, dan disaat itu juga aku mulai merasa bahwa kamulah wanita yang aku cari selama ini, namun aku tidak bisa mengatakannya, karena memang egoku terlalu tinggi ,dan sekarang aku akan jujur, aku sangat sangat sangat mencintaimu, dan aku tidak akan meninggalkanmu ,ucap Refan lembut,


Sahila merasa terharu dengan ucapan Refan kali ini, setelah sekian lama mendampingi Refan, baru kali ini dirinya merasa terbang ke awan, meskipun berulang kali Sahila menerima pujian dan kasih sayang serta perhatian dari Refan, namun pernyataan cinta itu baru terucap.


''Terima kasih, aku akan mengikuti apapun yang mas minta ,aku akan menjalani pengobatan itu, apapun hasilnya nanti aku akan tetap menjalaninya dengan ikhlas,


''Ternyata ganas juga kamu saat marah marah,Refan meledek dan langsung mendapat cubitan di perutnya yang membuatnya meringis.


Air mata yang tumpah ruah itu berakhir dengan sebuah senyuman dari keduanya,


Refan merasa lega setelah melihat Sahila tersenyum dan sedikit melupakan beban yang singgah dari tadi.


''Sekaramg kamu istirahat saja dulu, Mas akan menemanimu di sini, nanti kalau Ririn ke sini kita akan bicara, langkah apa yang akan kita ambil, ucapnya sambil menggiring Sahila ke arah ranjang .


Setelah Sahila terlelap Refan langsung keluar dari kamarnya,


Meskipun belum tau pasti ,pak Cakra tetap saja memikirkan apa yang terjadi dengan menantu dan anaknya itu,


''Fan, apa yang terjadi, kenapa Sahila terlihat begitu sedih, ucap pak Cakra ,saat melihat Refan menghampirinya.


''Ada masalah pada Sahila, kata Riri ada tumor di otak Sahila, tapi aku tidak terlalu faham, nanti Riri akan ke sini untuk membicarakan masalah ini lagi,


''Riri, bukannya dia tinggal sama orang tuanya?'', ucap pak Cakra sedikit terkejut mendengar nama keponakannya yang memang berprofesi sebagai dokter kandungan itu.

__ADS_1


Refan menggeleng, ''Dia yang memeriksa Sahila tadi, dan dia memang sudah pindah tugas di sini. ucap Refan menjelaskan.


__ADS_2