
Setelah Sahila sembuh total, kini Sahila mulai berangkat ke kampus, itu pun dengan di antar pak Cakra sendiri, selain itu pak Jono pun menunggu Sahila sampai pulang, karena ke khawatiran pak Cakra akan kejadian yang di alami Sahila.
''Pa, aku nggak apa apa kok, mendingan pak Jono pulang ,nanti kalau waktunya pulang aku telepon aja,
''Sa, papa mohon mulai sekarang kamu jangan bantah papa, semua ini demi kebaikan kamu.
''Ya udah deh pa, kalau gitu aku masuk dulu, Sahila mencium punggung tangan Pak Cakra.
Seperti biasa Sahila sudah di sambut Rendy dan Sindi,
''Kamu sudah benar benar sehat Sa, kok udah ke kampus aja?'' tanya Rebdy
''Iya Sa, kalau kamu masih belum sehat betul, biar nanti aku yang ke rumah kamu untuk meminjankan materinya. Sindi.
''Kalian tenang aja, aku udah benar benar sehat kok, lagian aku bosen di rumah nggak ngapa ngapain, mendingan aku ke kampus aja,
''Sin, nanti kita ke mall yuk, aku mau cari kado buat Nesya, dia kan bentar lagi mau nikah.
''Oke, aku juga pingin jalan nih, tapi nggak ada teman, adanya cuma Rendy,
''Kenapa kamu nggak bilang, kan aku juga bisa temani kamu,.
''Why....!! ''Nggak ah, nanti di kira kita pacaran lagi,
''Memangnya kamu nggak mau punya pacar cowok ganteng kayak aku?''
Sindi menghela nafas,.
''Bukan nggak mau Ren, tapi aku tu pingin yang lebih dewasa, nah kalau kita kan seumuran,jadi rasanya nggak enak gitu kalau mau manja manja, ucap Sindi asal.
''Ya udah ,nanti aku cariin yang dewasa, mapan, ganteng, kaya lagi, kamu mau? ''tanya Sahila yang langsung di angguki Sindi.
Setelah bercanda mereka masuk kelas untuk mengikuti materi harian.
------------------------
''Bik, Sahilanya ada? tanya Iwan yang sengaja datang ke rumah pak Cakra hanya untuk menemui Sahila.
''Nona Sahila ke kampus tuan, memang ada perlu apa? jawab Bibi
Sahila sudah ke kampus ,kenapa aku nggak tau sih, batin Iwan.
''Nggak ada apa apa kok Bik, ya udah aku pamit, Iwan berlalu meninggalkan rumah pak Cakra dan berlalu menuju kantor,
Maksud hati sih ingin mengajak Sahila jalan namun rencana nya gagal, akhirnya mau tidak mau Iwan pergi kantor.
Sebelum Iwan melajukan mobilnya, Iwan mendapati ponselnya berbunyi.
__ADS_1
Iwan melihat layar ponsel yang bertuliskan Doni.
''Ngapain sih ni anak nelpon, tapi nggak biasanya sih, apa ada yang penting?''.
Iwan mengangkatnya, dan ternyata Doni hanya bilang ngajak ketemuan, dan mereka janji akan ketemuan di restoran Doni,
''Doni mau ngomong apa sih, sampai dia ngajak ketemuan segala, nggak biasanya dia bilang penting, apa dia mau minta bantuan untuk mempersiapkan pernikahannya, gumam Iwan lirih,.
Setelah bergelut dengan otak nya yang tak tentu benar, Iwan langsung melajukan mobilnya ke arah kantor,
Iwan bekerja sebagai bawahan, karena itu memang keinginan papanya yang tak lain adalah pak Handoko, Iwan pun selalu nurut meskipun papanya pemilik perusahaan, karena Iwan yang tak selalu serius dalam bekerja.
---------------------------
''Sa kita jadi ke mall nya ? tanya Sindi .
''Jadi dong, tapi benatar aku izin papa dulu, takutnya nanti papa khawatir, karena aku pulang telat, ucap Sahila sambil mengeluarkan ponsel barunya, karena ponsel yang lama memang sudah rusak akibat kecelakaan.
Akhirnya dengan bujuk rayu Sahila ,pak Cakra mengizinkan Sahila untuk jalan jalan ke mall, dengan di antar pak Jono.
''Sin, kita di antar pak Jono ya?''
Sindi mengangguk,
Sementara Rendy hanya mengekori dari belakang,
''Kamu mau ikut Ren, kok ngikutin kita?''Sindi.
Rendy hanya diam, dan menggeleng.
''Terus kamu mau kemana?'' tanya Sindi lagi .
''Ya pulang lah, kan mobilku ada di parkiran ,dan tujuan kita kan sama, jadi apa salahnya aku bareng kalian.
''O..... ucap Sindi dan Sahila bersamaan
Kalau kamu nggak nanya mungkin aku juga ikut sih Sin, untung aja aku punya alasan yang tepat, jadi nggak malu maluin deh, batin Rendy.
Setibanya di sebuah mall Sindi dan Sahila memilah milih sesuatu yang bagus dan menurutnya Nesya suka,.
''Sin, apa ya, yang pantas untuk Nesya dan kak Doni?'' Sahila bingung,
''Kamu mau kasih Nesya aja ,atau dengan kak Doni.
''Ya, dua duanya sih, mereka berdua kan temanku,
Akhirnya Sindy memilihkan piyama couple yang sangat bagus dan mahal.
__ADS_1
''Nah, ini aja Sa, kayaknya ini cocok buat mereka berdua.
Sahila membolak balikkan kedua piyama nya, betapa kagetnya Sahila saat melihat harga piyama yang di pilihkan Sindi.
Sahila mengembalikan piyama tersebut dengan muka cemberut membuat Sindi bingung.
''Kenapa di balikin Sa, ini kan sudah cocok!!''
''Sin, kamu nggak lihat, harganya mahal banget, dan aku nggak punya uang sebanyak iti? jawab Sahila polos.
''Mana dompet kamu!'' Sindi menengadahkan tangannya di depan Sahila.
Sahila langsung mengeluarkan dompet dari dalam tasnya .
Sahila menyodorkan ke arah Sindi, dan Sindi pun langsung menerima dan membukanya.
Sindi mendaapti uang beberapa lembar ratusan dan itu uang jajan Sahila yang selalu di kumpulkan .
Dan betapa terkejutnya Sindi mendapatkan 3 kartu debit,
''Sa kamu atau nggak ini apa?''
Sahila mengangguk.
''Terus kamu pernah pakai ini nggak? tanya Sindi dengan mukanya yang masih berkeringat.
Sahila menggeleng.
Ya Tuhan sebenarnya Sahila ini sadar nggak sih kalau dia ini anak orang kaya, aku aja punya satu atm dan itu sering aku buat ke sana kemari, nah ini tiga atm belum pernah dia pakai sama sekali, batin Sindi. sambil menepuk jidatnya.
Sahila yang melihat Sindi bengong malah jadi bingung dan garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.
''Sin, kamu kenapa, apa ada yang salah dengan kartu itu?'',
Sindi menelan ludahnya mendengar pertanyaan Sahila,
''Sa, kamu sadar nggak ,ini tu isinya uang, dan kamu bisa beli apa saja dengan ini, dan selama ini kamu nggak pernah memakainya .
''Pantesan papa bilang sama aku, kalau pinnya itu tanggal kelahiran aku dan tanggal aku tinggal di rumah papa dan yang terakhir tanggal kelahiran mas Refan.
Sahila sambil membuka tasnya, karena catatannya masih tersimpan.
''Ya sudah kamu ambil piyama tadi, dan kamu bayar pakai ini!''sambil menyodorkan salah satu Atm dan mengembalikan yang lainnya ke dompet.
''Oke deh, Akhirnya Sahila mendengarkan Sindi dan mengambil dua piyama yang di pilihkan Sindi, sedangkan Sindi masih duduk dan menggeleng nggelengkan kepalanya.
Sahila itu waras nggak sih, dia anak orang kaya, tapi dia nggak tau cara nya menjadi orang kaya, sebenarnya dia itu anak kandung Om Cakra nggak sih, aku jadi curiga, jangan jangan memang dia bukan anak kandung om Cakra,atau dia wanita simpanan Om Cakra,tapi udahlah, itu kan bukan urusanku, yang penting Sahila baik dan dia temanku sekarang, tapi kalau dia memang wanita simpanan om Cakra, kenapa sikap om Cakra seperti anak dan papa, aku jadi bingung.?''
__ADS_1
Sindi hanya bergelut dengan otaknya.