KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 211. Romantis


__ADS_3

Apakah akan ada badai besar disini? '',tanda tanya dalam hati Mike saat menoleh melihat Sahila yng sudah mematung di depan pintu.


Sedangkan Refan belum juga melihat sang istri karena terhalang tubuh Viola yang sedikit menunduk di depannya.


Mike bergantian antara melihat Refan yang masih sibuk dengan jasnya yang kotor dan wajah Sahila yang memang terlihat santai.


''Bos, panggilnya pelan sambil menyungutkan kepalanya ke arah pintu.


Refan yang pintar pun langsung mendongak melihat ke mana arah kepala Mike.


Betapa terkejutnya melihat Sahila yang memandangnya dengan menggendong Kyara.


''Sayang, kamu ke sini dengan siapa?'', berjalan menghampiri Sahila.


Sedangkan Viola langsung saja berdiri tegak di tempat, belum tau harus berbuat apa,


''Pak Jono yang antar, tadi aku menghubunginya karena mas nggak jawab telpon dariku, ucap Sahila berjalan sambil bergandengan dengan Refan.


Syukurlah badainya berlalu, Mike.


Akhirnya Refan kembali mengambil ponsel yang ada di sakunya dan melihatnya.


''O... maaf silent, mas lupa, habisnya tadi risih karena Mike menelpon terus ,ucapnya sambil melirik ke arah Mike.


''Bohong tu Nona, ucap Mike pelan, namun dengan cepat mata tajam Refan mengarah padanya.


''Siang Bu, sapa Viola dengan menunduk tanda hormat.


''Siang juga, sedang apa kamu disini?'', tanya Sahila sinis,


Beralih melihat wajah Refan yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


''Maaf bu, saya ke sini cuma mengantar kopi pak Refan, tapi tak sengaja saya menumpahkannya, jadi saya membersihkan jas pak Refan yang kotor, ucap Viola ramah, kini pandangan Sahila beralih pada jas Refan yang memang benar benar kotor.


''Ya ampun mas, kenapa jadi begini?'', Sahila menjewer jas bagian samping.


Selamat ternyata Nona tidak salah faham, batin Mike lega.


''Maaf, saya yang salah Bu, lagi lagi Viola minta maaf,.


''Tidak apa apa, itu bukan salah kamu, pasti kamu juga nggak sengaja kan, sekarang kamu kembali ke ruangan kamu, aku yang akan membersihkan jas mas Refan ,Sahila berjalan ke kamar pribadi milik Suaminya, sedangkan Refan mengikutinya dari belakang.


''Kamu nggak marah kan sayang?'', tanya Refan melihat punggung Sahila yang menidurkan Kyara.

__ADS_1


Sahila menghela nafas, ''Untuk apa marah mas ,nggak ada gunanya, lagian Viola kan sudah menjelaskannya, ucapan Sahila membuat Refan tersenyum dan ikut membaringakn tubuhnya di belakang Sahila yang membuat sang empu memekik karena geli.


''Mas, sudah dong, di luar kan ada tuan Mike, Sahila mencoba membuat suaminya untuk keluar meninggalkannya.


''Biarin saja, siapa yang suruh dia kemari, mas juga nggak mengundangnya, ketus.


''Mas, sambil melotot, dengan berat hati Refan langsung keluar menemani Mike.


''Untung saja Nona baik, kalau tidak, pasti sudah ada badai besar di sini, Refan langsung berdecak dan memukul Mike menggunakan map di depannya.


''Maksud kamu apa, aku tau istriku ,dia bukan orang yang mudah menyimpulkan sesuatu yang belum jelas, apa lagi ini urusan rumah tangga, jadi kamu jangan macam macam dan menakut nakutiku, penjelasan Refan yang masuk akal.


Karena Mike sendiri menjalani hidupnya dengan wanita yang tak mudah marah dan tak mudah salah faham.


''Ya sudah ,kalau gitu aku pulang ,dari pada jadi obat nyamuk disini mendingan aku balik memeluk istriku , Mike mengucapkannya dengan lantang sambil melirik Refan yang sudah fokus melihat map di depannya.


''Jangan pamer di depanku, kamu fikir aku iri gitu, Refan memicingkan bibirnya.


Setelah kepergian Mike, Refan kembali ke kamarnya dan melihat Sahila yang sedang tiduran sambil memeluk Kyara.


''Sayang, mas sudah memilih tempat untuk nanti makan malam kita nanti,kita jadi kan makan malamya? ''.


''He'em... aku kan sudah bilang, kenapa nggak jadi, ucap Sahila masih memunggungi Refan.


Malam hari....


Awalnya Sahila yang mengajak Refan untuk dinner, tapi karena Refan tak mau kalah romantis, kini Refan yang menyiapkan semuanya, bahkan sampai baju pun Refan harus beli yang baru,.


''Mas, kita kan cuma mau makan malam ,kenapa harus pakai baju sebagus ini sih, Sahila membolak balikkan baju yang baru saja di kirim oleh desainer ternama.


Dasar orang kaya, baju di lemari banyak yang nggak terpakai, tapi ini malah beli baju lagi. batin Sahila.


''Nggak apa apa lah sayang, mas cuma ingin melihat kamu malam ini tampil beda,dan cepat kita berangkat ,mumpung Kyara sudah tidur.


Karena melihat Kyara terlelap ,Sahila segera mengganti baju nya dengan baju yang di belikan Refan ,dan kini keduanya sudah siap untuk berangkat.


Setelah beberapa menit berlalu, Sahila bingung dan bertanya ,karena Refan sudah menutup mata Sahila dari rumah.


''Sebenarnya kita mau ke mana sih mas, kok dari tadi nggak nyampai juga.


''Diam saja, yang penting tempatnya kali ini romantis dan mas yakin kamu pasti akan menyukainya, Refan merasa percaya diri dengan tempat pilihannya kali ini.


Kok pakai tutup segala, sebenarnya apa yang akan di lakukan mas Refan padaku, batinnya.

__ADS_1


''Mas, ucapnya, namun dengan cepat Refan menempelkan satu jarinya di bibir Sahila.


''Diam dan ikuti ke mana arah mas menuntunmu.


Tanpa bicara ,Sahila hanya mengikuti ke mana arah kaki Refan melangkah.


Ini di mana sih ,kok naik lift segala, batinnya lagi saat Refan mengajak masuk ke lift.


Setelah beberapa menit ,kini Refan dan Sahila sudah sampai di tempat yang di tuju.


Refan menghentikan langkah Sahila dan dengan perlahan Refan membuka kain penutup mata Sahila.


Dengan pelan Sahila membuka matanya dan melihat tempat yang baru kali ini di datanginya.


Sahila masih mengamati setiap sudut ruangan yang terbuka itu ,bahkan Sahila baru menyadari bahwa saat ini dirinya dan Refan berdiri di tengah rangkaian bunga yang berbentuk hati.


Kembali melihat sang suami yang masih mematung di depannya.


''Apakah ini kamu yang menyiapkan mas?'', tanya Sahila penasaran.


Refan menggeleng ,yang membuat Sahila langsung mengerutkan alisnya.


''Terus siapa?'', tanya Sahila lagi karena penasaran.


''Pelayan, aku hanya menyuruhnya saja, ucap Refan membuat Sahila memukul lengannya.


Refan sedikit maju dan memeluk Sahila yang kini berada di depannya, ''Terima kasih sayang ,karena kamu sudah mau mendampingi hidupku, dan terima kasih karena kamu sudah mau melahirkan anakku ,terima kasih untuk semua yang kamu lakukan untukku, Aku mencintaimu, ucapnya masih dalam berpelukan.


''Sama sama mas, aku juga berterima kasih karena kamu sudah mau menjadi suami dan ayah yang baik, aku juga mencintaimu, ucap Sahila dengan mendaratkan sebuah ciuman di pipi Refan.


Sahila merasa kalau malam ini Refan terlihat sangat romantis, bahkan ini pertama kalinya Refan mengajaknya di tempat yang sunyi namun damai.


Kini alunan musik terdengar remang remang mengiringi suasana yang sangat anggun, Sahila beralih melihat meja yang sudah di hiasi lilin serta berbagai makanan.


''Apa itu juga kamu yang menyuruh pelayan?''.


melihat ke arah meja makan.


He'emm....sambil mengangguk.


Akhirnya keduanya menikmati malam yang indah ,apa lagi malam ini Refan menunjukkan keromantisannya sepenuhnya untuk Sahila.


Tidak hanya itu ,Refan pun memberikan berbagai hadiah untuk sang istri, karena selama ini Refan benar benar tidak memperhatikan itu.

__ADS_1


__ADS_2