
''Terima kasih Nona ,Kue nona sangat enak sekali. ucap Mike sambil senyum senyum melihat Sahila,
Apa apaan dia, berterima kasih tapi seperti menggoda, dalam hati Refan berdecak kesal.
''Sama sama tuan Mike, Sahila menjawab di sertai dengan senyuman.
Ini lagi ngapain membalas senyuman sekeretris ganjen itu, batin Refan semakin jengkel.
Setelah Refan menyelesaikan makannya ,Refan pun langsung berpamitan dengan Sahila dan menarik tangan Mike menuju mobil.
''Bos aku bisa jalan sendiri, kenapa kau sampai menggandengku,dengan santainya Mike masih saja berbicara.
''Masuk,!'' kali ini Refan yang membukakan pintu mobil untuk Mike.
Kenapa dia, apa dia cemburu, ha.. ha.. ha...lucu juga kalau lagi cemburu, kalau aku lakukan itu tiap hari ,gi mana ya reaksinya, apa dia akan memecatku dan memulangkan ku,dalam hati Mike kegirangan.
Dalam perjalanan, Refan hanya diam sambil melihat laptop yang ada di pangkuannya ,sedangkan Mike fokus menyetir dan sesekali melihat Refan dari spion.
''Apa bos cemburu?'', Mike mencoba mencairkan suasana.
''Kalau kamu sudah tau ngapain nanya?'', Refan masih dengan nada sinis.
''Gitu saja cemburu, gumamnya,Mike mengecilkan suaranya, namun Refan masih saja mendengar.
Refan menggeser duduknya ke belakang Mike.
''Apa yang Kamu bilang, gitu saja nggak cemburu, menirukan ucapan Mike, ''Kamu itu laki laki ,kalau sampai istriku jatuh cinta padamu dengan ketampananmu dan keramahanmu Gi mana, Aku nggak mau itu terjadi ,. ucap Refan serius.
''Otak bos itu terlalu cetek, Nada mengejek, mikir dong, mana mungkin nona jatuh cinta denganku kalau Bos saja sudah segala galanya baginya, kalau memang dia semudah itu jatuh cinta pada orang lain, pasti dia juga sudah menikah dengan siapa pun, tapi apa ,dia itu mau dengan duda seperti bos, Masih nada mengejek, ''padahal aku yakin di luaran sana masih banyak perjaka yang mau dengannya, mikir dong, itu namanya bos tidak percaya dengan cinta nona, dan kalau sampai Nona tau pasti dia kecewa karena menganggapnya gampangan, apa lagi sekarang nona sedang mengandung, pasti pikirannya itu sensitif. Apa apaan masa ikut sensitif juga, Mike dengan serius menjelaskan pada Refan.
Refan menghela nafas panjang dan mengeluarkan kasar.
''Bukannya aku tidak percaya dengan cintanya, tapi aku takut , aku sangat takut kalau suatu saat dia meninggalkanku dan lebih memilih laki laki lain yang lebih baik, karena aku pernah memberikan luka untuknya, ucap Refan dengan memejamkan matanya.
''Percaya lah, itu semua tidak akan terjadi, apa lagi sebentar lagi akan ada jagoan di antara kalian, pasti Nona akan semakin bahagia, ucapan Mike membuat Refan sedikit merasa lega meresapi setiap inci kata yang bermakna bahwa dirinya harus percaya.
Kamu benar Mike, aku hanya takut tak beralasan dan mulai sekarang aku akan membuang ketakutan ku itu dan aku akan pastikan kalau aku satu satunya laki laki yang dia cintai. batin Refan.
Tak terasa pembicaraan mereka sampai mengantarkan di depan gedung yang menjulang tinggi itu.
__ADS_1
''Katakan, apa jadwalku hari ini?'' tanya Refan saat mereka masih di dalam mobil.
''Ringan ,tidak ada rapat penting ,dan kita bisa pulang awal, ucap Mike sambil melihat layar ponsel.
Seperti biasa mereka memasuki kantor itu dengan langkah gontainya, sedangkan Mike mengikuti dari belakang.
Seperti biasa pula para karyawan menyapa dengan ramah ,meskipun dari keduanya tak ada yang membalasnya dengan ramah pula.
Mike melihat para karyawan dan mengingat sesuatu yang sedikit menggelikan.
''Maaf bos ,aku ada perlu sebentar, ucapnya saat Refan memasuki lift menuju ruangannya.
Mike kembali dan melihat semua karyawan yang sudah sibuk dengan pekerjaannya masing masing.
Mengingat beberapa hari yang lalu ,sesuatu yang menghebohkan kantor dengan hal yang sangat menggelitik.
''Apa bapak perlu bantuan, ?''ucap salah satu karyawan laki laki dari belakang.
''Tidak, silahkan pergi!'' Nada mengusir.
Ehemm... deheman Mike membuat para karyawan wanita itu menoleh karena ruangan mereka terbuka.
Semua karyawan langsung berdiri menghampiri Mike.
Karena Mike pun tak pernah memerintah para karyawan itu sendiri, melainkan dengan perwakilan.
''Dari kalian semua ,siapa yang membuat berita kalau aku gay,?'' tanyanya langsung tanpa embel embel.
Dari mana pak Mike tau.?
Mungkin itulah yang saat ini ada dalam hati para karyawan.
Para karyawan saling lirik dan saling senggol, karena mereka takut kalau sampai Mike marah.
Dengan cepat semua menggeleng.
''Jangan bohong,kalau masih nggak ada yang ngaku ,aku akan mencari tau sendiri dan aku pastikan kalian tidak akan bisa bekerja lagi disini, ucapan Mike yang mengancam dan keras itu membuat semua menunduk karena takut.padahal dalam hati Mike hanya menggertak saja.
Mike langsung membalikkan badan dengan langkah pelan, satu ,dua ,tiga ,dalam hati Mike berhitung menanti akan ada suara yang mengakui.
__ADS_1
''Saya pak, ucap salah satu karyawan.
Kenapa nggak dari tadi, bikin jengkel saja, hatinya menggerutu.
Akhirnya Mike membalikkan badan kembali melihat karyawan yang masih mematung,
Dengan cepat karyawan yang mengakui itu maju ke depan.
''Ma... maaf pak, bukan maksud saya menghina bapak, ucap nya terbata.
Bukan semakin marah, dalam hati Mike malah cekikikan melihat karyawan yang ketakutan itu.
Apa wajah tampanku ini sangat menyeramkan sampai mereka semua tak berani menatapku, isi hati mike.
''Kalian mengambil kesimpulan dari mana kalau aku Gay,?'' ucapnya kembali sambil melipat tangannya ke depan.
''Sosmed, masih dengan terbata.
''Sekarang kalian lihat lagi, dan jangan mengambil kesimpulan hanya dari gambar, itu sangat merusak reputasiku ,untung berita ini tidak sampai terdengar di luar, kalau sampai itu terjadi, aku akan memberi hukuman pada kalian, lagi lagi Mike mengancam.
Mike langsung saja berlalu masuk lift menuju ruangannya meninggalkan para karyawan yang masih mematung.
''Selamat, untung saja pak Mike tidak marah dan tidak memecat kita, suara para karyawan bergemuruh.
Lalu mereka pun segera membuka sosmed akun milik Mike yang kini di penuhi dengan foto dirinya dengan Nia ,namun Mike belum juga menghapus fotonya dengan Refan.
''O.. jadi wanita yang waktu itu pernah di ajak kemari itu pacarnya pak Mike, cantik. mereka kembali bergemuruh.
Mike Berjalan menuju ruangannya dengan santai setelah memberi penjelasan pada karyawannya.
''Mike habis ngapain?'', tanya Refan pada kepala staff yang diam diam di suruh mengawasi Mike.
Kepala staff itu pun menceritakan kejadian yang baru saja terjadi di lantai bawah dengan jelas,karena diam diam Refan memang mengawasi apa yang di lakukan Mike tanpa sepengetahuannya.
'' Baiklah, sekarang kamu boleh pergi, perintahnya setelah mendapat kejelasan.
Kenapa para karyawan mengira seperti itu, memangnya Mike ngepost foto yang mana dengan ku, batinnya.
Refan pun ikut penasaran dan langsung membuka akun sosmed milik Mike,
__ADS_1
Di awal Refan masih biasa saja melihat foto Mike dan Nia ,tapi pas di akhir Refan mengeratkan giginya tangannya mengepal, karena melihat fotonya bersama Mike yang terpampang.
Pantas saja menjadi trending topik ,menggelikan batinnya, Refan pun ikut bergidik ngeri melihat gambar sekretarisnya di sosmed yang meliriknya dengan senyuman.