KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 192. Rapat


__ADS_3

Karena notaben Refan adalah seorang ayah yang harus menafkahi anak dan istrinya, Refan mencari cara untuk membuat Kyara merasa tenang saat di tinggalnya dan itu sudah terbukti pagi ini.


Pagi ini berbeda dengan sebelumnya kalau papa Refan selalu saja tak tega dengan princes Kyara yang menangis, kali ini papa Refan langsung saja membuatnya diam dengan cara mengajaknya jalan jalan pagi sebelum berangkat ke kantor, dan mungkin itu sedikit membuat Kyara lega karena terasa lama bisa di gendongan sang papa .


Bahkan kali ini refan memamerkan putri kecilnya itu pada tetangga yang lewat, mereka pun kagum melihat Kyara yang sangat lucu dengan pasangan papa nya yang sangat tampan ,sesekali para tetangga mengajak mereka untuk berpose,


Tapi memang benar, saat papa Refan mau berangkat ,Kyara sama sekali tak memperlihatkan air matanya atau bibir masamnya, kini senyumnya yang merekah ,terlihat gusi yang belum di tumbuhi gigi itu semakin membuatnya lucu.


Mike pun ikut tertawa dan ikut menimang sambil menunggu Refan yang selalu bermanja dengan Sahila saat mereka belum berpisah ,karena saking gemasnya membuat Mike malah yang enggan meninggalkan Kyara.


''Sudah Mike, ayo berangkat!'', bahkan kata itu pun masih di abaikannya dan masih fokus dengan sang bayi yang ada di gendongan sang kekasih.


''Sudah mas, tuan Refan sudah panggil tu, kata Nia sambil menyungutkan kepalanya ke arah Refan.


Setelah keduanya berangkat ke kantor, kini tinggal Sahila yang harus merawat intens sang bayi yang di bantu Nia.


''Apa kamu sudah mempersiapkan yang aku katakan ,dan apa mereka semuanya sudah tau kalau kita akan megadakannya pagi ini? ''tanya Refan pada Mike yang fokus dengan setirnya.


Hemm.. sambil mengangguk dan sedikit bingung, pasalnya ini rapat hanya untuk semua pekerja kantor, tidak ada hubungannya dengan perusahaan lain.


''Untuk apa mengadakan rapat penting, toh perusahaan juga tidak mengalami masalah, tanya kembali Mike saat semalam


pertanyannya tak di jawab.


Refan hanya berdecak melihat sekretarisnya itu masih belum juga memahaminya,.


''Tidak usah banyak tanya ,nanti kamu juga akan tau sendiri. ucapnya.


Begitu tu, aku yang disuruh nyiapin, tapi nggak ada jawaban.

__ADS_1


Setelah mobil terparkir, Refan dan Mike langsung masuk melihat semua karyawan sudah hadir dan siap, karena mereka mendapat kabar dari Mike kalau pagi ini akan ada rapat penting di perusahaan.


''Pagi pak, semuanya menyapa, tak terkecuali.


Melihat para karyawan ,Refan kini menciptakan sebuah senyuman yang tak di duga.


Wah ,kalau setiap pagi dapat sarapan senyum dari pak Refan dan pak Mike ,nggak makan seharian juga nggak lapar nih ,itulah yang ada dalam fikiran para karyawan yang jomblo wati.


Mereka menelan ludahnya dengan susah payah melihat wajah tampan itu semakin tampan dengan hiasan sebuah senyuman.


Kenapa si bos tersenyum ,apa pagi ini dia salah makan, batin Mike sambil menoleh ke arah bos yang berdiri di sampingnya yang masih tebar pesona .


Padahal hari sebelumnya tak ada senyuman itu muncul dengan tiba tiba.


Setelah Refan dan Mike berlalu ,semua karyawan pun langsung berjalan ke ruang rapat, tak berbeda dengan Mike ,mereka semua pun bertanya tanya ''Ada apa, pasalnya tidak biasa Refan mengadakan rapat dadakan dan itu hanya menyangkut karyawan perusahaan.


''Oke ,kalau semua sudah hadir di sini, saya akan memulai rapatnya, dan saya harap kalian menyimak saja, sebenarnya ini bukan masalah pekerjaan, tapi saya akan memberi tau kalian kalau sebentar lagi Mike akan keluar dari sini, ucap Refan dengan santainya membuat Mike mengerutkan alisnya.


Mike tak percaya kalau bosnya mengucapkan kata sadis itu ,pasalnya Mike tidak suka di perlakukan seperti halnya pemecatan.


Dengan Mata tajam ,Mike memandang intens sang bos yang malah tersenyum melihat kemarahannya.


''Jangan marah dulu, kamu belum mengetahui isi rapat ini, jadi diamlah, dari pada aku berubah fikiran dan memulangkanmu ke luar negeri, Refan masih saja santai menghadapi Mike yang sudah merah karena marah.


''Segera ke inti saja ,kayaknya yang bersangkutan juga tidak sabar, ucapnya sambil melawak,


''Saya akan memberi tau bahwa sebentar lagi sekretaris Mike tidak akan bekerja disini lagi karena akan mengambil alih perusahaan papa, jadi saya harap untuk kamu Drik, salah satu staf, cari sekretaris baru untuk menggantikan Mike , dan saya harap dia sudah lincah karena Mike secepatnya akan pindah.


''Baik pak, jawabnya singkat.

__ADS_1


Setelah mendapat pernyataan isi rapat ,semuanya bernafas dengan lega karena tidak ada pemecatan karyawan ,seperti yang di takutkan.


Kali ini Mike sudah tidak mau membantah lagi ,baginya itu sudah cukup, dari pada harus pulang.


Mike hanya tersenyum sinis sambil melihat si bos.


Setelah panjang lebar memberi kata kata dan penjelasan pada semua karyawan, Refan mengakhiri rapatnya ,kini tinggal Mike dan Refan yang ada di ruangan itu.


''Apa kamu masih nggak terima dengan keputusanku,?''tanya Refan melihat wajah Mike yang terus menatapnya.


Mike malah berdecak.


''Bukan nggak terima, tapi apa kamu langsung bisa dapat sekretaris baru, lagi pula jarang sekali orang yang bisa menghadapimu, sambil memegang dagunya ,merasa hanya orang orang yang berhati batu lah yang bisa menghadapi bosnya itu.


Kita lihat saja, kalau tidak ada yang bisa, ya aku akan bawa istriku masuk ke perusahaaanku,kelihatannya dia juga bisa kalau hanya untuk jadi bawahanku, jadi kamu tidak usah khawatir, kata itu langsung saja terlintas di benak Refan saat ini.


Sebenarnya itu semua adalah ide dari Sahila, karena Sahila pun tak mau egois, melihat Nia juga kasihan hanya di gantung Mike, hanya soal pekerjaan, dan Sahila tidak mau kalau suaminya adalah penghalang hubungannya menuju pelaminan.


Dan kini Refan tersenyum karena ide dari Sahila berjalan lancar.


''Terus kapan kamu menikahi Nia, jangan gantung anak orang, dia juga butuh kepastian, kalau ada yang lebih, pasti dia juga mau.ucap Refan membuat Mike semakin berfikir, karena sejauh ini Mike tak pernah berfikir negatif tentang Nia, tapi setelah mendengar ucapan Refan, Mike seakan ingin segera melangsungkan pernikahannya saat itu juga.


Tanpa fikir panjang, Mike langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Nia untuk segera mempersiapkan dirinya, karena dalam waktu dekat ,Mike akan segera membawanya di pelaminan,


Di sebrang sana, Nia pun sama ,hanya bisa tersenyum setelah mendapat telepon dari Mike yang mengatakan akan segera menikahinya, karena hanya itulah kata yang di tunggu oleh Nia dari seorang Mike.


Sahila yang melihat kebahagiaan Nia pun sudah memprediksi.


Pasti mas Refan sudah mengatakan ideku pada tuan Mike.

__ADS_1


__ADS_2