KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 240.Diam bukan berarti marah


__ADS_3

Karena ingin cepat kelar dan menemui titik terang ,Refan langsung ke kamarnya, meskipun melihat Sahila masih memejamkan matamya dan masih dengan balutan selimut ,Refan tetap naik merangkak dan ikut masuk ke dalam selimut, karena tak ada tanda tanda Sahila ingin bangun membuatnya diam dan melingkarkan tangannya di pinggang Sahila dari belakang.


''Dari mana mas?'', pertanyaan Sahila membuat Refan terbelalak, bahkan tidak menyangka kalau Sahila mengetahui kedatangnnya.


Refan tidak menjawab karena fikirannya saat ini sedang melayang memikirkan semua kata kata yang Mike usulkan padanya.


Apa ini kesempatan yang baik, aku ucapkan apa ya, puisi tentang apa, seumur hidupku kan nggak pernah bikin puisi , lagu, tapi lagu apa, apa lagu tentang cinta, atau lagu barat, atau pantun, ah.. enggak ah nanti kayak pelawak lagi ,kan malu, batinnya bingung.


''Mas... panggilnya manja sambil menarik selimut yang di pakai Refan.


Hemm...Refan mengangkat sedikit kepalanya dan menopang memakai tangannya dan akhirnya terlintas sebuah puisi yang ber isikan tentang maaf.


Dengan perlahan Refan mengutarakan perminta maafan berirama puisi sambil memainkan rambut Sahila.


Sedangkan Sahila yang memunggunginya pun ingin tertawa namun di urungkannya ingin tau lebih jauh apa maksud dari puisi yang di ucapkan suaminya.


''Kurang ngena di hati mas, ucap Sahila saat Refan mengakhiri sebuah puisinya.


Akhirnya Refan kembali lagi memikirkan cara yang seperti di katakan Mike.


Lagu deh....


Dengan suara yang pas pasan Refan menyanyikan lagu barat tentang cinta dengan posisi yang sama.


Sebenarnya kenapa sih mas Refan ini ,nggak biasa biasanya dia seperti ini, batin Sahila malah ingin tertawa karena suara Refan yang malah membuatnya kebisingan seakan kupingnya mau meledak.


''Mas,aku ini cuma tau bahasa inggris beberapa, dan nggak faham kalau kamu menyanyikan itu, ucap Sahila sedikit ketus.


Aduh masa iya sih aku pakai cara yang terakhir, nanti kalau aku pindah jadi pemeran pelawak di tv itu gi mana, batinnya jengkel sambil menggaruk nggaruk kepalanya.


Akhirnya Refan mengambil langkah yang terakhir, yaitu mengucapkan sebuah pantun yang langsung mengundang tawa dari seorang Sahila.


Meskipun masih dengan posisi memunggungi, Sahila sudah tidak kuat kalau harus menahan tawanya mendegar Refan membaca sebuah pantun,kelakuan yang sangat konyol yang hanya di ucapkan sebagian para pelawak ,tapi kini di ucapkan seorang Refan, Ceo dari perusahaan yang sangat besar dan terkenal.

__ADS_1


Refan bangun dan menarik selimutnya dari Sahila, melihat wajah sang istri yang kini mulai menatapnya.


Kenapa dia begitu bahagia, apa aku terlalu lucu saat membaca Pantun, batinnya menerka.


Refan langsung mengangkat kepalanya dan menindih sang istri ,bahkan mengunci Sahila sampai tak bisa bergerak sama sekali.


''Mas lepaskan dong!'', meronta ronta minta di lepaskan.


Refan tak menggubrisnya malah semakin mempererat tangan Sahila yang kini berada di genggamannya.


''Kalau itu membuatmu memaafkan aku, aku akan lakukan tiap hari, ucapnya.


Sahila mengernyitkan dahinya tidak tau apa maksud Refan.


Apa maksudnya, memaafkan untuk apa, lirih hatinya.


''Maaf untuk apa, Sahila mengucapkannya dengan santai ,bahkan sudah tidak melawan karena menurutnya percuma saja karena tangan Refan yang lebih kuat dan tak akan mampu untuknya bisa lepas begitu saja tanpa ada keikhlasan dari sang suami.


''Maaf untuk yang kemarin, mas tidak bermaskud membuatmu marah dan cemburu, lagi pula mana mungkin mas mempunyai wanita lain ,kamu sudah segala galanya bagi mas,


''Mas dengarkan aku!'', masih dengan posisi berbaring.


''Untuk apa mas minta maaf padaku, dan untuk masalah yang kemarin aku sudah melupakannya, jadi mas tidak usah meminta maaf lagi, ucapnya sambil menggenggam tangan Refan.


''Terus kamu diam tadi apa kalau bukan marah? '', Refan sedikit bingung.


Sahila tersenyum kecil.


''Diam bukan berarti marah kan mas,aku hanya capek saja ,dan saat aku masuk,aku menunggumu di bawah, tapi karena mas lama ya aku langsung ke kamar saja, karena aku ngantuk dan belum melihatmu masuk , ya aku tidur dong ,ucapnya santai dan seperti tak punya salah sedikit pun sudah membuat hati Refan gusar bahkan sampai melibatkan Mike segala.


Refan ambruk di samping Sahila sambil memejamkan matanya.


''Untung saja aku belum bunuh diri sayang, ucapnya dengan mata yang masih terpejam.

__ADS_1


''Memang kenapa sampai bunuh diri?''.


''Kehabisan jalan untuk membuatmu bicara lagi padaku,


Sahila memiringkan tubuhnya melihat wajah suaminya yang terlihat masih lelah.


''Aku minta maaf karena tak sempat bilang padamu, ucanya lalu memeluk Refan dari samping.


Kalau Mike tau apa yang aku lakukan ,pasti aku di hina habis habisan nih, untung saja dia tidak menyaksikan tingkahku tadi, batinnya.


Sedang di apartemen, meskipun Mike tidak atau apa yang di lakukan Refan saat ini, Mike tetap senyum senyum sendiri membuat tanda tanya bagi Nia.


''Mas kenapa sih ,kok senyum senyum gitu ,sambil membawa secangkir kopi untuk sang suami.


''Si bos berantem sama Nona ,dan sekarang bos itu sedang berjuang untuk mendapatkan maaf dari Nona, Antuaias, dan aku nggak bisa bayangin kalau ketiga caraku itu tidak berhasil di pakai, cara apa lagi ya?'',memegang dagunya berfikir.


''Kenapa bisa seperti itu?'', Nia kepo.


Mike menceritakan semua masalah yang di hadapi Refan dan Sahila seperti apa yang di katakan Refan padanya,


''Oh... jadi Nona mendiamkan tuan Refan dan tak mau bicara padanya?'', tanya Nia kembali memperjelas.


Mike mengangguk anggukkan kepalanya.


''Mas ,Menepuk lengannya, ''Bukan berarti diam itu marah ,mungkin saja Nona sedang capek atau mungkin ngantuk, lagian aku juga sering kok kayak gitu, apa lagi di saat kerja dan nggak mood, fikiran itu rasanya melayang seakan tak bisa mempedulikan apa yang ada di sekeliling kita, Nia menjelaskan.


''Berarti Nona seperti itu dong ,dan tidak marah pada bos, dan aku salah memberi ide padanya tadi, wah ,besok mas bakalan perang besar nih, gara gara menyuruh bos melakukan hal yang konyol, ucapnya.


Mike langsung mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, namun sebelum melangkah ke tujuan, Notif dari Refan lebih dulu terpampang.


Gila kamu Mike, kenapa nggak sekalian menyuruhku menjadi pelawak dan penyanyi serta penyair kalau kau memang bosen jadi sekretarisku, besok aku akan kasih kamu surat pengunduran diri,


Itulah isi pesan dari Refan, bukan membuatnya takut, malah membuatnya tertawa sampai membangunkan nyonya Wilson dan Mr Wilson yang sedang tidur di kamarnya.

__ADS_1


''Lihat pa ,keturunan bule tertawa, gangguin saja, kayak habis nemu telur dinosaurus saja, ucapnya di ambang pintu.


Tanpa cakap, Mr Wilson kembali merangkul nyonya Wilson dan mengajaknya masuk kembali ke kamar melanjutkan tidurnya .


__ADS_2