
Sepulang dari rumah sakit ,pak Cakra tidak mengizinkan Refan dan Mike untuk pergi ke kantor, karena ini momen terakhir keberadaan Mr Wilson di tengah tengah mereka.
Hari ini adalah hari terakhir Mr Wilson dan nyonya nya itu berada di Indonesia, rencananya mereka akan kembali lusa, namun sedikit ada yang menjanggal di hati bule mancung sebelum bertemu dengan sahabatnya yang lain, siapa lagi kalau bukan Dokter Hasan.
Karena keinginannya itu sangat memaksa ,akhirnya terpaksa Mike menuruti kemauan papanya.
Setelah berhari hari Mike di bikin pusing oleh nyonya Wilson yang seperti orang ngidam, minta kesana kemari dan makanan khas sana sini membuat tenaga Mike terkuras,tapi Mike tak mengeluh demi membuat Nyonya Wilson senang dan terhibur.
Kini di rumah pak Cakra di penuhi dengan gelak tawa, cekikikan ,mengenang masa lalu yang menurutnya sangat indah,
Mr Wilson dan Dokter Hasan serta Pak Cakra mengenang masa lalu mereka saat kuliah sampai bertemu pasangan masing masing,
Tak ada yang beda dari ketiganya ,meskipun mereka sudah setengah tua, namun saat menbicarakan masa muda, mereka terlihat bersemangat, bahkan tak mempedulikan semua yang ada di sekelilingnya.
Hingga air mata bahagia itu selalu mengiringi dari sudut mata ketiganya.
Karena secuil demi cuil semua yang sudah terpendam kini terkuak kembali.
Di lihat dari sudut pandang mana pun ,tiga pria itu memang masih terlihat tampan dan berwibawa ,
''Mike kamu tau kalau papamu itu dulu juga pernah patah hati sama nyonya Wilson gara gara di tolaknya, gara gara ketahuan play boy? ''tanya pak Cakra mulai membongkar rahasia muda papanya.
Mike hanya menggeleng,
Sedangkan Mr Wilson mulai menggaruk garuk kepalanya, kalau sudah begini pasti nyonya Wilson akan tau, tapi itu tak membuatnya menciut, Mr Wilson tetap bersikap standar.
Mr Wilson sesekali melirik sang istri yang berada di sampingnya dan selalu berbisik.
''Masa lalu'', itulah yang selalu di bisiknya jika cerita dari pak Cakra maupun Dokter Hasan itu menyangkut tentang play boynya.
''Jangan kalian lihat dari sisi play boy nya saja, dia juga penyayang, buktinya dia masih setia sama nyonya Wilson sampai sekarang, Dokter Hasan menimpali, tak mau menyudutkan Mr Wilson sepenuhnya.
__ADS_1
''Iya aku tau, bahkan aku juga ingat perjuangannya untuk mendapatkan nyonya Wilson sampai tidak makan selama tiga hari, ucapan pak Cakra kali ini membuat semua tertawa,.
''Apa yang di ucapkan pak Cakra itu betul? Nyonya Wilson semakin penasaran ,sebegitu cintanya Mr Wilson padanya sampai membuatnya puasa selama tiga hari,
Mr Wilson mengangguk anggukkan kepalanya sambil mengingat kembali, namun setelah kenangan itu terlintas di otaknya, dalam hati Mr Wilson malah cekikikan, bukan hanya tidak makan selama tiga hari, bahkan Mr Wilson mendiamkan sahabat yang membongkar play boynya pada wanita yang saat ini menjadi istrinya itu.
Awalnya nyonya Wilson memang tidak mengetahui kalau bule itu play boy, tapi setelah mendapat hasutan dari pak Cakra dan dokter Hasan, nyonya Wilson memutuskan hubungannya dengan suaminya itu, dan bahkan pergi meninggalkannya tanpa jejak.
Dan itulah awal persahabatan mereka semakin erat, karena keduanya yang merasa bersalah atas hancurnya hubungan itu membantu Bule itu untuk mencari kekasihnya yang tak lain nyonya Wilson.
Tidak menyangka, Mr Wilson yang memang tepat dengan kata sempurna itu bisa mencintai nyonya Wilson yang hanya gadis biasa.
Ingin rasanya Mr Wilson itu mendelik lenyap dari tempatnya, saat semua rahasia yang tersusun rapi itu kini sudah meluber ke mana mana, bahkan sudah terdengar ke anaknya, namun dirinya masih memuatnya dengan tawa mengikuti alur cerita.
Memang disini yang paling menonjol mempunyai masa lalu yang unik hanya Mr Wilson saja, karena kisah cinta pak Cakra dan Dokter Hasan hanya lempeng , tak seperti Mr Wilson, yang penuh dengan drama dan cerita novel.
''Sama dong, Mike juga setia sama Nia ,buktinya mereka berpisah bertahun tahun, tapi Mike maupun Nia tak ada yang mencari kekasih baru, ucap Refan di tengah tengah obrolan yang lain.
Sedangkan nyonya Wilson hanya menyunggingkan senyumnya melihat sikap sang suami.
''Tapi siapa yang mendidik, bukankah papa itu nggak pernah sekali pun menggendong Mike, tapi selalu menggendong dokumen di kantor,sindir nyonya Wilson.
Dengan kekonyolannya tanpa tau malu ,Mr Wilson merengkuh nyonya Wilson dan mencium keningnya,.
Pamer...
Itulah mungkin yang saat ini ada dalam hati orang sekelilingnya melihat kemesraan dari bule mancung itu.
''Sayang, kita ke kamar yuk!'' kamu nggak lihat Mr Wilson dengan nyonya Wilson itu mesra, bisik Refan.
''Maksud mas apa?'', bisik kembali Sahila. sambil melempar matanya yang sudah memandang Refan dengan tajam.
__ADS_1
Akhirnya Refan diam, tau kalau saat ini Sahila sedang jengkel.
Sedangkan Mike beranjak dari duduknya menghampiri kedua orang tuanya merangkul dari belakang,
''Kalian memang pasangan yang so sweet, aku saja sampai iri,semoga kemesraan kalian ini langgeng, sambil mencium pipi nyonya Wilson.
''Wah.. wah.. wah... ada drama apa ini, kok ramai sekali. tiba tiba suara Ririn dari balik pintu menyambar ,sedangkan Zero mengikuti dari belakang.
Ririn dan Zero menyalami semua orang dan ikut duduk.
''Apa calon menantu papa capek,?'' ucap Dokter Hasan menggoda Ririn.
Ririn menoleh melihat ke arah Zero yang menaikkan kedua bahunya.
''Tidak pa, lagi pula ini kan sudah kerjaanku setiap hari, jadi aku sudah biasa, apa lagi sekarang aku tidak perlu nyetir sendiri, karena sudah ada supir yang selalu siap menjemputku .sambil melirik ke arah Zero yang sudah memasang senyum.
''Terus gi mana, kapan kira kira kalian siap untuk menikah,jangan menundanya terus, kalian ini sudah dewasa, nggak baik kalau selalu berdua tanpa ada ikatan pernikahan, tanya pak Cakra.
Ririn melihat kembali calon suaminya berharap dialah yang memberi jawaban ,karena tau kode dari Ririn ,akhirnya Zero angkat bicara.
''Kapan saja kami siap, terserah papa maunya kapan, ,Zero pun melemparkan jawaban kepada Dokter Hasan.
''Ternyata kalian ini sudah mantap dan siap, kalau gitu nggak perlu lama lama, gimana kalau bulan depan saja, lebih cepat lebih baik, Aku juga nggak mau ketinggalan menimang cucu, Antusias dokter Hasan.
Perkataan Dokter Hasan membuat Ririn tersipu malu,
Karena selama ini dokter Hasan masih memberi waktu untuk keduanya saling mengenal, dan tak tau kemajuan dari hubungan keduanya yang sudah akrab dari awal perkenalan.
Akhirnya Ririn mau menikah juga dan setelah itu aku akan menjadi bahan ejekan mereka karena belum bisa bermesraan dengan Nia .batin Mike nelangsa.
Nia tau wajah sang kekasih yang cemberut itu langsung menariknya menuju teras belakang,
__ADS_1
Nia tersenyum dan mengucapkan, ''sabar nggak akan lama lagi kok ''