
''Anak papa yang pinter ya, jangan nyusahin mama, itulah yang selalu di ucapkan Refan setiap pertama kali berinteraksi dengan bayi nya yang masih berada di dalam kandungan,.
Hanya tinggal menunggu waktu sedikit lagi untuk langsung bisa menatap dan menimang makhluk kecil itu.
Melihat sang istri yang hamil besar ,Refan memutuskan untuk menemaninya sampai melahirkan, dan keputusan itu memang langsung di terima Mike selaku wakil yang bisa mengambil alih semua pekerjaan Refan saat ini.
Ada hiburan tersendiri saat di rumah melihat sang istri yang terlihat seperti semar,.bagaimana tidak ,perutnya yang gendut itu seperti tokoh wayang yang di segani seluruh pasukannya.
''Bodimu terlalu seksi sayang, ucapnya setiap kali yang membuat Sahila merengut.
Sahila tau kalau Refan memang mengejeknya , namun bisa apa ,itu memang nyata.
''Terus saja ya kau mengejekku, nanti kalau aku sudah melahirkan, tau rasa kau, Aku akan mulai nyalon dan mempercantik diriku, akan mulai jalan jalan lagi,dan nggak mau menjadi ibu tumah tangga, aku ingin merasakan menjadi wanita bersosialita ,memangnya mas pikir nggak bosan apa setiap hari harus ke dapur memakai celemek , aku juga ingin pakai baju mewah dan seksi, dan perhiasan yang mahal, 'sambil melirik ke arah Refan yang mulai nampak merengut,' ''arisan,biar nggak kampungan, ucap lantang, dan sedikit memberi ancaman pada sang suami.
Setelah mendengar jawaban Sahila, Refan langsung beranjak dari ranjangnya menghampiri sang istri yang sedang duduk di depan meja rias.
''Wah, pinter sekali ya istriku ini, apa nggak sekalian jadi model saja , kan nanggung, itu belum terkenal sayang, kalau kamu jadi model kan mas bisa mempromosikanmu, dan mas yakin kamu akan menjadi bintang papan atas. Refan menimpali, Berharap Sahila berhenti mengancamnya.
Ha.. ha... ha... sakit hati kan, siapa suruh mengejek istri sendiri ,kalau dulu kau sering menghinaku nggak apa apa, tapi sekarang nggak mau lah aku, aku kan istrimu dan setiap hari kau yang untung aku yang rugi, aku begini juga gara gara kamu, meskipun aku yang sangat berharap punya anak, batinnya jengkel, Rasain ya, aku tambahin biar tambah marah,
''Wah, benaran mas, jadi model ,mau, sambil membelalakkan matanya dan memegang kedua lengan Refan.
''Pasti itu akan lebih menyenangkan, berpose setiap hari dan banyak fans, wah ,pokoknya aku malah jadi nggak sabar deh, ucapannya kembali, meskipun Sahila hanya berbohong, tapi wajah Sahila tetap menunjukkan keseriusannya untuk mengelabuhi Refan supaya Refan tetap percaya dengan aktingnya .
Refan diam seribu bahasa melihat tingkah sang istri yang menyebalkan menurutnya.
Bukan minta maaf malah semakin membuatnya geram,
Refan memilih untuk diam dan bermain dengan poselnya tak menghiraukan Sahila. yang wajahnya masih berseri seri mungkin dalam hatinya masih membayangkan rasanya jadi model, itulah yang terlintas di pikiran Refan.
Namun tidak, sebenarnya Sahila merasa geli saat melihat suami sombongnya itu ngambek seperti anak kecil.
Sahila menghampiri Refan yang terlihat semakin fokus dengan ponsel di tangannya.
__ADS_1
''Mas... rengeknya, namun Refan sama sekali tak bergeming.
Hwmmm... hanya itu yang di dengar Sahila dari Refan dan masih fokus dengan ponselnya.
Beneran marah nih, batinnya.
Sahila terhenyak dari duduknya menghampiri Refan yang masih saja tak bergeming
Dengan kejahilannya ,Sahila menduduki paha Refan,melihat wajah yang cuek padanya,
Lihat saja ,mau sampai kapan kau akan bertahan mendiamkan aku,pikir Sahila menyeringai.
Sahila meraih ponsel yang ada di genggaman Refan, dan kini menenggelamkan kepalanya tepat di dada sang suami.
''Mau sampai kapan marah padaku, ucapnya mencairkan suasana yang sempat hening.
''Sampai kau minta maaf dan tidak akan mengulangi kesalahanmu seperti tadi,kamu tau kalau keinginanmu menjadi model itu membuatku marah, karena aku nggak suka, ucap Refan dengan nada serius.
Sahila berfikir sejenak tentang hati Refan saat ini, dengan bicaranya yang seperti itu berarti Refan memang benar benar marah padanya dan tak mengizinkannya .
Refan menghela nafas panjang, meresapi semua kata Sahila yang tak di sukainya itu, melihat manik mata sang istri dengan bibir manyun di depannya ,pemandangan yang selalu di lihat setiap hari itu membuatnya tak bisa bertahan lama untuk marah.
''Terus, kamu mau mas benar benar mempromosikan kamu menjadi model, Refan mengatakannya dengan nada terpaksa.
Sahila langsung mengangguk tanpa berfikir panjang.
''Baiklah, aku akan bilang Mike setelah kamu melahirkan kamu akan berkarir, ucapnya langsung menggeser Sahila dan meninggalkannya,.
Namun Sebelum membuka pintu ,Refan membalikkan badannya saat mendengar Sahila yang tertawa menggema di sudut ruangan itu,.
Kenapa dia, apa dia terlalu bahagia untuk menjadi model, batinnya.
''Mas percaya kalau aku ingin jadi model?'' ucap Sahila di sela sela tawanya.
__ADS_1
Tidak ada jawaban dari mulut Refan, namun Refan menatap Sahila dengan intens,
Apa maksudnya, pikir Refan.
Setelah berpikir sejenak, Refan pun langsung mengambil kesimpulan sendiri..
''O...Jadi kau mengerjai suamimu ini ya, Refan kembali berjalan menuju arah sang istri yang saat ini masih bergelut dengan tawanya.
''Tidak, cuma lucu saja, mana mungkin aku jadi model, pakai high heels saja nggak bisa, kamu mau semua orang menertawakanku saat aku jatuh di catwalk,dan aku akan menjadi bahan ejekan mereka, ucapan Sahila yang ini membuat Refan tersenyum renyah.
Refan duduk di sebelah Sahila yang masih tertawa,menarik tangannya hingga membuat Sahila jatuh dalam pelukannya.
''Meskipun kamu nggak bisa menjadi model dan di kenal semua orang, tapi kamu tetap akan menjadi model mas, khususnya di kamar ini, dan mas akan membayarmu setiap penampilan kamu, Refan menyeringai.
Sahila tau bau bau tentang pembicaraan Refan kali ini, pasti ujung ujung nya kemesuman ,dan itu membuatnya ingin pergi .
''Mas aku lapar ?'' ucap Sahila sebelum semuanya terlanjur runyam.
Karena sudah hafal dengan jurus suaminya,
Mas tau kamu itu cuma cari alasan saja, Refan pun hanya mengatakan dalam hati.
''Lapar, Refan mengulangi apa yang di ucapkan Sahila.
''Ayo turun, Sahila langsung saja menarik tangan Refan yang masih setia dengan duduknya. berharap Refan segera memenuhi permintaannya.
''Kamu menang. batinnya.
Karena tak ingin memperpanjang, Akhirnya
Refan pun ikut beranjak dan menggandeng tangan Sahila untuk keluar dari kamarnya,mengikuti sang istri untuk ke meja makan ,entah itu benar atau bohong, tapi Refan melihat sahila langsung saja menyomot kue yang tersaji saat tiba di meja makan.
Refan langsung saja menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat Sahila mengambil lagi dan lagi.
__ADS_1
Ternyata kamu tidak membohongiku sayang batinnya.