KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 194. Sekretaris baru


__ADS_3

Beberapa kali Sahila mendengar ponsel Refan berbunyi, dan itu memang bunyi notifikasi, namun Sahila hanya bisa mendengarnya saja, karena Refan sedang berada di kamar mandi.


Tapi Sahila merasa penasaran karena notif itu berasal dari ponsel pribadinya, dan hanya orang orang tertentu yang bisa menghubunginya lewat ponsel itu.


''Kenapa sayang, tiba tiba saja Refan mengagetkan Sahila yang sedang fokus melihat ponsel nya.


''Ponselmu bunyi dari ponsel yang ini, tunjuknya pada ponsel pribadi Refan.


Refan sedikit mengernyit.


''Lihat saja ,nggak apa apa, lagi pula siapa ,paling juga Mike, karena hanya Mike yang selalu mengirim pesan di ponsel itu.


Dengan cepat Sahila mengangkat benda pipih itu dan mulai melihat bagian notif ,menggesernya hingga terpampang wajah Mike yang menjadi profilnya mengirim pesan gambar dan itu sampai dua puluh gambar


''Apa ini,?'' gumamnya sambil membuka satu persatu gambarnya, sesekali melirik ke arah Refan yang sedang bersiul sambil sisiran di depan cermin,


Sahila bingung karena tak ada satu pesan apapun yang menjelaskan, dan hanya gambar saja, dan anehnya itu semua gambar perempuan, dan sampai akhir baru ada satu gambar laki laki yang terlihat brewokan dan melihat dari wajahnya sepertinya berbadan gendut.


''Kenapa foto laki laki ini hanya terlihat wajahnya saja, tapi kenapa yang wanita terlihat sampai kakinya, bahkan dari mereka taka ada yang menutup betisnya ,gumamnya.


Masih fokus melihat foto kiriman dari Mike.


Apa mas Refan memesan wanita wanita ini untuk memuaskannya karena keadaanku yang belum bisa di sentuhnya, dan apa ini muci karinya, batinnya menerka.


Kali ini Sahila yang di pusingkan dengan foto itu, justru Refan terlihat senang ,wajahnya terlihat ceria ,berpakaian rapi dan memakai parfum.


Benarkan, pasti ini wanita pesanan mas Refan ,buktinya saja untuk apa malam malam begini pakai parfum dan berdandan rapi, Sahila semakin curiga.


Refan yang baru saja menyadari kalau Sahila memperhatikannya pun langsung berjalan menghampirinya.


''Kenapa sayang,?'' tanya nya,


Dengan cepat Sahila menyodorkan ponselnya dan naik ke ranjangnya menarik selimutnya hingga tak ada sedikit pun tubuhnya yang terlihat.


Melihat tingkah istrinya, Refan langsung ikut masuk dalam selimut,.


''Kenapa,?'' Refan kembali bertanya dan posisi masih di balik selimut tebal yang sedikit membuat engap.


''Siapa wanita itu,?'' pertanyaan Sahila yang tidak di mengerti Refan, karena Refan juga belum melihat gambar dari ponselnya.

__ADS_1


''Maksud kamu apa?'', Refan meminta penjelasan.


Sahila malah menangis dan mulai membuka selimutnya.


Air matanya menetes deras membasahi pipinya.


Ada apa ini, batin Refan.


Sahila semakin terisak mengingat semua foto yang di kirim Mike itu semuanya lebih cantik darinya dan bajunya pun seksi.


Refan meletakkan kepalanya tepat di atas bantal menatap langit langit kamarnya, berfikir sebelum Sahila ngambek,


Dia kan tadi buka ponsel pribadiku, batinnya.


Dengan cepat Refan mengambil ponsel pribadinya dan mencari chat yang baru saja masuk.


Melihat profil seketetrisnya berada di posisi teratas sudah membuat wajahnya geram.


Pasti kerjaan nih orang, batinnya sebelum membuka isi chatnya.


Setelah membukanya betapa terkejutnya melihat foto wanita wanita yang sangat cantik dan seksi.


Refan tau maksud Mike itu pasti calon sekretarisnya, tapi karena Refan ingin menjahili istrinya seratus persen ,akhirnya Refan malah tertawa dan melihat istrinya.


''Menurut kamu mana yang paling cantik dan seksi,?'' tanya Refan sambil menggeser geser foto ke atas dan bawah.


Sahila merasa kalau Refan benar benar sudah keterlaluan memperlihatkan wanita lain di depannya,


Bukan menjawab ,Sahila malah terisak dan menenggelamkan wajahnya di balik selimut.


Dia fikir aku apa, menanyakan wanita lain di depanku, batinnya dengan gaya yang marah..


Karena tak mau larut, Refan menyibak selimut Sahila dan langsung meraup kedua pipimya dan mencium bibirnya, meskipun Sahila berusaha melepaskan diri, namun Refan malah mengeratkan pelukannya, ''Dia itu calon sekretaris baru sayang, bukan siapa siapa, jadi kamu tidak usah berburuk sangka padaku, ucap Refan di telinga Sahila.


Sahila yang masih belum percaya langsung merebut ponsel dari tangan Refan.


''Mana ada calon sekeretaris memakai pakaian yang seksi seperti ini, ucapnya sambil menunjuk salah satu foto dengan rambut pirang,bibirnya merah, dan memakai rok ketat, terlihat pahanya yang putih itu membuat Refan terbelalak, karena dari tadi Refan tidak terlalu memperhatikannya.


''Seksinya.'' ucap Refan kembali sambil memperbesar foto itu,

__ADS_1


''Maaass... teriak Sahila, karena jengkel melihat tingkah Refan.


Dengan cepat Refan menarik tangan Sahila hingga sang empu langsung jatuh ke dalam pelukannya,.


''Mas cuma bercanda, lagi pula mas nggak selera dengan wanita mana pun kecuali kamu, ucapnya meyakinkan sang istri.


''Beneran?'', tanya Sahila malu malu sambil memperlihatkan sedikit wajahnya yang tertutup dengan rambutnya.


''He'emm ,bukti apa lagi yang harus mas tunjukkan padamu sayang?'', ucap Refan dengan tangannya yang sibuk menghapus semua foto dari Mike.


Dasar Mike sialan, bisa bisanya dia menunjukkan foto wanita wanita seperti ini ,apa dia mau membuatku gila, jika Sahila benar benar marah padaku, apa dia nggak berfikir akibatnya nanti .batinnya marah.


''Aku cuma nggak mau jadi janda yang sudah mempunyai anak ,karena itu pasti nggak baik untuk Princes Kyara, ucap Sahila sedikit ngawur, dengan cepat kilat Refan pun membungkam mulut sang istri.


''Jangan pernah bilang seperti itu, kamu tidak akan menjadi janda, kamu itu hidupku ,jadi gimana, apa kamu memperbolehkan kalau pengganti Mike itu wanita, tanya Refan mencoba memberi pengertian pada Sahila.


Sahila mengangguk anggukkan kepalanya karena percaya kalau Refan tidak akan menikungnya dari belakang.


Itu terbukti berkali kali kalau Refan memang benar benar mencintai dirinya seorang.


''Sekarang kamu tidurlah, mas akan menjagamu dan Kyara, Dan jangan pernah berfikir macam macam, ucapnya lagi.


Sahila melupakan dengan penampilan Refan yang berbeda,


Melihat Refan yang mau keluar kamar langsung di panggilnya.


''Mas... teriaknya membuat Refan menoleh.


''Apa lagi sayang, apa mau mas peluk, ?''tawarnya.


''Mau kemana, kenapa baju kamu rapi dan kamu juga memakai parfum, sampai baunya menyengat satu kampung, ucap Sahila sinis.


Sedangkan Refan melihat bajunya sendiri yang memang sedikit berbeda dari biasanya,serta parfumnya yang berlebihan..


Pantas saja curiga, dalam hati.


''Mau ngapelin calon sekretaris baru, jadi kamu nggak usah ikut ya ,nanti mas nggak bisa mesra dong dengannya, lagi lagi Refan menggoda Sahila dengan embel embel Sekretris baru.


Sedangkan Sahila langsung saja melempar bantalnya ke arah Refan yang masih mematung di depan pintu, dengan cepat bantal itu di tangkapnya dan dengan cepat Refan kembali merangkul erat sahila.

__ADS_1


''Mau minta kopi sama Bibi apa kamu mau ikut? ''jujurnya membuat Sahila tersipu malu karena sudah berburuk sangka pada Refan.


''Maaf, hanya kata itu yang di ucapkan Sahila sebelum mengizinkan Refan keluar kamar.


__ADS_2