
Semuanya menjadi penghuni rumah pak Handoko itu selama kurang lebih dua jam ,dan di saat itulah persahabatan itu sangat terasa meskipun mereka sudah berumah tangga dan menjalani hidupnya masing masing.
Kini waktunya Refan untuk pamit pulang, karena hari pun sudah mulai gelap.
''Seru juga ya bertemu dengan sahabat lama, ucap Sahila sambil menyandarkan kepala di pundak Refan.
Aku ikut senang melihatmu dari tadi Yang hanya tersenyum. batinnya.
Di tengah tengah perjalanan, tiba tiba Saja Perut Sahila keroncongan dan bersuara, karena Sahila memang belum makan dari siang.
''Hai, apa anak papa lapar, kenapa mama nggak kasih makan?'' Refan yang mendengar suara dari perut Sahila.
Sedangkan Sahila hanya diam dan malu karena Mike pun juga mendengar.
''Apa kita sebaiknya makan di luar saja, kasihan Nona, Mike ikut menawarkan.
''Baiklah, kita makan di luar.
''Aku setuju, tiba tiba saja Sahila menyahut.
''Kita makan ketoprak di perempatan. pernyataan Sahila membuat keduanya menganga.
*Apa ketoprak, di perempatan, Oh no... kenapa jiwa istriku nggak bisa menjadi naik level sih, justru akan membuat ku turun level, batin Refan menjerit.
*Plisss Nona, apa nggak Inginkah dirimu Makan di restoran yang mahal, Kenapa harus di perempatan, Itu pasti akan menurunkan Derajatku, bukan lagi anak sultan, melainkan anak pelayan sultan, batin Mike Pun ikut menjerit mendengar kata Sahila.
Refan mulai menjernihkan otaknya mencari cara supaya Sahila membatalkan permintaannya.
''Sayang, dengan suara yang sangat lembut, Refan membelai rambut Sahila.
''Hemmm... itulah yang terlantun dari mulut Sahila saat ini.
''Apa kamu tidak ingin makan seafood yang sangat besar, dan steak atau barang kali kamu pingin makan cake mungkin. Itulah cara Refan yang pertama membuat Mike mengernyit.
Kurang cerdas, Batin mike
Sahila mengerutkan alisnya sambil melihat wajah Refan yang tersenyum.
Sahila menggeleng.
__ADS_1
''Nona, maaf ya kalau aku ikut bicara, tidakkah nona ingin menikmati keindahan yang ada di depan restoran mewah di sebrang sana, itu cocok sekali untuk ibu hamil seperti nona ,selain makanannya enak, tempatnya juga sangat indah dan nyaman. kali ini Mike yang berusaha membujuk.
''Ada apa dengan mereka, Aku Kan hanya ingin makan ketoprak Di perempatan, kenapa jadi mereka yang milih tempat, batin Sahila malah bingung dengan tingkah keduanya.
Sahila diam melihat Mike dan Refan secara bergantian mencari tau sebenarnya apa yang mereka mau,
''Maaf tuan Mike, aku hanya ingin makan ketoprak saja di perempatan dan tidak mau di tempat lain titik, ini keputusan terakhirku, Ucapan Sahila membuat Refan dan Mike diam.
Deal, turun level kita Mike, menggerutu dalam hati.
Sedangkan Mike hanya menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sama sekali.
Setelah mendapat petunjuk dari Sahila, Mike memarkirkan mobilnya tepat di depan tukang ketoprak yang mangkal di pinggir jalan.
''Ayo kita turun!'' ajak Sahila sambil menarik lengan Refan,
Dengan terpaksa Mike dan Refan pun ikut turun.
Mereka berjalan dengan perlahan di belakang Sahila.
Sangat berbeda dengan Sahila yang sudah antusias makan di pangkalan yang di beri tulisan besar dan harganya yang murah itu membuat air liurnya hendak menetes .
Kenapa nggak di tulis orang kaya di larang makan disini, gitu saja, biar istriku tidak lagi datang kesini dan menurunkan pamorku sebagai Ceo ,lagi lagi Refan menggerutu dalam hati.
''Kalian, duduk sini, Sahila menepuk kursi di sebelahnya yang memang kosong, Sedangkan Mike pun sama, duduk di samping Refan.
Sahila pun memesan tiga piring untuk mereka bertiga.
Setelah menunggu beberapa menit, olahan lontong dengan saus kacang serta pelengkapnya itu sudah di depan mereka.
''Ayo makan, ini enak lo, mas Refan kan pernah makan waktu itu, ucap Sahila sambil melihat Refan dan Mike yang hanya memandang makanan yang tersaji.
Demi menghargai sang istri, Refan mengambil sendok dan memakannya, begitu juga dengan Mike pun mengikuti langkah Refan.
''Enak juga makanan ini, tapi tempatnya ini lo, kenapa harus di sini, gumam Mike kembali dengan sangat pelan.
Sedangkan Refan hanya memakannya tanpa menghiraukan apapun, baginya kali ini cepat menghabiskan dan cepat kembali, hanya itu yang ada di otak Refan saat ini.
''Ternyata selera orang kaya sama seperti ku ya, ucap Sahila tanpa merasa bersalah melihat piring Refan dan Mike yang sudah hampir menghabiskan separuh makanannya.
__ADS_1
''Sudah lah sayang, cepat kita makan ,dan langsung pulang, ini sudah hampir malam, Ucap Refan tanpa melihat wajah Sahila.
Akhirnya Aku bisa juga mengerjai mereka ,pasti saat Ini mereka sangat malu, karena makan di pinggir jalan, batin Sahila berbunga bunga, apa lagi melihat wajah suaminya seperti orang ketakutan .
Setelah mereka menghabiskan ketoprak itu Refan dan Mike buru buru kembali ke mobil.
''Untung saja tidak ada karyawan yang lihat, kalau ada, haduuh wajahku ini mau di taruh di mana?'' ucap Refan pada Mike yang sudah duduk di kursi belakang.
''Aku nggak tau jalan pikiran nona, kenapa bisa makan di tempat ini, padahal dia kan bisa memilih makanan di restoran mahal, Mike ikut jengkel.
Tanpa Refan sadari dari tadi mereka hanya berbicara sendiri dan mereka tidak tau kalau Sahila belum masuk ke dalam mobil.
''Kenapa nggak jalan, ini kan sudah hampir malam, ucap Refan sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.
Mike berdecak kesal melihat bosnya.
''Bos nggak lihat ,nona masih ngobrol di sana, sambil menunjuk ke karah Sahila.
Setelah mendengar ucapan Mike, Refan membuka kaca mobilnya dan melihat sang istri yang tertawa lepas berbicara dengan seorang wanita.
Refan pun langsung membuka pintu mobil berjalan menghampiri Sahila.
''Sayang, apa kamu mau menginap disini, ?''ucapnya tanpa menghiraukan wanita di depan Sahila yang sudah menunduk.
Sahila menghela nafas panjang dan mengeluarkan nya kasar.
''Maaf ya mbak, aku harus pulang, ucap Sahila dengan memegang tangan wanita itu.
Sedangkan wanita itu hanya mengangguk saja.
''Kebiasaan kamu, kalau kamu sampai hilang gi mana ,kenapa tidak mengikutiku dari belakang, Refan sewot dan menggandeng tangan Sahila.
''Terus saja marah, itu kan tadi karyawan kamu yang hamil waktu itu, ucapan Sahila membuat Refan terbelalak dan menghentikan langkahnya.
''What.... Karyawanku, Sahila langsung mengangguk.
''Kantor, Refan memastikan Sahila mengangguk lagi,
Setelah mendengar mendapat kepastian dari Sahila, Refan langsung menoleh ke arah belakang melihat karyawan yang masih mematung di belakang mereka, Refan langsung saja mendaratkan jari telunjuk di bibirnya mengisyaratkan pada karyawan untuk tutup mulut.
__ADS_1