
Setelah Mike mengambil keputusan untuk memilih Ririn, kini Mike mencoba untuk tidak menemui Nia dan mencoba untuk lebih mendekatkan diri dengan Ririn, pasalnya Mike serius dengan keputusan yang sudah di ambilnya, namun Ririn sedikit merasa canggung, karena Ririn tau masa lalu Mike,
Meskipun Mike belum menceritakan hubungannya dengan Nia, Ririn mengingat kata Refan untuk tidak terlalu berharap pada Mike,
Wajah Mike pun lebih ceria setelah melepas beban yang menyelimuti hatinya, meskipun Mike tak tau perasaan apa yang di rasakan untuk Ririn, namun Mike yakin kalau pilihannya tepat,
''Wah ,sepertinya kamu sekarang sudah lega, memangnya keputusan apa yang kamu ambil,dan siapa yang kamu pilih ?''tanya Refan saat Mike berada di ruangan Refan.
''Aku melepas Nia ,dan aku akan mencoba untuk mencintai Ririn, ucapnya santai .
''Apa kamu yakin dengan keputusanmu ini, ucap Refan memastikan, Refan nggak mau kalau Mike salah dalam mengambil keputusan.
Mike menggeleng,
''Bukankah kamu masih mencinti Nia, kenapa kamu memilih Ririn, apakah itu adil untuk Nia, bukankah kamu sudah tau kalau kalian cuma salah faham, Refan sangat kepo dengan permasalahan Mike.
''Bos harusnya mendukungku, bukan membuatku pusing dengan keputusanku, sebenarnya Bos setujunya aku sama siapa, sama Ririn atau sama Nia ?''ucap Mike jengkel melihat Refan yang selalu kepo dengan urusannya,tapi tak pernah memberi solusinya.
Refan tak pernah memberi bantuan, malah terus saja membuat Mike pusing dengan omongan omongan konyolnya.
Sedangkan Refan tak menggubris meskipun Mike terlihat marah padanya.
''Aku kan kemarin sudah bilang,lebih baik kamu pilih dua duanya,biar di antara mereka nggak ada yang sakit hati !'', ucapan Refan kali ini membuat Mike benar benar marah,
Mike beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu,
Namun saat hendak membuka ,pintu sudah terdorong dari luar hingga mengenai kening Mike .
''Aduuuuh.. keluh Mike sambil mengelus keningnya yang sedikit merah.
Refan hanya melihat punggung Mike yang berhenti di depan pintu.
''Maaf tuan Mike, aku nggak tau kalau tuan ada di sini, ucap Sahila dengan mengernyitkan dahinya seperti ikut merasakan sakit keningnya Mike.
__ADS_1
''Tidak apa apa nona, aku tau Nona tidak sengaja, kalau bos sengaja Nona,''
Kebetulan ada Sahila, karena Mike menemukan jalan bagaimana cara membalas bosnya.
ucapan Mike kali ini membuat Sahila penuh tanda tanya.
''Sengaja apa, memang apa yang di lakukan mas Refan?''. Sahila balik nanya.
Suara mereka pelan, sehingga Refan tak mendengarnya.
''Bos sengaja mau menikah lagi, jadi Nona harus hati hati, atau sekarang Nona tanya saja sama bos, maaf aku keluar dulu, masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan.
ucap Mike dan segera berlalu dari pintu.
Sedangkan tak tau lagi wajah Sahila yang marah bercampur sedih setelah mendengar apa yang di katakan Mike. Sahila berjalan menghampiri Refan yang fokus dengan file di depannya,.
Sedang Mike di luar mematung dan tersenyum licik.
''Syukurin Bos, memang enak aku kerjain, makanya jangan suka bikin aku pusing ,gumam Mike dan langsung berjalan menuju ruangannya.
''Kenapa, apa mas bau ,sampai kamu nggak mau mas cium?''. Refan menciumi jas yang di pakainya.
Perasaan biasa aja ,malah parfum ini menyengat, tapi kenapa dia nggak mau aku cium, batinnya masih berdiri di depan Sahila.
''Suamiku tersayang, kali ini aku ingin kamu jujur ya, aku nggak mau di antara kita ada sesuatu yang kamu sembunyikan, selama ini aku sudah terbuka sama kamu, jadi kali ini jawab pertanyaanku ya?'', ucap Sahila halus namun wajahnya sedikit datar.
Refan hanya mengangguk.
''Apa benar mas mau menikah lagi, siapa wanita yang akan menjadi maduku?'', pertanyaan Sahila membuat Refan langsung saja terbelalak,
Refan masih saja diam, kenapa bisa, istri polosnya bisa berfikir seperti itu,
''Sayang, apa maksud kamu, me... menikah, menikah apa, menikah dengan siapa,kenapa kamu bisa berfikir seperti itu,lagi pula untuk apa mas menikah lagi kalau kamu saja sudah membuatku puas,.
__ADS_1
Sahila jengkel dan mendorong Refan duduk di sofa.
''Apa mas yakin kalau mas anggak akan menikah lagi?'',.
Dengan sigap Refan menarik tubuh kecil yang masih mematung dan kini langsung berada di pangkuannya.
Refan merangkul tubuh kecil itu dan menggigit lehernya, sampai sang empu meringis..
Aww... sakit, ucapnya merasakan lehernya sedikit perih karena ulah Refan.
''Kenapa mas sekarang seperti vampire yang suka menggigit leher manusia?''. ucap Sahila kembali dengan kepolosannya.
''Kamu tau itu gigitan apa?'' tanya Refan dengan posisi yang sama masih memangku Sahila.
Sahila hanya menggeleng tak tau maksud Refan menggigitnya.
''Pertanyaan kamu itu nggak masuk akal, jadi jangan coba coba membuat mas ingin menggigit seluruh tubuh kamu ,kenapa kamu itu nggak pinter pinter sih,coba kamu fikir ,untuk apa mas menikah lagi, kalau punya satu istri saja mas sudah kuwalahan, apa lagi istriku ini manjanya sekarang minta ampun ,belum lagi kalau tidur minta peluk, belum juga sukanya minta pangku, hadehhh... kalau mas di tambahin satu lagi istri seperti ini ,mungkin mas akan mati berdiri, Refan menepuk jidatnya ,sedangkan Sahila mengerucutkan bibirnya mendengar penjelasan Refan.
''Maaf, aku kan cuma tanya apa yang di katakan tuan Mike, dia bilang mas mau menikah lagi, ucapnya jujur membuat Wajah Refan semakin marah.
Mike.... awas kamu ya, kamu sudah bikin istriku mencurigaiku, aku nggak akan melepaskanmu ,tunggu saja pembalasanku, dasar sekretaris nggak punya akhlak, gimana bisa dia mengerjaiku seperti ini, bukankah tugas dia itu selalu membantuku ,bukan membuatku susah menghadapi istriku, umpat Refan dalam hati,
Refan merasa geram dengan sekretarisnya yang satu ini, karena ulah bodohnya membuat Sahila yang polos itu percaya padanya.
Tak tau wajah Refan yang sudah memerah karena marah .
''Sudah jangan marah ,sekarang aku percaya kalau mas nggak akan menikah lagi ucap Sahila dan langsung memberi ciuman untuk Refan yang membuatnya sedikit lega.
Di ruangan lain ,Mike malah tersenyum membayangkan wajah bosnya yang sangat marah karena ulahnya.
Mike yakin kali ini bosnya yang super sombong itu sudah kalah dengannya.
''Lihat saja kalau sampai bos membuatku pusing terus terusan, Nona akan menjadi senjataku untuk membalasmu, jadi mulai sekarang kenapa aku harus takut denganmu yang selalu menjerumuskanku, gumam Mike.
__ADS_1
Tingkah yang sangat konyol antara Refan dan Mike terus saja berlanjut, dan itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keduanya.
Bagi siapapun yang melihatnya, pasti tidak akan menyangka kalau orang yang begitu angkuh dan sombong masih saja bisa bertingkah lucu.